Dua istilah ini: Probiotik dan Prebiotik, banyak disebutkan pada produk kesehatan usus bayi dan balita. Tapi tahukah Mama kalau keduanya berbeda? Oleh karena berbeda, maka fungsi dan cara kerjanya pada usus juga sudah pasti berbeda. Yuk, simak penjelasan apa itu prebiotik dan probiotik, serta apa manfaat bagi tubuh, khususnya pencernaan kita.
Yang Dimaksud Prebiotik dan Probiotik
Dijelaskan laman Healthline, probiotik itu sejenis bakteri hidup yang terdapat pada makanan atau suplemen tertentu yang kalau dikonsumsi mampu memberikan banyak manfaat kesehatan bagi usus. Biasanya ada pada makanan fermentasi (tapi tidak dipasteurisasi karena proses pasteurisasi membunuh bakteri) seperti yogurt, sauerkraut (sejenis acar), kimchi, teh kombucha, kefir, dan beberapa jenis acar lainnya.
Canadian Digestive Healt Foundation (CDHF) menegaskan, probiotik tidak masuk ke usus dan menetap di sana, efeknya hanya ‘sementara;. Artinya, saat Anda mengonsumsinya, mereka melakukan pekerjaan tertentu, setelah itu meninggalkan usus.
Sementara prebiotik, dijelaskan Mayo Clinic, adalah makanan tinggi serat. Untuk diketahui, ada beberapa makanan tinggi serat yang tidak mudah dicerna oleh tubuh. Oleh karenanya tubuh butuh probiotik untuk membantu ‘memakan’ serat-serat tadi –bakteri baik membantu mencerna serat dan nutrisi lainnya.
Dengan bantuan probiotik, prebiotik bisa berfungsi jauh lebih baik dan efektif.
Andrea Hardy, pakar kesehatan usus dan ahli diet terdaftar CDHF, mengatakan, “Ketika Anda tidak memberi cukup prebiotik pada bakteri usus, bakteri tadi ‘terpaksa’ mencari bahan bakar dari sumber lain. Seperti yang telah ditunjukkan pada model hewan, bakteri akan memakan lapisan lendir yang sangat penting pada usus –yang merupakan garis pertahanan pertama terhadap invasi senyawa.”
Kondisi ini tentunya beresiko membahayakan usus Anda.
Prebiotik dapat ditemukan secara alami dalam banyak makanan seperti kacang-kacangan, buah-buahan, kacang-kacangan tertentu, biji-bijian, dan gandum. Meski sebagian besar prebiotik adalah jenis serat, namun tidak semua serat dapat diklasifikasikan sebagai prebiotik. Misalnya saja serat prebiotik yang termasuk inulin, fruktan, dan galakto-oligosakarida (GOS).
Berikut ini beberapa makanan yang merupakan sumber prebiotik baik: bawang putih, bawang bombay, asparagus, kubis, daun bawang, bawang merah, apel, jeruk bali, delima, pisang, beri, nektarin, gandum, kacang pistachio, kacang mete, kacang merah, kedelai, kacang arab, dan lentil.
Manfaat Probiotik dan Prebiotik
Dari penjelasan di atas, kita tahu kalau keduanya berperan penting dalam menjaga kesehatan usus. Tapi, keduanya memiliki peran yang berbeda ya, Ma. Sekarang, mari kita cek manfaat dan kapan si Kecil butuh keduanya.
Sampai saat ini masih banyak peneliti yang terus mencari hubungan antara mikroorganisme usus dan kondisi kesehatan –termasuk kondisi seperti alergi, diabetes, obesitas, depresi, sindrom iritasi usus besar (Irritable Bowel Syndrome/IBS), dan karies gigi serta penyakit gusi. Dan beberapa dari mereka sudah membuktikannya.
Seperti sebuah artikel penelitian di tahun 2022 tentang bakteri usus dan kesehatan yang menyatakan bahwa bakteri baik probiotik dapat membantu fungsi sistem kekebalan tubuh dan mengatasi obesitas.
Tinjauan literatur lain di tahun 2019 juga menunjukkan, probiotik dapat membantu memperbaiki gejala depresi dan kecemasan.
Beberapa probiotik juga dapat mengurangi diare akibat antibiotik, mengelola gejala IBS seperti kembung, dan perubahan kebiasaan buang air besar.
Healthline juga menambahkan, beberapa bakteri baik pada usus membentuk vitamin K dan asam lemak rantai pendek (butirat), yang merupakan sumber nutrisi utama sel-sel yang melapisi usus besar.
Selain itu, bakteri baik juga meningkatkan penghalang usus yang kuat yang membantu mencegah masuknya zat berbahaya, virus, dan bakteri. Ini juga membantu mengurangi peradangan dan dapat mengurangi risiko kanker.
Dengan meningkatnya bakteri baik di usus, jumlah bakteri berbahaya semakin berkurang. Di sisi lain, prebiotik dapat memberi probiotik bahan bakar yang mereka butuhkan untuk bekerja lebih optimal.
Lebih Baik Mana: Probiotik atau Prebiotik?
Baik itu probiotik dan prebiotik, keduanya bekerja paling baik secara bersamaan. Agar probiotik bekerja optimal, prebiotik juga perlu dikonsumsi agar fungsi pencernaan dan kesehatan meningkat secara keseluruhan.
Di sisi lain, bakteri baik pada probiotik berperan penting terhadap serat prebiotik dengan mengubahnya menjadi asam lemak rantai pendek yang disebut butirat. Dan ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa produksi butirat di usus besar tidak dapat dipertahankan tanpa asupan serat prebiotik yang cukup.
Perlukah Mengonsumsi Suplemen Probiotik?
Suplemen probiotik, menurut Healthline, adalah pil, bubuk, atau cairan yang mengandung bakteri atau ragi hidup yang bermanfaat.
Kalau menurut CDHF, setiap probiotik unik, memiliki tujuan yang sangat spesifik, dengan jenis atau strain tertentu yang dapat membantu mengatasi kondisi spesifik tertentu. Dituliskan pada lamannya, probiotik tertentu telah diidentifikasi sebagai pengobatan untuk kondisi spesifik dan meredakan gejala.
Artinya, tidak semua jenis probiotik tepat dan bermanfaat pada semua orang.
Terlepas dari kemanjuran yang diklaim oleh perusahaan akan produk suplemennya, sekali lagi, ada baiknya Mama berkonsultasi dengan dokter, apoteker, atau ahli gizi, untuk memastikan perlukah Anda mengonsumsi suplemen probiotik. Jika perlu, mereka dapat membantu memberikan diagnosis yang tepat, dosis, serta produk suplemen probiotik mana yang terbaik untuk Mama dan keluarga.
Siapa yang Sebaiknya TIDAK Mengonsumsi Prebiotik/Probiotik?
Secara umum, Healthline mengatakan, ada beberapa individu yang sebaiknya tidak mengonsumsi probiotik dan prebiotik. Mereka adalah penderita pertumbuhan bakteri usus halus berlebih (Small Intestinal Bacterial Overgrowth/SIBO) atau sindrom iritasi usus (IBS).
Tinjauan literatur terbaru Library of Medicine pada2023 menunjukkan, ada beberapa strain probiotik yang sebenarnya bisa membantu memperbaiki gejala IBS. Jadi jika Anda menderita IBS, konsultasikan juga masalah ini dengan dokter, apakah probiotik dapat membantu mengatasi IBS Anda.
Menjaga keseimbangan bakteri pada usus sangatlah penting. Oleh karena itu konsumsilah makanan prebiotik dan probiotik untuk membantu mendorong keseimbangan ideal antara bakteri baik dan bakteri jahat di usus Anda.
Untuk mengetahui apakah Anda dapat memperoleh manfaat dari suplemen probiotik, periksa daftar Pedoman Global Organisasi Gastroenterologi Dunia tentang kondisi berbasis bukti yang berpotensi dapat dibantu oleh probiotik mencakup rekomendasi produk.










and then