Nggak Cuma Hiburan, Timezone Buktikan Hobi Main Arcade Jadi Ruang Tumbuh dan Cetak Prestasi Anak

Lihat anak betah berlama-lama di depan mesin arcade game center sering kali memicu alarm kekhawatiran kita. Bayangan tentang waktu belajar yang terbuang, kecanduan, hingga perilaku konsumtif langsung muncul di kepala. Namun, benarkah game center hanya membawa dampak negatif?

Faktanya tidak begitu, loh! Setidaknya hal ini dibuktikan lewat prestasi yang sudah diraih tiga talenta muda Indonesia, Chresko Willie, Rizki Arifa (Rifka), dan Muhammad Arwan (Awang). Lewat kegemaran mereka ke game center, Timezone, justru mengantarkan mereka berdiri di podium tertinggi tingkat internasional.

Dalam ajang Pump It Up Dominion: Asia Pacific Tournament 2026 yang baru saja digelar di Korea Selatan, delegasi Indonesia berhasil menorehkan prestasi yang sangat membanggakan. Rifka sukses menyabet Juara 1 pada kategori Speed Female, sementara Willie meraih Juara 2 pada kategori Speed Male, menyisihkan rival-rival tangguh dari enam negara Asia Pasifik, termasuk Australia, Singapura, dan Filipina. Tak hanya itu, Awang menjadi satu-satunya wakil yang unjuk gigi di kategori Freestyle pada panggung utama PlayX4 di KINTEX, Korea Selatan.

game Pump It Up
Awang, Willie, dan Rifka, tiga pemenang yang mewakili Indonesia.

Prestasi ini bisa jadi salah satu bukti nyata kalau bermain game ternyata bisa berdampak positif. Bahkan mendukung minat dan bakat anak karena mereka mendapatkan ruang serta dukungan yang tepat.  Lewat permainan arcade dapat berubah menjadi panggung prestasi yang mengharumkan nama bangsa.

Lebih dari Sekadar Hiburan, Game Pump It Up Bisa Jadi Katarsis Stres dan Olahraga Fisik

Siapa di antara Mam, Pap yang anaknya senang main ke game center, khususnya game Pump It Up (PIU)?

Ditemui di acara Jumpa Pers yang belum lama dilangsungkan, Eko Prasetyo selaku Head of Brand TEEG Indonesia menjelaskan bahwa Pump It Up sebenarnya bukanlah permainan pasif yang membuat anak duduk diam menatap layar gawai selama berjam-jam. Permainan ini justru menuntut ketangkasan fisik yang intens, di mana pemain harus menggerakkan kaki mengikuti ketukan ritme musik dengan kecepatan tinggi di atas papan injak.

Artinya, secara tidak sadar, saat bermain PIU, anak sebenarnya sedang melakukan olahraga kardio yang memacu keringat, melatih koordinasi motorik, sekaligus melepaskan hormon endorfin pembawa kebahagiaan.

Hal ini pun diakui Rifka dan Willie, dua juara Pump It Up Asia Pacific Tournament 2026 di Negeri Dance Korea Selatan. Bahkan Rifka mengatakan, awal mula dirinya bermain Pump It Up sebagai pelepas stress.

“Waktu itu saja lagi mau ujian sekolah, lalu merasa burn out, saya putuh penyaluran. Saat bermain Pump It Up, rasanya stress jadi hilang. Lewat permainan ini saya juga jadi banyak teman dari berbagai daerah, kalau sedang ke luar kota juga jadi ada teman yang terbaging dalam komunitas PIUVORIA Waktu mau tournament saya terbantu sekali dengan pihak Timezone yang banyak memberikan support sehingga saya bisa tenang dan fokus ke lomba,” tukas Rifka.

Dukungan Komunitas dan Ekosistem yang Sehat

game Pump It Up
Sesi Jumpa Pers di Timezone, Pacific Place Mall, Jakarta.

Salah satu kekhawatiran terbesar kita sebagai orang tua adalah lingkungan pergaulan anak saat berada di luar rumah. Menariknya, eksistensi game center saat ini telah bergeser menjadi ruang sosial yang positif berkat hadirnya komunitas formal seperti PIUVORIA (komunitas pecinta Pump It Up Indonesia yang eksis sejak 2002).

Melalui wadah komunitas ini, anak-anak tidak bermain dalam kesendirian yang menjurus pada sifat asosial. Mereka justru berkumpul, berbagi strategi, melakukan gathering, dan saling menyemangati satu sama lain. Lingkungan kompetitif yang sehat inilah yang memicu anak untuk berdisiplin dalam berlatih.

Dari yang semula hanya mencoba untuk bersenang-senang, seperti Willie yang mengenal permainan ini sejak usia enam tahun di Timezone Supermal Karawaci atau Rifka pada usia 17 tahun di Timezone Ambarrukmo Yogyakarta. mereka bertumbuh menjadi atlet dengan mentalitas juara berkat ekosistem yang mendukung.

Naveen H, CEO TEEG Indonesia, menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia di ajang Asia Pacific Tournament 2026 membuktikan bahwa ekosistem yang sehat antara komunitas, industri hiburan keluarga, dan individu yang berdedikasi mampu melahirkan prestasi berkelas dunia. Game center kini bukan sekadar tempat bermain, melainkan ruang belajar, ruang bertumbuh, dan ruang membangun kepercayaan diri anak.

Ditambahkan Eko Prasetyo, “Di Timezone sebenarnya tidak hanya untuk main game saja, tapi ada interaksi dengan komunitas sehingga mereka bisa saling sharing, saling networking dengan anggota komunitas. Hubungan dengan komunitas ini tidak dimiliki oleh game cancer lainnya.”

Bijak Mendampingi Passion Anak di Musim Liburan

Keberhasilan Willie, Rifka, dan Awang bisa menjadi pengingat bahwa bermain game sebenarnya tidak selalu berdampak negatif. Tidak perlu berprasangka buruk terhadap hobi anak.  Pada saat anak menunjukkan ketertarikan yang tinggi pada suatu hal, sekalipun itu berawal dari mesin arcade, tugas kita bukanlah langsung memotong minat tersebut, melainkan mengarahkan, mendampingi, dan memberikan koridor yang tepat.

Apalagi, tanpa disadari ada beberapa manfaat tersembunyi permainan ritme fisik bagi tumbuh kembang anak seperti game Pump It Up. Apa saja?

  1. Kebugaran dan Kesehatan Fisik: Berfungsi sebagai latihan kardio yang melatih motorik kasar, koordinasi mata-kaki, kelenturan, dan ketangkasan tubuh.

  2. Manajemen Stres: Musik yang energetik dan fokus penuh pada permainan membantu mengalihkan pikiran anak sejenak dari kejenuhan akademis di sekolah.

  3. Melatih Fungsi Kognitif: Mengasah fokus, konsentrasi, working memory (memori kerja), dan kecepatan mengambil keputusan dalam hitungan milidetik.

  4. Pembentukan Karakter: Membangun disiplin, persistensi untuk melewati level yang sulit, serta rasa percaya diri saat berhasil menguasai sebuah tantangan baru.

Menyambut liburan sekolah yang akan datang, mulai 17 Juni hingga 19 Juli 2026, Timezone meingiatkan bahwa momen ini bisa dimanfaatkan orang tua untuk ikut hadir di dunia anak. Kita bisa memanfaatkan momen liburan ini untuk bermain bersama atau mendukung mereka mengeksplorasi kreativitas serta keterampilan sosial melalui aktivitas yang positif.

Apalagi, tempat hiburan seperti Timezone juga turut memfasilitasi musim liburan ini dengan berbagai program ramah pelajar untuk memastikan ruang bermain tetap aman, positif, dan menginspirasi.

Sebuah mimpi besar tidak selalu harus dimulai dari panggung yang megah atau ruang kelas yang kaku. Seperti yang telah dibuktikan oleh para juara muda kita, sebuah prestasi yang membanggakan dunia bisa saja berawal dari satu langkah kecil yang konsisten di atas mesin arcade game center, seperti game Pump It Up. Kuncinya ada pada komunikasi yang terbuka, arahan yang tepat, dan dukungan penuh dari kita sebagai orang tua. Setuju?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ fifty = fifty seven