- Saat puasa, kurang tidur dan asupan cairan bisa membuat kulit lebih mudah kering.
- Jaga kulit dari dalam dengan cukup minum dan konsumsi makanan kaya antioksidan serta anti-inflamasi seperti sayur, buah, ikan, dan kacang-kacangan.
- Hindari Ultra-Processed Food (UPF) seperti fast food dan minuman manis karena bisa memperburuk kesehatan kulit.
- Perawatan kulit dari luar tetap penting, dan sebaiknya dilakukan dengan standar medis serta konsultasi dokter spesialis.
- Kunci kulit sehat saat puasa adalah keseimbangan perawatan dari dalam dan luar agar tetap nyaman hingga Idulfitri.
Pernah nggak sih merasakan kulit jadi lebih kering selama menjalani ibadah puasa? Tapi tenang, hal ini bukan penghalang untuk tetap khusyuk menjalankan rukun Islam ke-4. Memastikan kulit sehat saat puasa, tentu saja bisa dilakukan.
Biasanya nih, saat puasa, ketika jam tidur berkurang, ditambah lagi asupan cairan berkurang, yang terdampak selama berpuasa salah satunya kulit, jadi mudah kering. Supaya kulit tetap sehat, luar dan dalam, coba ikuti langkah-langkah ini ya.
Yang pasti, Mama dan Papa bisa melakukan pencegahan dari dalam dan luar, untuk mendapatkan kulit sehat paripurna. Selain sifatnya sebagai investasi kesehatan, bonusnya saat Idulfitri nanti akan tampil lebih maksimal dan bersinar alami.
Kulit Sehat Saat Puasa
Ada beberapa upaya perawatan kulit yang perlu dilakukan dari dalam, di antaranya:
Konsumsi bahan makanan yang kaya akan manfaat anti-inflamasi dan antioksidan.
Selain memastikan asupan cairan tercukupi dengan baik, asupan makanan tentu saja jadi salah satu prioritas yang perlu diperhatikan. Sifatnya bekerja dari dalam tubuh, tugas utamanya menyediakan bahan baku regenerasi, mengendalikan inflamasi, melindungi sel dari stres oksidatif (sinar UV, polusi, kurang tidur, stres, rokok, dan junk food), menjaga struktur dan fungsi jaringan jangka panjang.
Peran penting nutrisi dalam mempertahankan kesehatan kulit di atas dipertegas oleh dr. Karina Marcella Widjaja, Sp.GK, AIFO-k dalam seminar media Complete Medical Aesthetic & Wellness, Led by Specialists – dalam rangka kiprah BAMED selama 16 tahun membersamai keluarga Indonesia di bidang kesehatan dan estetika, Jakarta 12 Februari 2026.
Lebih lanjut dr. Karina menyebutkan, jenis-jenis bahan baku yang bisa dikonsumi di antaranya: sayur dan buah-buahan berbagai warna, ikan, olive oil murni, rempah dan herbal, gandum utuh atau serealia utuh, kacang dan biji-bijian.

Dan sebaliknya, hindari mengonsumsi makanan berbasis UPF, yaitu Ultra-Processed Food, karena makanan tersebut melalui proses industri sangat tinggi dan biasanya mengandung banyak tambahan seperti gula, garam, lemak tidak sehat, pengawet, perisa, dan pewarna buatan. Biasanya hadir di tengah masyarakat berupa fast food, minuman manis dalam kemasan (bersoda/tidak), camilan kemasan, sosis, nugget, permen, mie instan dan lain-lain. Selain dari energi harian, kualitas tidur, juga berperan penting dalam mempertahankan kesehatan kulit.
Kulit Sehat Saat Puasa Juga Perlu Perawatan Kulit dari Luar

Bagian ini yang beberapa tahun belakangan kerap menjadi primadona. Tidak hanya di kalangan perempuan lho, tapi laki-laki. Saat ini, jika Papa mulai memerhatikan kesehatan kulit dan mulai ikut Mama ke klinik perawatan wajah merupakan hal yang wajar. Sebab, perawatan diri, juga hak semua gender.
Persaingan industri estetika, kerap membuat kita sebagai calon konsumen terbuai dengan iklan yang menarik perhatian sesaat. Di antaranya permainan harga, bukti visual before-after, dan mudah percaya apa kata kreator konten kecantikan.
Di balik berbagai klaim dan hiruk-pikuk promosi tersebut, ada aspek penting yang kerap luput diperhatikan: standar medis dan hak pasien sebagai fondasi utama dalam memilih layanan estetika.
Dalam hal ini, Chef Medical & Ancillary Services Officer BAMED, dr. Adhimukti T. Sampurna, Sp. D.V.E, Subsp.O.B.K, FINSDV, FAADV , memaparkan bahwa pasien berhak mendapatkan perawatan dengan standar medis yang mumpuni. Yaitu ditangani hanya oleh dokter spesialis, serta pendekatan holistik dan personalisasi untuk tiap pasien.
Masing-masing individu datang dengan permasalahan kulit yang berbeda, maka berbanding lurus dengan intervensi yang akan didapatkan. Sebaiknya didahului konsultasi dengan dokter spesialis yang kompeten di bidangnya, dari situ akan keluar rekomendasi serangkaian tindakan untuk membantu mengatasi hal yang menjadi tujuan utama.
Tak hanya itu, dr. Adit menggarisbawahi, Mama dan Papa berhak bertanya seputar tatalaksana medis yang akan diberikan. Detail pertanyaan yang diajukan, bisa berupa: apa manfaatnya?, apa saja kandungannya?, berapa lama downtime-nya? , adakah efek samping yang menyertai? Dan seterusnya. Di sisi lain, dokter yang bersangkutan mempunyai kewajiban untuk menjelaskan hal-hal tersebut di awal tindakan.
Untuk perawatan dari luar dengan teknologi terkini, Mama dan Papa bisa memanfaatkan inovasi berbasis medis: Oligio, yang kini resmi hadir di klinik BAMED. Yaitu perangkat monopolar radiofrequency yang dirancang untuk pengencangan kulit non-bedah dengan menghantarkan energi panas terkontrol ke lapisan dermis guna merangsang kontraksi dan pembentukan kolagen baru.
“Keunggulan Oligio terletak pada sistem pendinginan terintegrasi yang menjaga kenyamanan pasien sekaligus melindungi lapisan kulit terluar, dengan prosedur yang relatif cepat dan minim downtime,” jelas dr. Riva Ambardina Pradita, Sp.D.V.E Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika BAMED.
Pada akhirnya, merawat kulit saat berpuasa bukan soal pilih salah satu, untuk hasil yang signifikan, sebaiknya menyeimbangkan perawatan dari dalam dan luar. Asupan nutrisi, tidur cukup, serta memilih layanan estetika yang aman jadi ikhtiar terbaik agar ibadah tetap khusyuk, tubuh terjaga, dan kulit nyaman sampai Idulfitri. Selamat berpuasa Mama!
***
Penulis: Anita ‘Thatha’ Desyanti
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.









and then