Pijat bayi bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan antara orang tua dan si kecil. Selain memberikan sentuhan yang menenangkan, momen ini juga bisa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengenali respons serta kenyamanan bayi. Namun, memijat bayi tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada beberapa panduan pijat bayi yang aman, dan perlu diperhatikan orang tua, mulai dari memilih waktu yang tepat hingga memastikan tekanan pijatan tetap lembut.
Dalam sesi edukasi dan praktik perawatan bayi bersama Bidan Linda Membangun Bonding dengan Anak Sedari Dinidari RSIA Bina Medika Bintaro dalam acara Hospital Parenting Class bertema, orang tua diajak mengenal teknik pijat bayi yang dapat dilakukan di rumah. Bukan hanya mempelajari gerakannya, Mama dan Papa juga perlu memahami kapan pijat sebaiknya dilakukan dan kapan perlu ditunda.
Siapkan Waktu dan Tempat yang Nyaman
Sebelum mulai memijat, pastikan Mama dan Papa memiliki waktu khusus sekitar 15–20 menit. Pilih tempat yang tenang dengan permukaan bersih, lembut, rata, dan stabil untuk membaringkan bayi. Pastikan juga orang tua berada dalam posisi yang nyaman agar tidak kesulitan saat memijat.
Jangan lupa mencuci tangan dan memastikan kuku tetap pendek agar tidak melukai kulit si kecil. Jika ingin menggunakan baby oil atau losion, pilih produk yang sesuai untuk bayi dan gunakan secukupnya agar tangan dapat bergerak dengan lembut di kulitnya.
Hal penting lainnya adalah mengajak bayi berinteraksi sebelum mulai memijat. Mama dan Papa bisa membelai tubuhnya secara perlahan sambil berbicara dengan suara lembut. Dengan begitu, bayi mendapat kesempatan untuk merespons sentuhan yang diberikan.
Tidak semua kondisi merupakan waktu yang tepat untuk memijat bayi. Sebaiknya, hindari pijat ketika si kecil sedang mengantuk, tidur, rewel, baru selesai menyusu atau makan, maupun sedang demam. Bayi yang baru selesai minum susu juga perlu diberi jeda agar tidak merasa tidak nyaman. Jika bayi sedang sakit, memiliki luka terbuka, atau tali pusatnya belum sembuh, tunda pijatan dan konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Bidan Linda juga mengingatkan orang tua agar tidak memaksakan pijat ketika bayi menunjukkan ketidaknyamanan. “Jangan memaksakan anak untuk dipijat,” demikian pesan Bidan Linda dalam sesi praktik tersebut. Jika bayi menangis atau terlihat tidak nyaman, hentikan pijatan sementara, tenangkan si kecil, dan coba kembali pada waktu lain jika kondisinya sudah memungkinkan.
Setelah imunisasi, perhatikan pula kondisi bayi. Jika si kecil masih rewel, merasa nyeri, atau mengalami demam, sebaiknya tunda pijatan dan ikuti arahan tenaga kesehatan.
Mulai dari Kaki, Lalu Lanjutkan ke Bagian Tubuh Lain
Dalam praktik yang diperagakan Bidan Linda, pijat bayi dimulai dari bagian kaki. Mama dan Papa bisa menggunakan telapak tangan dan jari untuk memberikan usapan lembut pada telapak kaki, tumit, punggung kaki, hingga betis.
Lakukan gerakan perlahan dengan tekanan ringan. Hindari menekan terlalu kuat atau memanipulasi persendian bayi. Perhatikan respons si kecil selama proses berlangsung. Setelah bagian kaki, pijatan dapat dilanjutkan ke tangan dan lengan. Usap perlahan dari bagian bawah menuju atas, tanpa menarik atau memutar tangan bayi secara paksa.
Bagian dada dan punggung juga dapat menjadi area pijatan untuk membantu bayi merasa nyaman. Saat memijat punggung, pastikan bayi berada dalam posisi yang aman dan kepala serta lehernya tetap tersangga dengan baik ketika perlu mengubah posisi.
Tidak perlu menyelesaikan seluruh rangkaian pijatan jika bayi sudah terlihat lelah atau tidak nyaman. Kenyamanan si kecil tetap menjadi prioritas.
Bagaimana dengan pijat perut bayi? Dalam sesi praktiknya, Bidan Linda memperkenalkan teknik pijat perut yang dikenal sebagai pijat I love you. Gerakan ini dilakukan dengan membentuk pola menyerupai huruf I, L, dan U pada area perut bayi.
Meski demikian, pijatan pada perut bayi perlu dilakukan dengan sangat lembut. Hindari tekanan kuat, terutama pada bayi baru lahir. Jangan memijat perut jika bayi sedang mengalami nyeri, perut tampak membesar, muntah berulang, atau menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan.
Pijat perut juga tidak boleh dianggap sebagai pengganti pemeriksaan medis ketika bayi mengalami kolik atau gangguan pencernaan. Jika keluhan terus berulang atau Mama dan Papa merasa khawatir, konsultasikan dengan dokter anak.
Dalam demonstrasi Bidan Linda, pijatan juga diperagakan pada area wajah, seperti dagu, pipi, dahi, dan sekitar telinga. Namun, tidak semua bayi merasa nyaman ketika wajahnya disentuh. Karena itu, pijat wajah bukan bagian yang wajib dilakukan. Jika bayi menolak atau terlihat terganggu, Mama dan Papa bisa melewatkannya dan berfokus pada bagian tubuh yang lebih nyaman bagi si kecil.
Perlu diingat, pijat wajah tidak dapat dijadikan cara untuk mengatasi saluran air mata yang tersumbat atau belekan. Jika mata bayi terus mengeluarkan kotoran, tampak merah, bengkak, atau mengeluarkan cairan yang tidak biasa, sebaiknya periksakan ke dokter.
Pijat Bayi yang Aman Harus Lembut dan Mengikuti Respons Si Kecil
Satu hal yang ditekankan dalam praktik bersama Bidan Linda adalah pentingnya memperhatikan tekanan pijatan. Tubuh bayi masih sensitif sehingga pijatan harus dilakukan secara lembut, tanpa gerakan mendadak atau tekanan berlebihan. Mama dan Papa juga tidak perlu memaksakan durasi pijat hingga 15–20 menit apabila bayi sudah menunjukkan tanda tidak nyaman. Waktu tersebut merupakan waktu yang disediakan untuk sesi pijat, bukan target yang harus dipenuhi setiap kali.
Jika bayi menangis, menghindar, menegang, atau tampak tidak menikmati sentuhan, hentikan pijatan dan berikan jeda. Orang tua dapat mencoba kembali ketika bayi sudah tenang dan siap menerima sentuhan.
Pijat bayi juga bukan kewajiban yang harus dilakukan setiap hari. Frekuensinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, dan respons bayi.
Pijat bayi bukan tentang seberapa banyak gerakan yang berhasil dilakukan, melainkan bagaimana orang tua memberikan sentuhan dengan aman dan penuh perhatian. Melalui momen sederhana ini, Mama dan Papa bisa belajar mengenali bahasa tubuh si kecil, merespons kebutuhannya, dan membangun kedekatan sejak dini.
Jadi, sebelum mulai memijat, pastikan bayi dalam kondisi nyaman, tempatnya aman, tangan bersih, dan tekanan pijatan tetap lembut. Jika Mama dan Papa belum yakin dengan tekniknya, mintalah tenaga kesehatan untuk memperagakan secara langsung agar pijat bayi dapat dilakukan dengan tepat.
Ingat, tidak perlu memaksakan pijatan. Ketika si kecil belum siap, memberikan pelukan, mengajaknya berbicara, atau menenangkan bayi juga merupakan bentuk perhatian dan bonding yang berharga.
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.











and then