MamPap, pernah nggak melihat mata anak tampak tidak sejajar ketika sedang lelah, mengantuk, atau melihat ke arah tertentu? Bagi sebagian orang tua, kondisi seperti ini mungkin dianggap sepele. tidak sedikit yang akhirnya membiarkan begitu saja lantaran mengira mata juling pada anak akan membaik dengan sendirinya seiring usia bertambah besar.
Nyatanya tidak demikian, loh! Strabismus atau mata juling bukan sekadar persoalan penampilan. Kondisi ketika kedua mata tidak mengarah pada titik yang sama ini dapat mengganggu kemampuan mata bekerja secara bersama-sama, termasuk penglihatan binokular dan persepsi kedalaman. Pada anak, strabismus juga dapat meningkatkan risiko ambliopia atau yang lebih dikenal sebagai mata malas.
Kabar baiknya, kondisi ini dapat diperiksa dan ditangani. Pertanyaannya, kapan orang tua sebaiknya membawa anak ke dokter mata?
Jangan Tunggu Mata Juling pada Anak Terlihat Jelas
Berbeda dari anggapan bahwa mata juling anak selalu mudah dikenali, beberapa jenis strabismus justru dapat muncul dan menghilang. Mata anak mungkin terlihat sejajar ketika sedang fokus, tetapi bergeser saat lelah, mengantuk, sakit, atau kehilangan konsentrasi.
Ada pula strabismus yang tersembunyi dan baru terlihat melalui pemeriksaan tertentu. Karena itu, MamPap dapat mulai memperhatikan hal-hal sederhana di rumah. Apa saja?
- Misalnya, apakah posisi mata anak terlihat tidak simetris?
- Apakah anak sering memiringkan kepala ketika melihat sesuatu, menutup salah satu mata, menyipitkan mata, kesulitan menangkap benda, sering menabrak benda di sekitarnya, atau kesulitan memperkirakan jarak?
Foto dan rekaman video juga dapat membantu MamPap melihat pola perubahan posisi mata yang mungkin tidak tampak setiap saat. Namun, temuan tersebut tetap perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan mata secara menyeluruh.

“Pada bayi berusia sekitar tiga hingga empat bulan, mata terkadang tampak belum sepenuhnya terkoordinasi karena sistem penglihatan masih berkembang. Namun, apabila ketidaksejajaran menetap setelah usia empat bulan, mata juling umumnya tidak membaik dengan sendirinya,” jelas Dr. Lely Retno Wulandari, SpM(K), Wakil Ketua INAPOSS (Indonesian Pediatric Ophthalmology and Strabismus Society) sekaligus Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics.
Lebih lanjut Dr. Lely Retno Wulandari, SpM(K), memaparkan bahwa kondisi tersebut dapat memengaruhi penglihatan tiga dimensi dan persepsi jarak, sekaligus meningkatkan risiko ambliopia.
Dengan kata lain, menunggu anak “sembuh sendiri” bukan selalu pilihan yang tepat.
Mata Juling pada Anak Ternyata Punya Banyak Bentuk
Strabismus bukan satu kondisi dengan bentuk yang sama pada setiap orang. Arah pergeseran mata pun bisa berbeda. Jika mata bergeser ke arah hidung, kondisi tersebut disebut esotropia. Sebaliknya, pergeseran mata ke arah luar disebut exotropia. Ada pula hypertropia ketika mata bergeser ke atas dan hypotropia ketika mata bergeser ke bawah.
Dari pola kemunculannya, strabismus juga dapat berupa:
● Manifest, ketika ketidaksejajaran mata terlihat jelas.
● Latent, ketika kecenderungan mata bergeser tersembunyi dan baru terlihat melalui pemeriksaan tertentu.
● Intermittent, ketika mata juling muncul sesekali, misalnya saat anak lelah atau mengantuk.
● Alternating, ketika ketidaksejajaran dapat berpindah antara mata kanan dan kiri.
Keragaman ini pula yang membuat penanganan mata juling tidak bisa disamaratakan. Penyebabnya dapat berkaitan dengan riwayat keluarga, kelahiran prematur, berat lahir rendah, kelainan refraksi yang tidak terkoreksi, perbedaan ketajaman penglihatan antara kedua mata, hingga gangguan pada otot atau saraf penggerak mata.
Pada orang dewasa, strabismus juga dapat muncul berkaitan dengan kondisi neurologis, trauma, diabetes, hipertensi, atau penyakit sistemik tertentu.
Belum lama ini, bertepatan dengan Hari Strabismus Sedunia, pada 10 Agustus 2026, yang bertepatan dengan World Strabismus Day atau Hari Strabismus Sedunia. RS Mata JEC @ Menteng meresmikan Pusat Operasi Mata Juling, layanan khusus untuk pasien anak maupun dewasa dengan strabismus.
Layanan ini dirancang terintegrasi, mulai dari pemeriksaan untuk mengetahui kondisi mata secara menyeluruh, koreksi kelainan refraksi, terapi ambliopia dan latihan penglihatan, hingga operasi otot mata apabila memang diperlukan berdasarkan indikasi medis.
Dr. Referano Agustiawan, SpM(K), Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng, menjelaskan bahwa setiap pasien dapat memiliki penyebab, pola, dan kebutuhan penanganan yang berbeda.
Karena itu, penanganan tidak berhenti pada upaya membuat posisi mata terlihat lebih sejajar.
“Selain memengaruhi fungsi penglihatan, strabismus juga dapat berdampak secara psikososial,” ujarnya.
Apakah Mata Juling pada Anak Selalu Harus Operasi?
Pertanyaan ini mungkin banyak terbersit di benak MamPap. Apakah mata juling pada anak selalu harus operasi?
Tidak bisa dipungkiri, mata juling pada anak tidak hanya memengaruhi rasa percaya diri dan meningkatkan risiko perundungan. Pun saat sudah dewasa, di mana kondisi tersebut dapat berdampak pada interaksi sosial, kepercayaan diri, hingga aktivitas profesional.

Namun, mata juling pada anak sebenarnya tidak harus harus menjalani operasi. Pasalnya, penanganan ditentukan berdasarkan penyebab dan kondisi masing-masing pasien. Dokter perlu mempertimbangkan usia, arah dan besar deviasi mata, ketajaman penglihatan, kelainan refraksi, keberadaan ambliopia, fungsi penglihatan binokular, serta kondisi kesehatan lainnya.
Pilihan terapi dapat berupa kacamata, lensa khusus atau prisma, terapi ambliopia dengan patching, latihan penglihatan tertentu, hingga operasi otot mata. Pemeriksaan juga dapat melibatkan penilaian stereopsis dan koordinasi kedua mata menggunakan alat seperti Synoptophore, TNO, dan Fly Test sesuai kebutuhan pasien.
“Keputusan operasi tidak dibuat hanya untuk memperbaiki penampilan, namun lebih jauh untuk memperbaiki fungsi mata secara menyeluruh, sedapat mungkin dicapai penglihatan binokular tunggal,” jelas Dr. Gusti G. Suardana, SpM(K), Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus sekaligus Ketua Layanan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics.
Jadi, bila operasi memang diperlukan, tindakan tersebut bukan semata-mata untuk membuat mata terlihat lurus. Dokter terlebih dahulu menilai pola dan besar deviasi, fungsi kedua mata, usia, penyebab, serta kondisi kesehatan pasien.
Hal yang Perlu Dilakukan
- Hal paling sederhana adalah tidak mengabaikan perubahan pada mata anak.
- Jika MamPap melihat mata anak sesekali tampak juling, jangan langsung menyimpulkan bahwa itu hanya kebiasaan atau fase perkembangan. Perhatikan kapan kondisi tersebut muncul dan apakah terdapat gejala lain.
- Bila memungkinkan, dokumentasikan dengan foto atau video. Informasi tersebut dapat membantu dokter memahami pola juling yang tidak selalu muncul saat pemeriksaan.
- Orang tua juga perlu segera mencari pemeriksaan medis apabila juling muncul secara mendadak, terutama jika disertai sakit kepala, muntah, kelopak mata turun, kelemahan anggota tubuh, atau gangguan saraf lainnya.
Sebab, semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula dokter dapat menentukan apakah anak cukup mendapatkan koreksi penglihatan dan terapi nonbedah atau membutuhkan penanganan lain.
Perlu digarisbawahi bahwa tujuan penanganan strabismus bukan sekadar membuat kedua mata tampak sejajar ketika seseorang bercermin. Sebab, yang lebih penting adalah bagaimana kedua mata dapat bekerja secara optimal, bagaimana anak dapat mengembangkan fungsi penglihatannya, dan bagaimana pasien dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
Bagi anak, hal ini menjadi semakin penting karena sistem penglihatan masih berkembang. Bagi orang dewasa, penanganan juga dapat membantu ketika perubahan posisi mata menyebabkan penglihatan ganda atau mengganggu aktivitas.
Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD, Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, menekankan bahwa pasien dan keluarga membutuhkan lebih dari sekadar tindakan medis. Mereka juga membutuhkan diagnosis yang tepat, tenaga medis yang kompeten, teknologi yang relevan, serta komunikasi yang membuat mereka memahami keputusan pengobatan.
Kehadiran Pusat Operasi Mata Juling RS Mata JEC @ Menteng pun menjadi salah satu upaya memperkuat layanan subspesialistik untuk pasien dengan strabismus. Bagi orang tua, mungkin ada satu hal sederhana yang perlu diingatm bahwa mata juling bukan kondisi yang sebaiknya dinilai hanya dari penampilannya. Jika mata anak tidak selalu bergerak sejajar, jangan buru-buru menunggu sampai ia besar. Sebab, di balik mata yang terlihat sedikit juling, bisa saja ada fungsi penglihatan yang sedang membutuhkan perhatian.
Ditulis oleh: Khairunisa Ramadhanti
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.









and then