10 Tanda Bayi Tumbuh Normal Meski Berat Badan Tidak Cepat Naik

tanda bayi tumbuh normal

Setiap orang tua pasti ingin bayinya tumbuh dengan cepat dan optimal. Namun sayangnya, tidak semua bayi mengalami kenaikan berat badan yang pesat, dan itu belum tentu bukan tanda bayi tumbuh normal. Meski angka timbangan bergerak agak lambat, tetapi ada juga bayi yang tetap aktif dan berkembang dengan baik.

Karena itu, penting untuk MamPap memahami tanda bayi tumbuh nornal, untuk memastikan si kecil tetap berada di grafik pertumbuhan yang sehat. 

Bagaimana Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Tahun Pertama?

Dilihat dari berat badan, bayi yang sehat sebenarnya memiliki beragam ukuran tubuh. Namun, jika melihat rata-rata pertumbuhannya, sebagian besar bayi telah mencapai berat lahir tiga kali lipat pada ulang tahun pertamanya. Ukuran lingkar kepala mereka tumbuh sekitar 10 hingga 13 sentimeter. Dan sebagian besar bayi tumbuh sekitar 24 sentimeter lebih panjang di tahun pertama.

Namun, pertumbuhan bayi tidak konstan. Pertumbuhannya terjadi secara alami. Nutrisi yang dikonsumsi memengaruhi seberapa cepat bayi tumbuh. Dan gen yang diwarisi bayi juga memengaruhi pertumbuhannya. 

Read More

Dikutip dalam laman Mayo Clinic, umumnya pertumbuhan bayi mengikuti beberapa pedoman dasar untuk pertumbuhan di tahun pertama, seperti:

  • Berat badan. Bayi cenderung bertambah berat badan dengan cepat dan kemudian melambat. Dalam beberapa bulan pertama, bayi akan bertambah sekitar 28 gram per hari. Pertambahan ini melambat di usia sekitar 4 bulan menjadi sekitar 20 gram per hari. Saat mereka berusia 6 bulan, banyak bayi bertambah berat badannya kurang lebih sekitar 10 gram per hari.
  • Tinggi badan. Sejak lahir hingga usia sekitar 6 bulan, bayi cenderung tumbuh sekitar 2,5 cm per bulan. Dari usia 7 hingga 12 bulan, bayi mungkin tumbuh sekitar 1,3 cm setiap bulan.
  • Ukuran kepala. Ukuran kepala bayi diukur untuk mendapatkan gambaran tentang seberapa baik pertumbuhan otaknya. Selama bulan pertama, kepala bayi mungkin bertambah sekitar 2,5 cm. Namun, rata-rata, tengkoraknya tumbuh sekitar 1 cm setiap bulan.

Pertumbuhan bayi harus dipantau secara berkala. Dokter anak atau petugas layanan kesehatan masyarakat akan membantu MamPap untuk memantau pertumbuhan si kecil dengan menyesuaikan standar grafik pertumbuhan, dan memastikan pertumbuhan yang stabil. 

Tanda Bayi Tumbuh Normal 

tanda bayi tumbuh normal, perkembangan bayi

Meskipun MamPap khawatir dengan perkembangan bayi Anda, ada beberapa cara untuk mengetahui bahwa perkembangan si kecil masih dalam batas normal dan sehat. Selain rutin memeriksakan diri ke dokter anak, berikut beberapa indikator untuk membantu meyakinkan Anda bahwa mereka baik-baik saja, seperti dikutip dalam laman Parents.

1. Perhatikan Popoknya

Selain berat badannya yang bertambah, bayi umumnya mengompol sekitar 8-10 kali dalam sehari. Bayi baru lahir yang sehat, setelah sekitar satu minggu kehidupannya, seharusnya memiliki sekitar 5-6 popok basah dan 2-4 popok kotor (tinja) per hari.

Frekuensi buang air kecil bisa menunjukkan bahwa bayi mendapatkan cukup ASI atau asupan cairannya, meskipun Anda merasa jumlahnya berubah dari satu kali menyusui ke sesi berikutnya. 

Saat kunjungan ke dokter, MamPap ditanyakan tentang frekuensi popok basah yang rutin untuk membuktikan apakah si kecil menyusu dengan baik. 

Jika bayi sering buang air besar kering dan/atau tidak buang air besar sama sekali, ia mungkin mengalami dehidrasi atau malnutrisi, yang bisa menjadi tanda bahwa ia tidak cukup makan atau ada masalah lain yang mendasarinya. Kondisi ini perlu diperiksa oleh dokter anak sesegera mungkin.

2. Makan dengan Baik

Bayi baru lahir yang sehat biasanya menyusu setiap 2-4 jam. Jika bayi Anda sering menolak makan, tidak tertarik makan, atau mengalami kesulitan menyusu atau minum dari botol, penting untuk segera memeriksakan diri.

3. Menoleh ke Asal Suara dan Mendengarkan

Pendengaran bayi juga berkembang, dan otak mereka dapat membedakan suara. Bayi dapat mendengar sejak lahir, tetapi butuh beberapa minggu bagi mereka untuk dapat menyaring kebisingan dari kehidupan sehari-hari. 

Setelah Anda melihat si kecil bereaksi terhadap suara dengan mencari sumbernya, MamPap akan tahu bahwa pendengarannya berkembang dengan normal dan mereka semakin ingin tahu tentang apa yang mereka dengar.

4. Tenang dengan Sentuhan dan Suara Anda

Bayi dan ibunya memiliki hubungan yang erat. Suara orangtuanya adalah bagian penting dari perkembangan mereka sejak dii dalam rahim. Karena itu, suara orang tua menjadi sesuatu yang menarik perhatian mereka.

Ketika anak merasa tenang karena kehadiran Anda, itulah langkah pertama mereka dalam membangun ikatan dengan Mampap dan tanda yang jelas bahwa mereka sedang berkembang secara emosional.

5. Bayi Mulai Belajar

Setelah bayi mulai menguasai otot matanya dan berfokus pada target (wajah seseorang), bayi akan tenang dan waspada. Mereka memerhatikan segala sesuatu di sekitar mereka dan memproses segala macam informasi baru.

6. Mereka Fokus pada Pola, Warna, dan Gerakan

Penglihatan mereka semakin tajam dan otak mereka berkembang. Bayi dilahirkan dengan penglihatan sekitar 20/100, dan mereka dapat melihat antara 20 dan 30 cm, kira-kira jaraknya antara wajah bayi dan wajah ibu saat menyusuinya.

Pada usia 1 bulan, mereka dapat melihat hingga 45 cm. Dan pada usia 2 bulan, umumnya bayi mulai melacak pola, warna-warna cerah, dan benda-benda yang berputar, seperti mainan ponsel atau kipas angin. Mereka tidak memiliki penglihatan warna yang sempurna atau persepsi kedalaman yang baik, itulah sebabnya warna-warna kontras cenderung menarik perhatian mereka. Jadi, jika Anda melihat si kecil memerhatikan dunia di sekitar mereka, itu pertanda baik.

7. Melakukan Kontak Mata dan Tersenyum

Momen pertama kontak mata yang sesungguhnya dengan bayi baru lahir biasanya terjadi saat mereka berusia satu bulan. Anda mungkin melihat senyum pertamanya sekitar usia 2 bulan, mengoceh di usia 3 bulan, dan tertawa di usia 4 bulan. Bagi orang tua, semua momen ini adalah penting.

Semua interaksi ini menunjukkan bahwa bayi terhubung dengan Anda dan sadar akan lingkungan sekitarnya. Saat bayi berusia sekitar 5 bulan, mereka cenderung akan membalas senyuman ketika seseorang tersenyum kepada mereka, seolah-olah itu refleks. Perilaku-perilaku ini merupakan indikator penting perkembangan sosial dan bahasa awal. 

8. Menangis Lebih Jarang dan Tidur Lebih Teratur

Perhatikan apakah bayi sudah mulai tidur siang yang cukup teratur setiap hari dan rentang waktu empat jam atau lebih di antara waktu menyusu di malam hari. Peralihan menuju rutinitas yang lebih teratur ini merupakan hasil dari sistem saraf bayi Anda yang sedang mempelajari seluk-beluknya. Beberapa bayi mencapainya dengan cepat; yang lain baru akan mencapainya sekitar usia 4 bulan.

9. Dapat Menopang Berat Badannya Sendiri

Ini mengindikasikan otot-otot bayi semakin kuat. Banyak bayi mampu mengangkat kepala mereka sebentar pada usia 1 bulan. Pada saat mereka berusia 3 bulan, mereka biasanya melakukannya lebih teratur dan dengan keterampilan yang lebih baik. Jika bayi Anda dapat mengangkat kepala atau bergeser, artinya mereka sedang melatih otot-otot mereka yang sedang tumbuh.

Tummy time sangat penting untuk mengembangkan otot-otot bayi, termasuk otot-otot yang nantinya akan membantu mereka berguling dan duduk tanpa bantuan.

10. Berat Badannya Tetap Bertambah

Salah satu tanda terpenting bayi sehat adalah berat badannya bertambah sesuai perkiraan. Pada setiap kunjungan perawatan bayi baru lahir, dokter akan menimbang bayi dan mengukur panjang badan, lingkar kepala, dan memeriksa kondisi lainnya untuk memastikan pertumbuhannya tepat, meski tidak naik drastis. Dalam beberapa minggu dan bulan pertama kehidupannya, sangat penting bagi bayi untuk mengalami kenaikan berat badan sesuai perkiraan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika melihat salah satu tanda atau gejala penyakit atau kelainan pada bayi berikut, MamPap harus menghubungi dokter untuk mencari pertolongan darurat sesegera mungkin:

  • Bayi tidak mau makan.
  • Bayi menangis terus-menerus.
  • Bayi baru lahir tidak pernah tidur.
  • Bayi mengalami penurunan berat badan. 
  • Kulit bayi tampak biru, ungu, kuning, atau putih. 
  • Popok bayi baru lahir sering kering. 
  • Bayi tidak buang air besar. 
  •  Bayi mengalami kesulitan bernapas. 

Meskipun bayi terlihat sehat, mungkin ada kondisi atau masalah yang mendasarinya yang hanya dapat dideteksi oleh dokter anak melalui pemeriksaan fisik. Karena itu, penting bagi MamPap untuk mengikuti jadwal kontrol pemeriksaan bayi dengan bersama dokter anak Anda.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× one = five