Salah satu cara meningkatkan imajinasi anak adalah lewat dongeng. Agar imajinasi anak terus berkembang, Festival Kampung Dongeng 2026 hadir sebagai sebuah gerakan literasi keluarga yang mengajak orang tua dan anak kembali terhubung melalui kekuatan cerita.
Mengusung tema “Merajut Cerita, Menguatkan Keluarga”, festival yang didirikan oleh Awam Prakoso yang akrab disapa Kak Awam ini berlangsung pada 16–31 Mei 2026 dan diselenggarakan di lebih dari 50 kota di seluruh Indonesia.
Menurut Kak Awam, lahirnya Kampung Dongeng berawal dari kegelisahan terhadap semakin berkurangnya ruang bermain dan ruang bertumbuh yang sehat bagi anak-anak. “Setiap orang dewasa yang masih menyimpan dunia anak-anak di dalam dirinya memiliki tanggung jawab untuk menjadi penjaga dan pemandu bagi anak-anak,” ungkapnya.
Bagi Kak Awam, dongeng bukan sekadar hiburan. Dongeng adalah “vitamin” bagi tumbuh kembang anak karena mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan, memperkuat imajinasi, sekaligus membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
Puncak Festival Kampung Dongeng 2026 di Situ Gintung
Puncak Festival Kampung Dongeng Indonesia digelar pada 31 Mei 2026 di APSG Situ Gintung. Acara ini dihadiri sekitar 250 peserta dari 70 keluarga yang datang untuk menikmati berbagai aktivitas edukatif dan menyenangkan.
Suasana festival dipenuhi gelak tawa anak-anak yang mengikuti berbagai kegiatan seperti Senam Kampung Dongeng, tari tradisional, dongeng inspiratif bersama Kak Awam, permainan keluarga, pertunjukan boneka, hingga sesi kreasi keluarga.
Berbeda dari banyak acara keluarga lainnya, Festival Kampung Dongeng 2026 menempatkan orang tua dan anak sebagai pemeran utama. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap aktivitas yang diselenggarakan.
Indah, salah satu orang tua peserta dari Pondok Petir, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan anak melalui cerita dan dongeng. Ia juga melihat festival menjadi sarana yang efektif untuk membantu anak bersosialisasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gadget.
Hal serupa dirasakan oleh keluarga Zetra yang hadir bersama anak-anak mereka. Bagi mereka, festival ini menjadi kesempatan berharga untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga di akhir pekan.
Sementara itu, Erlin Olivia Firmansyah dan Afikah, peserta anak dari Ciledug, mengaku sangat menikmati berbagai aktivitas yang tersedia. Kegiatan DIY atau kreasi keluarga menjadi favorit mereka karena memberikan pengalaman baru yang menyenangkan. Mereka juga senang dapat menyaksikan langsung penampilan Quin Salman.
Dongeng dan Literasi untuk Masa Depan Anak
Sebagai seorang guru sekaligus orang tua, Rina melihat Festival Kampung Dongeng sebagai gerakan yang sangat relevan dengan kondisi anak-anak saat ini. “Minat baca anak Indonesia masih perlu terus ditingkatkan. Melalui kegiatan seperti mendongeng, anak-anak dapat belajar fokus, mendengarkan, serta memahami pesan-pesan positif tanpa harus bergantung pada layar gadget,” ujarnya.
Menurut Rina, sesi dongeng bersama Kak Awam yang memadukan cerita, musik, dan interaksi dengan anak-anak membuat suasana menjadi hidup dan mampu mempertahankan perhatian anak-anak selama sesi berlangsung.
Pesan serupa juga disampaikan Kak Awam yang berharap anak-anak Indonesia tetap dekat dengan buku dan literasi. Ia mengingatkan bahwa buku merupakan sumber pengetahuan yang utuh dan mendalam di tengah banjir informasi singkat dari media sosial.
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.










and then