Setuju tidak kalau kita, setelah jadi orang tua selalu memerhatikan buku imunisasi anak, cek apakah jadwal vaksin bisa dilakukan tepat waktu? Mulai dari BCG, Hepatitis, hingga Polio, semuanya lengkap. Di masyarakat kita, kondisi ini sangat lumrah. Kita sering lupa, vaksin tidak hanya untuk anak saja. Ya, vaksin dewasa dan lansia juga sangat diperlukan.
Coba ingat-ingat, kapan terakhir Mama dan Papa vaksin? Atau menemani kakek dan nenek vaksin?
Kadang-kadang, begitu kita menginjak usia dewasa, sibuk bekerja, dan merasa badan sehat-sehat saja, urusan vaksinasi ini mendadak lenyap dari daftar prioritas. Apalagi setelah menyandang status sebagai orang tua. Prioritas utama adalah anak, terlebih lagi soal kesehatannya.
Padahal, kuman, virus, dan bakteri di luar sana tidak pernah memilih-milih usia saat ingin menyerang tubuh manusia. Orang dewasa yang produktif dengan mobilitas tinggi, serta para lansia, justru memiliki risiko yang sama besarnya untuk mendapati komplikasi serius akibat penyakit infeksi.
Vaksin Dewasa dan Lansia Ikut Menyelamatkan Jiwa
Tahukah Mama Papa? Faktanya. selama lebih dari 50 tahun, vaksinasi telah menyelamatkan 154 juta jiwa atau setara dengan 6 jiwa setiap menit setiap tahunnya. Sebanyak 101 jiwa di antaranya adalah bayi hingga akhirnya bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat. Data luar biasa dari riset WHO yang diterbitkan jurnal ilmiah The Lancet ini membuktikan bahwa masa dewasa sehat yang kita nikmati hari ini adalah buah dari investasi investasi vaksin masa kecil.
Lalu pertanyaannya, setelah kita berhasil tumbuh menjadi dewasa yang sehat, mengapa kita berhenti melindunginya?
Sistem kekebalan tubuh kita bukanlah mesin abadi yang kekuatannya konstan seumur hidup. Untuk itulah PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma (Kalventis), bersama Mandaya Royal Hospital Puri bergerak mengadakan edukasi kesehatan khusus untuk membuka mata publik mengenai pentingnya vaksinasi dewasa.
Dalam acara sesi edukasi yang dilangsungkan di Mandaya Hospital (29/05/2016), Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno, memaparkan bahwa Kalbe melalui Kalventis berkomitmen menyehatkan bangsa dengan menyediakan vaksin yang diselaraskan dengan beban penyakit menular di Indonesia.
“Kami juga berupaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai peran penting vaksinasi di segala tahapan usia dalam melindungi keluarga sebab anak-anak, orang dewasa, dan orang lansia tetap berisiko terpapar berbagai penyakit infeksi yang dapat menimbulkan komplikasi serius,” ujar Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno.
Sementara Chief Medical Officer Mandaya Hospital Group, dr. Senta L. Kumurur, MM., menjelaskan bahwa fokus medis saat ini harus bergeser ke arah pencegahan (preventif) agar masyarakat bisa sehat secara berkelanjutan.
“Di Mandaya, kami tidak hanya mendukung proses pemulihan atau pengobatan pasien, tetapi juga mendorong peningkatan upaya pencegahan penyakit, salah satunya melalui penyediaan layanan vaksinasi yang lengkap untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak, dewasa, hingga lansia. Komitmen ini sejalan dengan program promotif dan preventif yang tengah didorong pemerintah, di mana pencegahan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” papar dr. Senta.
Alasan Mengapa Vaksin Dewasa dan Lansia Perlu Diberikan

Hadir di acara yang sama, dr. Visakha Revena Irawan, Sp.PD, AIFO-K menjelaskan berbagai alasan mengapa vaksinasi orang dewasa dan lansia sangat penting. Vakin yang dimaksud juga ditujukan untuk para ibu hamil.
Sering dilupakan, nyatanya vaksin untuk lansia penting untuk diberikan. Hal ini terkait dengan sistem penururan imun tubuh. Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan sistem imun tubuh secara alami, membuat kemampuan melawan infeksi melemah.
Meskipun saat kecil vaksin sudah diberikan, namun vaksinasi tersebut tentu saja tidak menjamin kekebalan seumur hidup. Biar bagaimana pun proteksi vaksin tetap memiliki batas waktu. Misalnya, vaksin tetanus, meski pun saat kecil sudah lengkap diberikan, namun orang dewasa tetap disarankan menerima dosis penguat (booster) setiap 10 tahun sekali.
Seiring bertambahnya usia, mau tidak mau juga membuat sistem imun tubuh menurun sehingga kemampuan melawan infeksi pun turut melemah. Berikut beberapa alasan mengapa vaksin dewasa dan lansia perlu diberikan.
1. Bantu mencegah komplikasi dari berbagai penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin seperti influenza, COVID-19, dan pneumonia.
2. Mengurangi risiko perburukan penyakit, rawat inap, dan kematian secara signifikan.
3. Di negara yang berisiko mengalami penuaan populasi seperti di Indonesia, vaksinasi direkomendasikan untuk melawan peredaran patogen yang berisiko menulari para lansia.
4. Secara tidak langsung, vaksinasi akan menurunkan risiko resistensi antibiotik dan meningkatkan penggunaan antibiotik secara rasional.
5. Sama pentingnya dengan nutrisi dan olahraga, vaksinasi merupakan langkah konkrit paling efektif untuk membantu menangkal penyakit menular langsung dari akarnya.
6. Sama dengan vaksin anak, vaksin dewasa dan lansia pada dasarnya juga bisa melindungi orang di sekitarnya. Ketika kita divaksin, maka kita ikut membantu menciptakan benteng bagi mereka yang tidak memiliki sistem imun yang mencukupi untuk menerima vaksin.
Vaksin Dewasa dan Lansia yang Perlu Berikan

Lebih lanjut, dr. Visakha, dokter spesialis penyakit dalam dari Mandaya Royal Hospital menjelaskan ada beberapa vaksin dewasa dan lansia yang perlu diberikan.
1. Vaksin Influenza.
Tidak hanya anak-anak orang dewasa dan lansia juga membutuhkan vaksin influnza yang diberikan satu tahun sekali.
2. Vaksin Degue.
Bisa diberikan untuk usia 18 tahun sampai 60 tahun.
3. Vaksin Tetanus, Difteri dan Pertusis.
Vaksin Tdap ini bisa membantu mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan. Vaksin ini mengandung mikroorganisme yang sudah mati. Imunisasi untuk dewasa berupa vaksin Tdap direkomendasikan untuk Anda yang belum pernah mendapat vaksinasi difteri setelah usia 11 tahun, bekerja di rumah sakit, hamil memasuki usia kandungan 27–36 minggu, berusia 65 tahun ke atas, atau akan mengasuh bayi berusia di bawah setahun. Selain itu sangat disarankan untuk mendapatkan vaksin penguat tiap 10 tahun sekali guna mencegah terkena bakteri penyebab difteri dan tetanus.
4. Vaksin Varicella
Banyak orang dewasa yang yang santai saja ketika belum pernah kena cacar air (Varicella), padahal cacar air bisa menyerang orang dewasa dan lansia. bahkan terkadang memiliki tingkat keparahan yang jauh lebih tinggi dibandingkan jika dialami oleh anak-anak.

5. Vaksin Pneumokokal
Diberikan untuk mencegah pneumonia (paru-paru basah). Vaksin PCV-13 diberikan untuk usia mulai dari 19 tahun ke atas, dan PPSV23 diberikan untuk usia mulai dari 50 tahun.
6. Vaksin Herpes Zooster
Vaksin ini perlu diberikan teruatama untuk lansia di atas 50 tahun. Ketika seseorang memasuki usia di atas 50 atau 60 tahun, tubuh mengalami proses penuaan alami yang disebut immunosenescence. Karena sistem imun tubuh mulai melemah dan “lengah”, virus yang tadinya tidur di sel saraf mendadak bangun kembali.
Saat bangun, virus ini tidak lagi menyebabkan cacar air biasa, melainkan bermutasi menjadi Herpes Zoster (Cacar Ular). Disebut cacar ular karena ruam lepuhannya khas: berjejer melepuh seperti melepuh merah mengikuti jalur saraf, biasanya melingkar di satu sisi perut, dada, wajah, atau punggung.
Lebih lanjut dr. Visakha juga mengingatkan kadang kita menganggap flu adalah kondisi medis yang ringan sehingga sering disepelekan. Orang dewasa yang telah divaksinasi flu dan dirawat di rumah sakit karena flu memiliki risiko 26% lebih rendah untuk dirawat di unit perawatan intensif atau ICU. Selain itu, risiko kematian akibat flu juga lebih rendah sebanyak 31% dibandingkan dengan orang yang tidak divaksinasi.
Selain itu, bagi orang dewasa yang sering bepergian, bekerja di ruang tertutup, atau hobi kulineran, ancaman penyakit seperti influenza, hepatitis B, meningitis, hingga Japanese Encephalitis (JE) yang merusak otak selalu mengintai. Vaksin dewasa hadir bukan sebagai opsi tambahan, melainkan bagian dari perlindungan kesehatan rutin.
dr. Visakha Revena Irawan, Sp.PD, AIFO-K mengegaskan bahwa bahwa menjaga kesehatan adalah kerja sama lintas generasi. Vaksin tidak hanya diperlukan anak-anak saja, dengan melengakapi vaksin dewasa dan lansia, ini juga bentuk rasa sayang berikan ke diri sendiri dan orang tua yang sudah memasuki usia lansia.l Sudah saatnya kita mengubah sudut pandang. Vaksin merupakan investasi perlindungan terbaik agar keluarga Indonesia dapat terus aktif, produktif, serta tumbuh lebih sehat dan kuat di segala tahapan usia.
Hai, salam kenal 🤗, panggil saya Adis. ‘Terlahir’ jadi ibu, menjadi sadar kalau menjadi orang tua merupakan tugas seumur hidup. Meski banyak tantangan, semua tentu bisa dijalani jika ada dukungan dari lingkungan sekitar. #MamaSquads










and then