Bulan Ramadan adalah momen istimewa yang penuh berkah. Ini juga menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadan. Bukan hanya bagi MamPap sendiri, tetapi juga baik untuk mengenalkan nilai-nilai ibadah kepada anak sejak dini.
Jenis Ibadah yang Dianjurkan di Bulan Ramadan
Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim yang sudah baligh dan berakal sehat, sebagaimana disampaikan dalam Surat Al-Baqarah ayat 183. Dikutip dari laman NU Online, sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW dijelaskan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
Dari Abi Hurairah berkata, bahwa Rasulullah SAW, bersabda : “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadan dengan dilandasi keimanan kepada Allah dan mengharap pahala dari Allah, akan diampuni dosanya pada masa lampau”. (Hr. Bukhari).
Selain berpuasa sebulan penuh, bulan Ramadan adalah waktu yang tepat kita memperbanyak ibadah lainnya, seperti merutinkan membaca ayat Al-Qur’an hingga khatam, berbagi, serta kebiasaan baik lainnya.
Apa saja jenis ibadah yang dianjurkan di bulan Ramadan?
1. Tadarus Al-Qur’an
Banyak sekali keutamaan membaca dan mengkaji Al-Qur’an, terlebih di bulan Ramadan. Karena itu, mengajak anak untuk membaca atau mendengarkan Al-Qur’an dapat menjadi momen yang berharga. MamPap bisa mengajak si kecil untuk membaca beberapa ayat Al-Qur’an setiap hari.
Allah SWT berfirman:
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an. Ini sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS Al Baqarah: 185).
Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan juga memiliki keutamaan yang berbeda dari hari lainnya, yaitu satu huruf yang dibaca bernilai sepuluh kebaikan jika dibaca di bulan Ramadan.
2. Sholat Tarawih di Malam Hari
Sholat tarawih di malam hari selama bulan Ramadan hukumnya adalah sunnah. Namun meski begitu, ibadah ini sebagai penghapus dosa. Anda bisa mengajarkan anak rutin untuk mengikuti sholat tarawih di masjid atau di rumah bersama keluarga.
3. I’tikaf
Dikutip dari laman Nu Online, i’tikaf adalah berdiam di masjid dengan niat ibadah. Pada bulan Ramadan, Rasulullah melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan sampai akhir hayat beliau. Kemudian istri-istri beliau tetap melakukannya setelah wafatnya Rasulullah SAW.
4. Perbanyak Zikir dan Doa
Memperbanyak zikir dan doa harian bisa menambah pahala sekaligus membantu menghapus dosa yang telah diperbuat. Tidak ada waktu khusus yang diperintahkan untuk berzikir.
MamPap juga bisa mengajarkan anak ibadah ini, seperti membaca “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, dan “Allahu Akbar” sebanyak 33 kali setiap setelah sholat..
5. Bersedekah dan Membayar Zakat
Sedekah merupakan amalan yang sangat mulia juga dianjurkan di hari apa pun, terutama di bulan Ramadan.
Rasulullah pernah ditanya tentang kapan waktu yang utama untuk bersedekah, dan beliau menjawab di bulan Ramadan, seperti dikutip dari Hr. At-Tirmidzi.
Selain itu, juga terdapat kesaksian dari para sahabat Nabi Muhammad SAW bahwa Rasulullah semakin dermawan ketika berada di bulan Ramadan. Artinya beliau memperbanyak sedekah di bulan Ramadan.
Ajarkan anak berbagi dengan sesama di bulan puasa, misalnya dengan sumbangan makanan untuk takjil, sumbangan pakaian untuk yang membutuhkan, hingga berupa uang yang tidak perlu terlalu besar nilainya, untuk mengajarkan empati terhadap orang lain.
Selain itu, zakat fitrah juga hukumnya wajib bagi setiap muslim menjelang akhir bulan Ramadan sebagai bentuk penyucian diri sekaligus wujud kepedulian sesama.
Melalui zakat fitrah, umat Islam diajarkan untuk berbagi, menumbuhkan empati, serta memperkuat rasa kebersamaan.
Tips Mengajak Anak Beribadah di Bulan Ramadan
Dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka, MamPap juga bisa mengajak si kecil untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadan. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:
- Beri contoh. Saat melihat orang tua rajin salat, terbiasa membaca doa, dan berpuasa dengan gembira, mereka akan terdorong mengikuti tanpa perlu disuruh.
Psikolog pendidikan Rumah Dandelion, Binky Paramitha Iskandar M.Psi, juga mengatakan bahwa memberikan contoh yang konsisten di rumah bisa menjadi kunci utamanya.
- Kenalkan secara bertahap sesuai usia. Mulai dari hal kecil, seperti ikut sahur, belajar puasa setengah hari, atau menghafal doa pendek.
“Ajak anak beribadah bersama-sama. Berikan pemahaman juga terkait tanggung jawab dan manfaat yang didapat dengan beribadah pada Allah SWT,” kata Binky saat dihubungi tim Parentsquads.
-
- Buat suasana ibadah jadi menyenangkan. Ajak anak membuat jadwal ibadah dengan buku atau to-do-list berwarna-warni. Aktivitas kreatif membuat mereka lebih antusias.
- Gunakan cerita dan teladan. Ceritakan kisah nabi atau dongeng islami tentang kebaikan, berbagi, dan pahala Ramadan agar anak memahami makna ibadah, bukan sekadar rutinitas.
- Beri apresiasi dan motivasi. Pujian, pelukan, atau stiker bintang setiap kali anak berhasil menjalankan ibadah bisa meningkatkan rasa percaya diri dan semangat mereka.
- Hindari memaksa agar anak tidak merasa terbebani. Binky menambahkan, anak akan merasa ibadah hanya menjadi beban jika ada paksaan dari orangtua, sehingga ia tidak bisa merasakan nikmat dalam menjalankannya.
Itulah beberapa ibadah yang dianjurkan untuk diperbanyak di bulan Ramadan. Melalui pendampingan orang tua, ibadah di bulan Ramadan juga bisa menjadi pengalaman berharga yang bagi si kecil sejak dini. Semoga semua amalan dan ibadah kita dilancarkan ya di Ramadan tahun ini, MamPap. Selamat menjalankan ibadah puasa.
Content Writer Parentsquads










and then