Jangan Diabaikan, Ini 27 Tanda Red Flag dalam Perkawinan yang Harus Disadari

red flag dalam perkawinan, suami istri bertengkar

Setiap hubungan pernikahan itu unik dan memiliki tantangannya masing-masing. Namun, ada tanda-tanda masalah yang tidak bisa diabaikan atau red flag dalam perkawinan. 

Meskipun mungkin sebagian orang memilih untuk mengabaikan masalah ini dan berharap akan hilang dengan sendirinya, namun salah-salah MamPap malah terjebak dalam masalah itu sendiri dan berulang-ulang. Padahal, penting bagi setiap pasangan untuk saling terbuka dan merasa aman dalam suatu hubungan. 

Simak artikel berikut untuk membahas tanda-tanda red flag yang harus diwaspadai dalam hubungan perkawinan.  

Tanda Red Flag dalam Perkawinan, Jangan Diabaikan

Salah satu langkah dalam menyelamatkan pernikahan adalah mengenali tanda adanya masalah dan berusaha untuk memperbaikinya bersama pasangan. Berikut tanda red flag yang tak boleh MamPap abaikan dalam pernikahan.  

Bacaan Lainnya

1. Enggan Menghabiskan Waktu Berkualitas Bersama

Setelah seharian bekerja, sampai di rumah bersih-bersih dan berganti pakaian, lalu apa yang MamPap lakukan dengan pasangan? Apakah langsung sibuk dengan gadget dan urusan masing-masing? 

Setiap orang perlu melepas penat, namun jika MamPap tidak suka atau mulai jarang berduaan bersama di akhir hari saat selesai melakukan aktivitas di rumah atau di akhir pekan, artinya hubungan pernikahan mulai menjadi beban. 

Tak masalah jika menghabiskan waktu sendiri-sendiri sesekali, tetapi jika MamPap mulai lebih banyak memilih untuk menghabiskan waktu sendiri tanpa pasangan, mungkin ada masalah dengan hubungan pernikahan. Mulai bicarakan hal ini berdua ya, MamPap. 

2. Tidak Bertengkar Lagi

Mungkin terdengar aneh, tetapi jika MamPap tidak bisa menunjukkan kemarahan apa pun  terhadap pasangan, bisa jadi hubungan pernikahan Anda berada dalam masalah yang lebih besar.

Ketika MamPap enggan membicarakan masalah yang sedang terjadi, atau hingga tidak mau mendengarkan pasangan  lagi, artinya MamPap sedang membiarkan masalah semakin parah dan menumpuk yang sewaktu-waktu bisa meledak seperti bom waktu.

Dengan pertengkaran, setidaknya MamPap bisa mengekspresikan emosi masing-masing. Selain itu, betapapun sulitnya pertengkaran, seringkali hal ini memungkinkan adanya penyelesaian.

Tidak adanya pertengkaran adalah tanda ketidakpedulian, dan ketidakpedulian lebih buruk daripada kemarahan. Bertengkar berarti Anda masih berkomitmen pada hubungan sampai taraf tertentu. Sebaliknya, tidak adanya pertengkaran bisa menjadi tanda bahwa Anda sudah menyerah.

3. Tidak Ada Hubungan Intim

Terkadang, masalah medis bisa menghalangi MamPap untuk melakukan hubungan seksual dalam pernikahan. Tetapi jika keinginan untuk melakukan hubungan suami istri benar-benar tidak ada secara sadar dan sengaja, hal ini tentu patut dipertanyakan. 

Keintiman adalah bumbu paling penting dalam sebuah pernikahan. Jika keintiman tersebut hilang, maka hal itu akan menjadi masalah besar. Jika ada masalah kesehatan pun, bukan berarti MamPap tidak bisa menunjukkan kasih sayang secara fisik, dengan pelukan, ciuman, atau sentuhan-sentuhan fisik lainnya. 

4. Ketidakcocokan Secara Seksual

Dorongan seks berubah seiring waktu. Ketegangan dan tekanan kehidupan modern juga mungkin bisa menurunkan libido. Namun jika Anda tidak dapat melakukan sesi bercinta dengan penuh gairah dan tidak menikmati waktu yang dihabiskan bersama, maka keintiman akan dianggap masalah, bukannya kesenangan dalam hidup.

Apalagi jika Anda enggan memerhatikan ‘kebutuhan seks’ pasangan, hal itu akan menjadi masalah dalam jangka panjang.

5. Terjadi Perselingkuhan

Perselingkuhan benar-benar tanda red flag dalam perkawinan yang nyata. Hal ini tentu menodai pernikahan dan mengakibatkan rusaknya kepercayaan. Kedua pasangan juga akan lebih sulit berkomunikasi untuk menghadapi masalah ini.

6. Tidak Bisa Berkomunikasi dengan Nyaman

Setiap pernikahan yang sehat akan memiliki tantangan dalam perjalanannya dan sangat penting untuk mengkomunikasikan tantangan tersebut untuk menjaga hubungan yang sehat.

Apakah MamPap masih bisa berkomunikasi tentang uang, seks, rencana masa depan, anak-anak, hubungan dengan anggota keluarga lainnya, dan topik sensitif lainnya?

Jika masih bisa berkomunikasi dengan jujur, itu berarti masih ada tingkat kepercayaan. Tetapi jika setiap percakapan tentang topik sensitif hanya terasa seperti mengomel dan berdebat, artinya Anda berdua tidak akan benar-benar mendengarkan satu sama lain dan artinya hubungan akan memburuk. 

7. Tidak pernah Berselisih Paham dengan Pasangan

red flag dalam perkawinan

Hal ini terjadi ketika Mama atau Papa bersikap lebih pasif karena rasa acuh tak acuh, takut berdebat, atau Anda tidak menyukai apa yang akan Anda dengar. Setiap pernikahan selalu ada perselisihan dan meskipun pertengkaran itu buruk, tetapi tidak pernah berselisih paham bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Dalam tahap seperti ini, tak jarang segala sesuatunya menjadi buruk hingga akhirnya meledak menjadi pertengkaran besar dan dapat menjadi akhir dari sebuah pernikahan.

8. Tidak Mau Berkonsultasi dengan Ahli

Jika MamPap sudah menemukan masalah dalam pernikahan dan telah membicarakannya dengan pasangan. Salah satu solusi yang bermanfaat bagi banyak pasangan adalah mengikuti konseling atau berkonsultasi dengan ahli pernikahan. 

Namun jika Anda atau pasangan menolak untuk mencari bantuan seperti ini, artinya hubungan pernikahan tidak dianggap penting lagi.

9. Pembagian Tugas yang Tidak Merata di Rumah

Dalam pernikahan, tugas rumah tangga harusnya menjadi tanggung jawab kedua pasangan. Pembagian tugas rumah tangga biasanya harus dilakukan dengan adil. Tetapi ketika ada ketimpangan pekerjaan rumah tangga yang tidak merata, artinya ini harus diperbaiki. 

10. Terlibat dengan Narkoba atau Alkohol

Banyak orang beralih ke obat-obatan terlarang dan alkohol ketika memiliki masalah yang berat. Namun, perilaku semacam ini juga dapat berdampak buruk pada pernikahan. Bukan tidak mungkin hal ini juga bisa berujung pada perceraian. 

11. Suka Mengungkit Kesalahan Masa Lalu

Sesekali, mengingat kesalahan di masa lalu memang wajar sebagai pelajaran di masa depan agar tidak terulang kembali. Namun, jika pasangan selalu mengungkit kesalahan kecil yang terjadi beberapa tahun sebelumnya, ini bukan hanya tindakan yang buruk, tetapi juga pertanda bahwa pasangan Anda tidak akan melupakan kesalahan itu selamanya.

Anda tentu bukan orang yang sama seperti bertahun-tahun yang lalu, tetapi jika pasangan terjebak pada sosok Anda versi lama atau selalu membawa beberapa contoh kesalahan masa lalu saat berdebat, berhati-hatilah!

Artinya, kenangan-kenangan itu membusuk di hatinya dan bisa menjadi lebih besar dari sebelumnya. Hal ini tentu sangat buruk ketika Anda sendiri telah melepaskan dan melanjutkan hidup, serta hampir tidak dapat mengingat peristiwa-peristiwa di masa lalu. Yang ada, Anda hanya akan terus terjebak dengan tuduhan-tuduhannya. 

12. Kurangnya Privasi

Menghabiskan waktu berdua dengan pasangan memang penting dalam pernikahan. Namun, privasi di antara keduanya juga harus tetap terjaga. Jika salah satu di antaranya sangat posesif hingga mungkin memiliki kebiasaan memeriksa pesan pribadi, panggilan telepon, melacak semua akun media sosial dengan penuh curiga, hingga memaksa Anda memberinya akses ponsel Anda, hal ini juga tidak dibenarkan. Ini merupakan tanda-tanda ketidakpercayaan terhadap pasangan. Anda tetap perlu privasi. 

13. Mempermalukan Anda di depan Umum

Mempermalukan pasangan adalah hal yang tidak bisa dianggap bercanda, terutama di lingkungan teman, rekan kerja, atau kerabat Anda.

Jika usia pernikahan sudah lama, Anda harus memahami kelemahan pasangan. Mempermalukan pasangan di depan umum hanya akan merusak pernikahan Anda. 

14. Menjadi Orang Terakhir yang Tahu 

Dalam sebuah hubungan, seharusnya Anda menjadi orang pertama yang mengetahui segala hal yang terjadi dengan pasangan. Namun, jika pasangan mulai mengambil sebuah keputusan secara sepihak atau malah berbagi informasi dengan orang lain tanpa memberi tahu Anda, ini adalah tindakan yang kurang sopan.

15. Masalah dalam Hubungan Pernikahan Terlihat oleh Orang Lain

MamPap mungkin tidak menyadari masalah dalam hubungan pernikahan Anda. Namun, jika ada teman atau kerabat yang menyadari masalah tentang kualitas pernikahan, Anda perlu mendengarkannya.

Jangan menyangkal atau mengabaikan tanda-tanda nyata yang dapat dilihat orang lain. Terkadang, teman juga bisa menjadi tempat yang baik untuk melepaskan masalah dan membantu Anda mencari solusi untuk menyelamatkan pernikahan Anda.

Namun, Anda perlu mengetahui siapa yang dapat dipercaya, yang memiliki pandangan yang baik dan seimbang mengenai hubungan Anda.

16. Pasangan Tidak Mau Memiliki Pekerjaan

Kecuali MamPap telah sepakat bahwa salah satu dari Anda akan menjadi pasangan yang tinggal di rumah, Anda berdua harus berkomitmen untuk mencari dan mempertahankan pekerjaan sesuai kemampuan terbaik Anda.

Bagaimana pun, finansial sangat penting dan krusial bagi kehidupan rumah tangga. Namun, jika salah satu pasangan tidak mau mendukung kelancaran finansial dalam rumah tangga dan hanya berpangku tangan dengan pasangannya, atau memaksakan kemampuan dari pasangan yang bekerja, bukan tidak mungkin hal ini juga akan melahirkan konflik. 

17. Melupakan Momen Istimewa 

Jika pasangan lupa hari ulang tahun, hari jadi, atau hari-hari lain yang istimewa dalam hidup Anda, hal ini mungkin biasa terjadi di beberapa hubungan yang telah berlangsung lama. Namun, jika mereka mengingatnya tetapi tidak merayakannya dengan baik, maka mungkin ada sesuatu yang salah.

Sebenarnya, tidak sulit untuk berusaha mengingat tanggal-tanggal penting seperti ini dan kemudian menjadikannya sebagai prioritas untuk membuat Anda merasa istimewa.

18 Berbohong atau Menyembunyikan Masalah Uang

red flag dalam perkawinan, keuangan dalam pernikahan

Salah satu alasan paling umum mengapa pernikahan gagal adalah terkait dengan masalah uang. Informasi ini sangat sensitif dan harus bersifat terbuka.

Bukan hal baru jika masalah finansial seperti hutang pinjol atau perjudian online yang dapat menyebabkan mereka menyembunyikan masalah keuangan yang akan mengancam dan merusak stabilitas keuangan rumah tangga. 

19. Enggan Pulang ke Rumah

Rumah adalah tempat berlindung yang nyaman, tempat untuk bersantai dan melepas penat. Namun, jika Anda pulang ke rumah dengan rasa takut akan terjerumus ke dalam tumpukan masalah, Anda akan enggan untuk pulang dan mencari cara untuk tetap di luar rumah, entah bekerja hingga larut malam atau berlama-lama saat pergi ke luar. Kalau hal ini Anda alami, tandanya ada yang membuat Anda tak nyaman di rumah. 

20. Sering Ingin Bercerai

Jika Anda atau pasangan sering mengungkapkan hal ini melalui ancaman atau ketika berargumen, bisa dipastikan ia sedang dalam hubungan yang tidak bahagia. Hal ini juga menunjukkan bahwa mereka mungkin kurang bisa menyelesaikan konflik dengan baik.

21. Pasangan Tidak Pernah Merasa Cocok dengan Teman-teman Anda

Sahabat lama sudah menghabiskan waktu bersama Anda lebih dulu, mungkin jauh sebelum Anda mengenal pasangan. Namun, tidak semua teman mungkin akan cocok dengan pasangan, karena suatu hal. 

Jika pasangan memperlihatkan hal itu secara terang-terangan hingga melarang Anda berhubungan dengan sahabat lama, bukan tidak mungkin hal ini akan menjadi masalah di kemudian hari. Sebaiknya bicarakan hal ini dan cari tahu alasan pasangan melarang Anda berhubungan dengan sahabat lama. Jika alasannya cukup logis, silakan dipertimbangkan. 

22. Perselingkuhan Emosional

Hati-hati jika Anda atau pasangan mulai memiliki rasa simpati atau ketertarikan secara emosional pada seorang teman lawan jenis (meskipun Anda menganggap itu bukan cinta), karena hal ini bisa menjerumuskan. 

Jika Anda menghabiskan banyak waktu dengan seseorang, berbagi rahasia, atau menceritakan hal-hal yang bersifat pribadi, itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda sedang melakukan perselingkuhan emosional. Hal ini mungkin bisa menyebabkan Anda berbohong kepada pasangan.

24. Merasa Kesepian

Jika kebutuhan sosial dan dukungan emosional tidak terpenuhi, sangat mungkin MamPap akan merasa kesepian, bahkan ketika secara fisik masih bersama orang lain. Meskipun pasangan selalu menemani tetapi Anda masih merasa kesepian, artinya Anda punya masalah yang perlu diperhatikan.

25. Selalu Stres Jika Memikirkan Pernikahan

Setiap orang pernah mengalami stres dalam hidup mereka. Tetapi, ketika rasa stres muncul  berlebihan dalam pernikahan, hal itu akan berdampak pada hubungan pernikahan. Anda mungkin tidak lagi merasa nyaman berinteraksi dengan pasangan atau merasa harus selalu waspada dalam hubungan. 

Belajarlah untuk memisahkan urusan kehidupan (pekerjaan, pengasuhan anak, dan lainnya) dari urusan hubungan mendasar dengan pasangan.

26. Merasa Dikendalikan dan Diremehkan

Ketika pemikiran dan pendapat Anda tidak divalidasi, Anda akan merasa tidak dihargai. Saat terus menerus diabaikan, kebencian pun muncul, dan Anda tidak punya kendali. Biasanya, Anda akan merasa dikendalikan dan didominasi. Ini adalah tanda adanya masalah dalam hubungan Anda. 

27. Mengabaikan atau Melupakan Kesepakatan di Awal Pernikahan

Salah satu dari pasangan mungkin mengabaikan atau tidak menepati janji yang sudah disepakati di awal pernikahan. Meski terkesan sepele, pada akhirnya hal ini bisa mengganggu stabilitas suatu hubungan.

Cari Cara untuk Menyelamatkan Pernikahan

Ada banyak cara agar Anda dan pasangan bisa memperbaiki pernikahan yang bermasalah, seperti berikut. 

  • Luangkan waktu setiap hari (atau sesering mungkin sepanjang minggu) untuk berkomunikasi dengan pasangan. Pastikan waktu ini dimanfaatkan untuk berbagi perasaan. Cobalah untuk tidak mengabaikan apa yang pasangan Anda katakan, tetapi dengarkan dia dengan sungguh-sungguh. Begitu juga sebaliknya. Memprioritaskan, mendengarkan dan menanggapi kekhawatiran satu sama lain dapat membantu seseorang merasa dihargai dalam hubungan. Hal ini juga dapat mencegah masalah kecil menjadi lebih besar.
  • Tetapkan batasan. Hubungan yang sehat memiliki batasan. Anggaplah batasan bisa menciptakan ekspektasi yang jelas untuk hubungan Anda. Misalnya, saling memberi ruang untuk memiliki identitas masing-masing, jangan saling berteriak saat bertengkar, menghargai waktu tenang satu sama lain.
  • Meminta bantuan seorang profesional bisa sangat membantu, terutama jika Anda dan pasangan merasa seperti berputar-putar dengan masalah yang sama.

Setiap pernikahan pasti akan melewati masa-masa yang penuh tantangan. Jika menemukan tanda red flag atau masalah dalam perkawinan, jangan diabaikan dan berusahalah memperbaiki hubungan tersebut, apa pun keputusan akhirnya. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 55 = fifty seven