6 Manfaat Labu Kuning untuk Bayi, Mulai dari Mata, Kulit, Hingga Pencernaan 

manfaat labu kuning untuk bayi, bayi makan mpasi labu kuning

Mungkin Mama berpikir buah ini hanya cocok diolah menjadi masakan sayur untuk orang dewasa. Padahal, manfaat labu kuning untuk bayi ada banyak sekali. Yuk, cek satu per satu manfaatnya di bawah ini. 

Kandungan Nutrisi Labu Kuning

Labu punya banyak bentuk, warna dan tekstur. Mengenai labu kuning, jenis ini memang awam di Indonesia. Ukurannya relatif besar dengan bentuk bulat dengan warna kuning dan orange yang terang. 

Labu kuning merupakan salah satu jenis labu musim dingin berwarna orange yang berasal dari Amerika Utara. Banyak yang mengira famili Cucurbitaceae ini sebagai sayuran. Padahal secara ilmiah, labu adalah buah karena mengandung biji. Itu mungkin karena nutrisinya yang memang lebih mirip dengan sayuran daripada buah-buahan. 

Berikut ini kandungan nutrisi labu kuning matang (245 gram):

Bacaan Lainnya

manfaat labu kuning untuk bayi,

  • Kalori: 49
  • Lemak: 0,2 gram
  • Protein: 2 gram
  • Karbohidrat: 12 gram
  • Serat: 3 gram
  • Vitamin A: 245% dari referensi asupan harian (Reference Daily Intake/RDI)
  • Vitamin C: 19% dari RDI
  • Kalium: 16% dari RDI
  • Tembaga: 11% dari RDI
  • Mangan: 11% dari RDI
  • Vitamin B2: 11% dari RDI
  • Vitamin E: 10% dari RDI
  • Besi: 8% dari RDI

Labu kuning juga mengandung magnesium, fosfor, seng, folat dan beberapa vitamin B dalam jumlah yang sangat sedikit.

Jika diperhatikan dari kandungan di atas, labu kuning relatif rendah kalori. Ini karena 94% buah tersebut mengandung air. Selain itu, juga sangat tinggi beta-karoten yang terletak pada warnanya (karotenoid) yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A.

Tidak hanya dagingnya, biji labu kuning juga dapat dimakan, kok. 

Manfaat Labu Kuning untuk Bayi

manfaat labu kuning untuk bayi, mpasi labu kuning

Apakah bayi sudah bisa mengonsumsi labu, khususnya labu kuning? Boleh, kok. Mama sudah bisa memberikannya kepada bayi sejak awal MPASI (makanan pendamping ASI), yakni mulai usia 6 bulan. 

Umumnya labu kuning juga tidak menyebabkan alergi, ya. Tidak juga menyebabkan bayi tersedak, jika Anda memberikannya dalam tekstur yang sesuai dengan kemampuan (menelan) dan usia bayi. 

Dari semua kandungan nutrisi yang ada di dalamnya, ini beberapa manfaat labu kuning untuk bayi:

Meningkatkan kesehatan mata

Labu kuning bisa disebut sebagai gudangnya Vitamin A karena kandungan antioksidannya yang sangat tinggi. Di antaranya alfa-karoten, beta-karoten, dan beta-cryptoxanthin.

Semua antioksidan ini merupakan nutrisi penting bagi kesehatan mata, yang memfasilitasi penglihatan baik di siang dan malam hari. 

Karotenoid (warna oranye terang) pada labu kuning juga tinggi. Peranannya adalah mengurangi risiko beberapa penyakit dan kondisi mata. Salah satunya, membantu mengurangi degenerasi makula (akumulasi zat lemak pada retina yang menyebabkan penglihatan kabur) baik pada anak juga orang dewasa.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Tingginya beta-karoten pada labu bermanfaat meningkatkan jumlah vitamin A pada tubuh. Studi menunjukkan, vitamin A bermanfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi seperti flu dan pilek. 

Selain itu, labu kuning juga kaya akan vitamin C di mana fungsinya meningkatkan produksi sel darah putih, yang membantu sel-sel kekebalan bekerja lebih efektif serta membuat luka sembuh lebih cepat .

Selain dua vitamin di atas, kandungan vitamin E, zat besi, dan folat pada labu kuning juga sudah terbukti membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Menurunkan risiko kanker 

Seperti diketahui, antioksidan bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit kronis yang disebabkan radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul yang dihasilkan melalui proses metabolisme tubuh yang jika jumlahnya terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh mengalami stres oksidatif. Kondisi tersebut dikaitkan dengan penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker .

Antioksidan yang terdapat pada labu kuning sangatlah tinggi, sehingga sanggup menetralisir radikal bebas dan mencegah rusaknya sel-sel dalam tubuh. Selain itu juga melindungi kulit dari kerusakan yang diakibatkan sinar matahari dan menurunkan risiko kanker. 

Dalam hal ini karotenoid juga membantu menetralisir radikal bebas dan melindungi tubuh bayi terhadap kanker tertentu.

Banyak penelitian yang sudah menunjukkan, karotenoid dapat mengurangi risiko kanker dan membantu mengatasi kerusakan sel alami dalam tubuh. Apalagi jika labu dibiarkan mengering setelah dipanen, dikatakan kandungan karotenoidnya lebih tinggi lagi. 

Jadi dengan mengonsumsi labu kuning, bayi sudah memiliki tabungan nutrisi untuk terhindari dari risiko kanker. 

Meningkatkan kesehatan jantung

Manfaat labu kuning untuk bayi lainnya adalah meningkatkan kesehatan jantung. Hal tersebut berkat potasium, vitamin C, dan serat dalam labu. 

Antioksidan dalam labu juga dapat melindungi kolesterol jahat (low-density lipoprotein/LDL) dari oksidasi. Untuk diketahui, partikel kolesterol jahat yang teroksidasi dapat menggumpal di sepanjang dinding pembuluh darah dan membatasi pergerakannya sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Meningkatkan kesehatan kulit

Tahukah Anda bahwa manfaat labu kuning untuk bayi adalah juga meningkatkan kesehatan kulitnya? 

Ya, ada sebuah studi yang mengatakan, karotenoid seperti beta-karoten yang banyak terdapat pada labu kuning dapat bertindak sebagai tabir surya alami, membuat kulit bayi lebih glowing dan mencegahnya dari risiko penyakit kulit. 

Karotenoid yang sudah berubah menjadi vitamin A tadi diangkut ke berbagai organ bayi, termasuk kulit. Bersama dengan vitamin C, lutein, zeaxanthin, dan vitamin E, semuanya menghasilkan kolagen yang berfungsi menjaga kulit bayi tetap sehat. 

Menyehatkan saluran pencernaan

Pada labu kuning terdapat sifat anti-mikroba yang mampu membunuh kuman berbahaya pada usus bayi. Dengan demikian, saluran pencernaan si Kecil juga  tetap sehat.

Tingginya serat pada labu juga membantu mengatur pergerakan usus bayi dan mencegahnya mengalami sembelit.

Yang perlu Mama perhatikan saat membeli labu kuning, terutama labu olahan, pilihlah yang bebas Bisfenol A atau BPA-free (perhatikan label kemasan). Senyawa ini biasa digunakan untuk melapisi bagian dalam wadah makanan dan botol plastik. Tingginya paparan BPA dapat mengganggu fungsi tubuh bayi. 

Dan jika membeli labu kuning asli, olahlah sesuai dengan kemampuan makan bayi

Itulah manfaat labu kuning untuk bayi dan alasan mengapa Anda harus memberikannya pada si Kecil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × five =