Belajar Membangun Bonding dengan Anak, Mulai dari Kehamilan hingga Bayi Lahir di Hospital Parenting Class

cara membangun bonding dengan anak

Cara membangun bonding dengan anak bukan hanya tentang seberapa banyak waktu yang dihabiskan bersama, tetapi juga bagaimana Mama dan Papa hadir dalam setiap tahap tumbuh kembang si kecil. Bahkan, proses membangun bonding bisa dimulai sejak masa kehamilan dan terus diperkuat setelah bayi lahir melalui interaksi sederhana sehari-hari.

Pentingnya membangun kedekatan orang tua dan anak menjadi salah satu pembahasan dalam Hospital Parenting Class Parentsquads di RSIA Bina Medika Bintaro pada 11 Oktober 2026. Mengangkat tema “Membangun Bonding Sedari Dini”, acara ini menghadirkan dr. Clara Devina, M.Ked (Ped) Sp.A, yang membahas peran Mama dan Papa dalam membangun hubungan emosional dengan anak sejak awal kehidupan.

Lantas, bagaimana cara membangun bonding dengan anak yang baik, terutama untuk orang tua baru?

Bonding Bukan Hanya Tugas Mama, Papa Juga Punya Peran Penting

cara membangun bonding dengan anak, clara devina

Read More

Selama ini, pengasuhan bayi kerap lebih banyak dikaitkan dengan peran ibu. Padahal, Papa juga memiliki peran penting dalam membangun kedekatan dengan si kecil sejak dini.

Menurut dr. Clara Devina, keterlibatan Papa bahkan bisa dimulai sejak masa persiapan menjadi orang tua, misalnya dengan mengikuti kelas parenting, kelas persiapan merawat bayi, hingga mempelajari cara menggendong si kecil.

Persiapan tersebut bukan hanya membantu Papa memahami kebutuhan bayi, tetapi juga membangun kesiapan mental untuk menjalani peran baru sebagai orang tua.

Setelah bayi lahir, Papa bisa terlibat dalam berbagai kegiatan pengasuhan, seperti menggantikan ibu menjaga bayi agar Mama bisa beristirahat, mengajak si kecil bermain sesuai usianya, melakukan tummy time sesuai tahap perkembangannya, hingga melakukan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact). “Yang penting masing-masing memberikan cinta tulusnya kepada anak,” jelas dr. Clara dalam sesi tersebut.

Dengan terlibat langsung dalam pengasuhan, Papa memiliki kesempatan untuk membangun kedekatan dengan si kecil melalui pengalaman sehari-hari. Sementara itu, Mama juga mendapatkan dukungan untuk beristirahat dan memulihkan kondisi setelah melahirkan.

Mama dan Papa tidak harus selalu menyiapkan aktivitas khusus untuk membangun bonding dengan anak. Interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten juga bisa menjadi bagian dari proses membangun kedekatan. Misalnya, mengajak bayi berbicara, menyentuhnya dengan lembut, menemani waktu bermain, atau memberikan perhatian saat si kecil membutuhkan bantuan.

Saat bayi masih sangat kecil dan belum bisa menyampaikan kebutuhannya melalui kata-kata, Mama-Papa dapat belajar memahami responsnya, seperti tangisan, senyuman, dan gerakan tubuh.

Seiring bertambahnya usia, cara membangun bonding pun bisa disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Pada usia balita, misalnya, orang tua dapat meluangkan waktu untuk bermain bersama, mendengarkan cerita anak, dan menjelaskan berbagai hal dengan bahasa yang mudah dipahami.

Konsistensi dalam memberikan perhatian dan kasih sayang menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Kedekatan yang dibangun setiap hari dapat membantu anak merasakan kehadiran orang tua dalam kehidupannya.

Bila Cara Pengasuhan Mama dan Papa Berbeda

cara membangun bonding dengan anak, sesi talkshow

Setiap orang tua memiliki karakter dan cara tersendiri dalam menunjukkan kasih sayang. Ada Mama yang cenderung tegas, sementara Papa lebih lembut saat menghadapi anak. Perbedaan tersebut tidak selalu menjadi masalah selama keduanya tetap memiliki tujuan pengasuhan yang sejalan.

Dr. Clara menjelaskan bahwa anak usia balita masih berada dalam tahap eksplorasi. Mereka senang mencoba berbagai hal, tetapi belum selalu memahami risiko dari tindakan yang dilakukan. “Karena itu, orang tua perlu memberikan batasan ketika anak melakukan sesuatu yang berbahaya, berpotensi melukai dirinya sendiri, atau mengganggu orang lain.”

Alih-alih hanya melarang, orang tua dapat menjelaskan alasan di balik aturan tersebut. Misalnya, ketika anak mencoba memanjat tempat yang berbahaya, jelaskan bahwa ia bisa terjatuh dan terluka jika tidak berhati-hati. Penjelasan yang diberikan secara perlahan dan berulang dapat membantu anak belajar memahami sebab dan akibat.

Meski cara pendekatan Mama dan Papa bisa berbeda, keduanya perlu menjaga kesepakatan mengenai aturan dasar dalam pengasuhan. Jangan sampai sesuatu yang dilarang oleh Mama justru diperbolehkan oleh Papa tanpa alasan yang jelas, karena hal ini bisa membuat anak bingung mengenai batasan yang berlaku.

Dengan komunikasi yang baik antara orang tua, anak dapat memperoleh keseimbangan antara kasih sayang, kebebasan bereksplorasi, dan kedisiplinan. Tantangan membangun bonding juga dapat muncul ketika Papa harus kembali bekerja atau menjalani perjalanan dinas setelah kelahiran bayi.

Dalam sesi tanya jawab, seorang calon ayah yang istrinya sedang hamil lima bulan bertanya mengenai waktu terbaik untuk mengambil cuti agar bisa mendampingi proses persalinan dan membangun kedekatan dengan bayi, terutama karena ia berpotensi harus bepergian selama beberapa minggu.

Dr. Clara menekankan pentingnya mempersiapkan kondisi fisik dan mental kedua orang tua sebelum bayi lahir. Persiapan ini juga mencakup pembagian peran dan dukungan yang dibutuhkan keluarga setelah persalinan.

Jika Papa memiliki waktu cuti terbatas, waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk terlibat aktif dalam pengasuhan bayi sekaligus membantu Mama menjalani masa pemulihan setelah melahirkan.

Selain itu, rencana dukungan dari keluarga atau orang terdekat sebaiknya dibicarakan sejak sebelum bayi lahir. Misalnya, siapa yang bisa membantu menyiapkan makanan, membantu pekerjaan rumah, atau memberikan kesempatan kepada Mama untuk beristirahat. Ketika harus berjauhan, Papa juga dapat menjaga komunikasi melalui panggilan video atau percakapan rutin. Tidak hanya menanyakan kabar bayi, Papa perlu menanyakan kondisi Mama dan bantuan apa yang sedang dibutuhkan.

Keterlibatan tersebut dapat membantu Mama merasa didukung dalam menjalani peran barunya. Pembagian tugas dan komunikasi yang baik juga dapat membantu orang tua menghadapi perubahan rutinitas setelah kelahiran bayi.

Sentuhan Lembut dan Interaksi dengan Bayi Perlu Dilakukan dengan Nyaman

cara membangun bonding dengan anak, booth fany baby

Bonding dengan bayi juga dapat dibangun melalui sentuhan dan interaksi yang lembut. Bahkan ketika si kecil masih berada di dalam kandungan, Mama bisa mulai membangun kedekatan dengan berbicara kepadanya dan memberikan sentuhan lembut pada perut.

Dalam menjawab pertanyaan peserta mengenai kehamilan trimester ketiga, dr. Clara menjelaskan bahwa sentuhan lembut pada perut tetap dapat dilakukan selama tidak menggunakan tekanan yang kuat atau gerakan berlebihan. “Mama juga dapat mengajak bayi berbicara atau memperdengarkan musik sebagai bagian dari interaksi selama kehamilan.”

Setelah bayi lahir, orang tua bisa mempelajari perawatan bayi baru lahir (newborn care), termasuk cara menggendong, memijat bayi, dan menyusui dengan posisi serta pelekatan yang tepat.

Pemahaman mengenai perawatan bayi dapat membantu orang tua merasa lebih siap menghadapi kebutuhan si kecil setelah lahir. Mama-Papa pun dapat memanfaatkan kelas edukasi yang tersedia untuk mempelajari keterampilan tersebut sebelum memasuki masa pengasuhan sehari-hari.

Meski begitu, jika Mama memiliki kehamilan berisiko atau mengalami keluhan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai aktivitas dan sentuhan yang aman dilakukan.

Membangun kedekatan dengan anak tidak harus selalu dilakukan melalui momen istimewa. Kehadiran, perhatian, komunikasi, dan keterlibatan Mama-Papa dalam pengasuhan sehari-hari merupakan bagian dari proses tersebut.

Setiap keluarga juga memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda. Ada orang tua yang sedang beradaptasi dengan kehadiran anak pertama, ada yang belajar membagi perhatian antara kakak dan adik, dan ada pula yang harus menjalani pengasuhan jarak jauh untuk sementara waktu.

cara membangun bonding dengan anak, mini mcu

Melalui Hospital Parenting Class bertema “Membangun Bonding Sedari Dini” di RSIA Bina Medika Bintaro, MamPap diajak memahami bahwa membangun kedekatan dengan si kecil merupakan perjalanan bersama yang membutuhkan kesiapan, komunikasi, dan kerja sama.

Tak hanya itu, setelah talkshow, ada sesi bersama Bidan Linda yang mengajarkan cara pijat anak dan menggendong bayi yang aman. Di acara ini peserta juga bisa melakukan medical check up di booth mini MCU dari RSIA Bina Medika dan mengunjungi booth dari Fany Baby. Plus, pulangnya bawa goodie bag yang banyak.

Bagi Mama dan Papa yang belum sempat ikutan Hospital Parenting Class dari Parentsquads, jangan lupa untuk selalu cek update kami di Instagram @parentsquads dan website kami!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixty six + = seventy six