Anak Gen Alfa dan Beta Tumbuh di Era AI, Ini Saran Dokter untuk Optimalkan Kecerdasan Anak

Cara Optimalkan Kecerdasan Anak

Sebanyak 90% ibu setuju bahwa AI menjadi faktor penting yang akan memengaruhi masa depan anak karena menghadirkan peluang bagi si Kecil untuk terus belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan kemampuan dalam memahami serta beradaptasi dengan berbagai hal baru.

Melihat fenomena ini, kita sebagai orang tua tuntu saja dituntut untuk membekali si Kecil agar memiliki kemampuan belajar, beradaptasi, dan memproses informasi secara cepat. Kunci utamanya berada pada optimalisasi perkembangan otak, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Proses Mielinasi, Kunci Penting Optimalkan Kecerdasan Anakg

Secara biologis, otak anak terus membentuk jaringan antar sel saraf sejak lahir. Agar sinyal atau informasi di otak dapat terkirim secara cepat dan presisi, dibutuhkan proses yang disebut mielinasi, yaitu pembentukan lapisan lemak pelindung (mielin) yang membungkus serabut saraf.

Pakar Neurologi Anak dari Brawijaya Hospital Saharjo, dr. Herbowo A.F. Soetomenggolo, Sp.A, Subsp.Neuro(K), menegaskan bahwa kebiasaan dan asupan nutrisi harian memegang peranan krusial dalam memperkuat jaringan otak ini.

“Pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, otaknya terus membangun dan menyempurnakan koneksi antar sel saraf. Proses penting yang mendukungnya adalah mielinasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang menyelimuti serabut saraf sehingga membantu sinyal atau informasi di otak dihantarkan dengan lebih cepat dan efisien (Faster Connection). Proses ini berperan besar dalam menunjang kemampuan si Kecil untuk belajar, memproses informasi baru, dan mengembangkan berbagai kemampuan kognitifnya.”

Lebih lanjut dr. Herbowo mengingatkan bahwa selama proses mielinasi, kita sebagai orang tua perlu memberikan dukungan optimal melalui pemberian gizi yang tepat, termasuk berbagai komponen penting yang mampu mendorong perkembangan struktur dan fungsi otak seperti Sphingomyelin, Fosfolipid, Alfa-laktalbumin, AA, DHA, serta Omega 3 dan 6.

“Dukungan ini juga perlu dilengkapi dengan stimulasi melalui beragam pengalaman belajar atau Multi Learning yang membantu memperkuat koneksi otak si Kecil,” tukasnya.

Memahami kebutuhan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era teknologi, Wyeth Nutrition S-26 menggelar rangkaian Momfluencers Gathering “S-26 Exceptional Day” di Buumi Playscape Pacific Place, Jakarta. Rangkaian acara ini menekankan pentingnya sinergi antara gizi berkualitas dan stimulasi yang tepat.

Vera Niki Gozali, Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, memaparkan bagaimana riset sains bertaraf internasional menjadi landasan utama pengembangan formulasi nutrisi pertumbuhan anak.

“S-26 memahami keinginan para Mams untuk memastikan si Kecil dapat belajar, menyerap informasi secara optimal, serta berkembang sesuai potensinya seiring dengan pergerakan dunia yang semakin cepat. Karena itu, berbekal lebih dari 100 tahun keahlian di bidang gizi dan 50 tahun riset perkembangan otak bersama sejumlah universitas ternama dunia seperti University of Cambridge, University of Oxford, ETH Zürich, Cornell University, Technical University of Munich, National University of Singapore, Imperial College London dan lainnya, Wyeth Nutrition dengan research center yang berpusat di Swiss terus mengembangkan pendekatan berbasis sains untuk mendukung perkembangan otak si Kecil . Salah satunya melalui riset bersama Brown University yang membuktikan bahwa kombinasi gizi yang tepat dan dalam jumlah yang tepat dapat membantu mengoptimalkan pembentukan mielin di otak si Kecil.”

Inovasi ini diwujudkan melalui produk S-26 Procal Gold Multilearn Connect, yang menggabungkan Sphingomyelin, Fosfolipid, dan Alfa-Laktalbumin, serta diperkaya dengan AA, DHA, Omega 3 & 6, Kolin, hingga 15 vitamin dan 9 mineral yang dapat mendukung konsep multi learning.

Cara Optimalkan Kecerdasan Anak, Perlu Nutrisi dan Stimulasi yang Seimbang

Cara Optimalkan Kecerdasan Anak

Tidak bisa dipungkiri, mengoptimalkan kecerdasan anak tidak cukup dengan memberikan nutrisi saja. Anak juga perlu dipaparkan dengan beragam pengalaman cara belajar. Tidak hanya lewat dari buku, sejak dini anak juga perlu dipaparkan dengan berbagai interaksi sosial, stimulasi sensorik, dan aktivitas eksplorasi sehari-hari.

Pengalaman mendampingi anak mengeksplorasi hal-hal baru turut dirasakan oleh Momfluencer Acha Sinaga dalam pengasuhan buah hatinya, Jemima.

“Aku juga semakin sadar bahwa gizi perlu berjalan beriringan dengan stimulasi Multi Learning, yaitu dengan memberikan beragam pengalaman dan kesempatan bagi anakku untuk mencoba serta mempelajari hal-hal baru. Perkembangannya sangat terlihat, anakku semakin cepat tanggap ketika dikenalkan dengan sesuatu yang baru dan bisa lebih fokus belajar. Jadi, acara ini bukan cuma menambah pengetahuanku tentang S-26, tapi juga memberikan banyak inspirasi tentang bagaimana cara mendukung proses belajar hebat si Kecil melalui stimulasi yang tepat.”

Rangkaian acara S-26 Exceptional Day tidak hanya hadir di Jakarta, tetapi juga menjangkau para Mams di Bogor, Surabaya, Medan, Tangerang, dan Palembang dengan melibatkan 26 dokter spesialis anak dan psikolog serta 26 komunitas parenting.

“Kami percaya setiap anak memiliki potensi hebat selama kita memberikan dukungan gizi dan stimulasi yang tepat agar mereka dapat terus belajar dan menjadi future-ready. Melalui ‘S-26 Exceptional Day’, kami ingin terus menjadi partner bagi para Mams dalam mendampingi perjalanan tersebut dengan menggabungkan sains, gizi, stimulasi, serta dukungan yang relevan dengan kebutuhan keluarga masa kini. Mari dukung si Kecil menjadi lebih fokus, menemukan ide, dan belajar lebih banyak dengan S-26 Procal Gold,” pungkas Vera.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifty six ÷ = seven