Jangan Tunggu Sakit, Ini Cara Menjaga Kesehatan Anak di Sekolah Sesuai Anjuran IDAI

cara menjaga kesehatan anak di sekolah

Kembali sekolah setelah masa liburan menjadi momen penting bagi anak. Mereka mungkin akan sangat antusias bertemu teman-teman, guru, dan tak sabar menjalani aktivitas di lingkungan sekolahnya. Namun, transisi ini tentu tidak mudah. Karena itu, MamPap perlu tahu cara menjaga kesehatan anak di sekolah setelah masa liburan. 

Dalam seminar media bersama IDAI, Dr. dr. Hesti Lestari, Sp.A, Subsp. TKPS(K), Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI menjelaskan apa saja persiapan yang harus dilakukan dan dimiliki seorang anak, sebelum masuk sekolah, terutama memastikan kesehatan fisiknya. 

Cara Menjaga Kesehatan Anak di Sekolah

Mulai bersekolah bukan hanya sekadar memulai kegiatan belajar mengajar. Kegiatan ini mewakili transisi emosional, sosial, dan juga fisik seorang anak. 

Setelah punya banyak waktu luang tanpa rutinitas yang padat, jadwal yang lebih santai, dan tuntutan yang lebih sedikit, anak-anak mungkin harus ‘berjuang’ saat memulai bersekolah, karena mereka harus beradaptasi terhadap beberapa hal. 

Read More

“Anak siap sekolah itu adalah salah satu tonggak milestone tumbuh kembang anak, yaitu ketika anak siap mengikuti perubahan kegiatan dari rumah ke sekolah, dan dia siap untuk terlibat dalam pengalaman belajar di sekolah,” ungkap dr. Hesti. 

Menurutnya untuk bisa siap bersekolah, anak harus disiapkan sedini mungkin untuk menghadapi proses belajar mengajar. “Sebelumnya sudah harus ada stimulasi yang berkelanjutan dan membutuhkan pengalaman seorang anak. Jadi, tidak begitu saja kognitifnya sudah berkembang,” tambahnya. 

Persiapan masuk sekolah dapat membantu anak untuk: 

  • Mempersiapkan kesehatan fisik anak
  • Mengurangi kecemasan dan stres emosional.
  • Meningkatkan motivasi dan antusiasme untuk belajar.
  • Meningkatkan rasa kendali dan keamanan anak.
  • Mendukung kepercayaan diri dan kemandirian anak.

Pengenalan rutinitas dan pembicaraan terkait sekolah secara bertahap memungkinkan anak-anak untuk menyesuaikan diri dengan kecepatan mereka sendiri. Dengan cara ini, anak-anak akan lebih mudah melalui beberapa hari pertama sekolah.

Komponen Kesiapan Sekolah

Dokter Hesti memaparkan, ada beberapa komponen yang harus dimiliki seorang anak untuk siap sekolah, di antaranya: 

1. Kesiapan Sosial Emosional 

Kesiapan sosial akan membantu anak dalam proses integrasi di kelas dan menjadi bagian dari kelompok. Misalnya, berinteraksi dengan teman secara efektif, berperilaku yang bisa diterima atau budi pekerti yang baik, menghargai teman, kemampuan mengontrol diri, dan bekerja sama. 

Sementara, kematangan emosional merupakan aset penting dalam memulai sekolah. Misalnya, kemampuan memerhatikan, tidak mengganggu teman, tetap mengikuti latihan yang berulang, tidak menangis setiap mengalami kegagalan, memiliki rasa percaya diri dan rasa ingin tahu yang lebih sehat. 

2. Kesiapan Fisik dan Motorik

Kesehatan fisik berhubungan dengan kecukupan energi dan kekebalan terhadap infeksi, seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan bisa menjadi sumber ketidakmampuan belajar. Gangguan tidur juga menyebabkan belajar tidak normal. 

Sementara, perkembangan motor kasar akan memudahkan anak untuk mengikuti permainan dan kegiatan fisik. Keterampilan motor halus menunjang kemampuan memegang pensil dan membuka halaman buku. 

3. Kesiapan Bahasa dan Komunikasi

Bahasa merupakan dasar dan awal dari proses menulis dan membaca. Dua aspek keterampilan berbahasa, yaitu memahami apa yang dikatakan orang lain, dan berkomunikasi secara verbal dengan cara yang dimengerti orang lain. 

4. Kesiapan Kognitif

Keterampilan kognitif awal sangat bermanfaat untuk anak memulai sekolah. Anak yang telah mendapat pengalaman membaca bersama orangtua, akan mengetahui bagaimana cara membalik halaman dan memahami bahwa kata adalah simbol dari bahasa dan huruf memiliki bunyi. 

Anak yang mendapat stimulasi akan memahami hubungan ruang seperti di atas, di bawah, di dalam, dan memiliki pengetahuan tentang warna, bentuk, serta aneka hewan. 

5. Kesiapan Cara belajar

Terdapat variasi cara belajar yang berbeda sesuai dengan temperamen dan pengalaman sebelumnya. 

Pentingnya Kesehatan Fisik Anak Sebelum Masuk Sekolah

cara menjaga kesehatan anak di sekolah, anak vaksin

Dalam seminar, dr. Hesti juga menjelaskan, ada sejumlah persiapan yang harus dilakukan orang tua sebelum anak masuk sekolah setelah masa liburan. 

Ia menekankan, pentingnya bagi anak sehat secara fisik menjadi hal yang diutamakan agar anak siap menghadapi kegiatan sekolah dengan fisik yang lebih kuat. Dengan mengoptimalkan kesejahteraan fisik melalui kegiatan promotif, preventif, imunisasi, skrining nutrisi, dan tumbuh kembang anak. 

“Memang anak harus sehat secara fisik. Apalagi, memasuki usia sekolah, anak-anak mulai berisiko mengalami sejumlah penyebaran penyakit,” ungkap dr. Hesti. 

  • Imunisasi. Ia mengingatkan pentingnya imunisasi sebagai tindakan pencegahan penyebaran penyakit yang optimal jika dilakukan sesuai jadwal. “Jadi, untuk menunjang kesehatan secara fisik itu ditunjang oleh daya tahan tubuh yang baik. Dan untuk berbagai macam penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi jangan lupa booster-nya. Jadi, mungkin jika imunisasi basic sudah, tetapi setelah anaknya sudah lebih besar perlu booster yang ditingkatkan lagi efektivitasnya. Apalagi jika masuk usia sekolah dasar,” ungkap dr. Hesti mengingatkan. 
  • Nutrisi. Hal kedua setelah imunisasi yang juga tidak boleh dilupakan adalah kecukupan nutrisi yang juga berperan penting. “Yang menyangkut daya tahan tubuh tadi tentu saja nutrisi juga berperan penting. Jika status gizinya baik, tentu daya tahan tubuhnya juga lebih baik,” kata dr. Hesti. Menurutnya, memantau nutrisi dan tumbuh kembang anak secara dini harus dilakukan secara rutin, bahkan meskipun anak sudah masuk usia sekolah. Jadi, usia memang bukan merupakan satu-satunya faktor untuk kesiapan sekolah. 
  • Higienitas. Hal yang juga tak kalah penting lainnya adalah higienitas atau sanitasi. Memastikan serta membiasakan anak-anak hidup bersih juga bisa menhindarkannya dari penyebaran penyakit. Hal sederhana seperti kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan atau setelah dari luar rumah. 

Tips Lainnya untuk Menunjang Kesiapan Sekolah Anak

  1. Meningkatkan kesejahteraan mental anak dengan mendorong bonding antara orangtua dan anak, meningkatkan peran keluarga dalam pola asuh, mencegah kekerasan dan pengabaian atau penelantaran anak.
  2. Mendorong keluarga untuk menstimulasi perkembangan bahasa dan kognitif anak.
  3. Identifikasi anak yang memiliki risiko masalah perkembangan melalui kegiatan deteksi dini. 

Demikian cara menjaga kesehatan anak di sekolah. Semoga informasi tersebut bermanfaat ya, MamPap.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× three = six