5 Tips Cerdas Kelola Waktu Ngemil, Bantu Anak Sehat dan Kreatif

momen ngemil bareng anak

Aktivitas ngemil kini bukan lagi sekadar makan makanan kecil untuk ‘mengganjal’ rasa lapar yang dilakukan di sela waktu makan utama. Bagi anak-anak dan remaja masa kini, ngemil justru bisa berubah jadi sebuah rutinitas harian yang bisa membantu mengembalikan fokus belajar, mencari inspirasi kreatif, hingga melepas penat setelah seharian beraktivitas di sekolah.

Berdasarkan data dari NIQ Indonesia Mid Year Consumer Outlook Guide 2025, sebanyak 50% konsumen di Indonesia bahkan terbiasa menikmati lebih dari dua kategori camilan setiap harinya. Agar kebiasaan ini membawa dampak positif bagi tumbuh kembang si kecil dan tidak merusak pola makan utamanya, yuk kita simak 5 tips cerdas mengelola waktu ngemil anak di rumah berikut ini. Apa saja, yah?

Momen Ngemil Bareng Anak

1. Terapkan Aturan “Jadwal Emas” Ngemil

Agar camilan tidak mengganggu nafsu makan utama anak, buatlah jadwal ngemil yang konsisten setiap hari. Waktu terbaik atau “jadwal emas” adalah sekitar 2 hingga 3 jam di antara dua waktu makan besar. Misalnya, nih, waktu ngemil ini bisa dilakukamn pukul 10.00 pagi (antara sarapan dan makan siang) atau pukul 16.00 sore, antara makan siang dan makan malam. Dengan membuatkan jadwal yang teratur membantu metabolisme tubuh anak bekerja lebih stabil dan mencegah mereka menolak makan nasi saat jam makan utama tiba.

2. Pahami Perbedaan Kebutuhan Berdasarkan Usia Anak

Kebutuhan camilan anak usia sekolah dasar tentu berbeda dengan anak remaja kita. Anak-anak yang lebih kecil biasanya sangat aktif secara fisik sehingga membutuhkan camilan praktis yang cepat mengembalikan energi instan mereka setelah bermain. Sementara itu, anak remaja lebih banyak menghabiskan energi untuk berpikir (aktivitas kognitif) dan ruang sosial. Untuk remaja, Bunda bisa menyediakan pilihan camilan bervariasi—seperti kelompok malkist atau biskuit renyah—yang seru untuk menemani mereka saat belajar kelompok atau sekadar bersantai di kamar.

3. Ubah Momen Ngemil Menjadi Ruang Bonding Tanpa Gadget

Manfaatkan waktu ngemil sore hari sebagai kesempatan emas untuk mendekatkan diri dengan anak. Buat kesepakatan kecil yang menyenangkan di rumah, misalnya 10 sampai 15 menit saat ngemil bareng juga jadi waktu bebas gadget. Alihkan perhatian dari layar HP, lalu mulailah tanyakan hal-hal ringan seputar keseharian mereka. Bagi anak remaja, ruang santai ditemani camilan favorit ini sering kali menjadi momen terbaik bagi mereka untuk mulai terbuka, bercerita, atau mencurahkan isi hatinya kepada kita tanpa merasa sedang diinterogasi.

4. Ajarkan Kemandirian Lewat Konsep Porsi (Mindful Snacking)

Alih-alih memberikan satu stoples besar atau kemasan jumbo langsung kepada anak saat mereka menonton TV atau belajar, ajarkan mereka untuk menakar porsi mereka sendiri. Sediakan piring kecil atau mangkuk khusus camilan di rumah. Biarkan anak mengambil porsi secukupnya ke dalam mangkuk tersebut, lalu latih mereka untuk merapikan dan menutup kembali sisa kemasan camilan dengan mandiri. Kebiasaan ini sangat baik untuk melatih tanggung jawab sekaligus mendidik anak mengontrol keinginan makan berlebih (overeating).

5. Berikan Pilihan Snack yan Bervariasi

Anak-anak mudah bosan dengan pilihan snack yang itu-itu saja. Untuk itu, memilih merek atau produk yang terpercaya dan terus melakukan inovasi rasa dan kategori produk tentu akan membantu kita memberikan variasi camilan yang selalu menarik bagi anak, sekaligus tetap menjaga kualitas bahan bakunya.

momen ngemil bareng anak

Adalah Gery, salah satu merek biskuit dan wafer di bawah naungan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood), yang memahami berbagai kebutuhan sesuai waktu menikmati camilan, Gery terus memperluas portofolio produk agar dapat dinikmati di berbagai kesempatan.

Saat ini, Gery memiliki 37 produk dari berbagai kategori, seperti malkist, snack sereal, biskuit kentang, enrobed wafer, hingga confectionery. Sejumlah produk bahkan hadir menciptakan kategori baru di industri camilan, antara lain Gery Choco Roll (2001) yang merupakan pionir dalam industri makanan ringan tanah air dengan memperkenalkan kemasan ekonomis eceran seharga Rp500, Gery Meises (2004), Gery Butter Cookies (2007), pionir kategori enrobed malkist dan extruded pillow snack melalui Gery Saluut Malkist (2012) dan Gery Snack Cereal (2017), serta Gery Biskuit Kentang (2025).

“Kebutuhan konsumen terhadap camilan tidak lagi bersifat seragam. Ada yang mencari camilan praktis untuk menemani aktivitas, ada pula yang ingin menikmati camilan sebagai bagian dari momen kebersamaan. Karena itu, kami terus memperluas pilihan produk untuk konsumen lintas usia mulai dari anak-anak hingga orang tua agar Gery dapat hadir di berbagai kesempatan dengan karakter dan pengalaman yang berbeda. Pendekatan inilah yang menjadi dasar dalam setiap pengembangan portofolio kami,” jelas Niken Esti, Brand Equity Director Garudafood.

Tepat di tahun 2026 ini, Gery merayakan 25 tahun perjalanannya tumbuh bersama dan menemani momen keseharian keluarga Indonesia. Selama dua setengah dekade, Gery membuktikan posisinya sebagai produk asli Indonesia yang tidak hanya merajai pasar domestik, tetapi juga sukses melebarkan sayap secara global ke berbagai negara seperti Australia, China, India, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

Untuk merayakan babak baru ini, Gery hadir dengan wajah baru maskotnya yang lebih dinamis, selain itu Iqbaal Ramadhan pun didapuk sebagai Brand Ambassador. Di usia 25 tahun ini, Gey siap membawa semangat “Level Up, Grow Stronger”. Babak baru ini diharapkan tidak hanya menjaga posisi Gery sebagai camilan favorit lintas generasi, tetapi juga menginspirasi generasi muda Indonesia untuk terus berani beradaptasi, maju, dan mengoptimalkan potensi diri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty four − = sixteen