Katarak Mampu Menyerang Usia Muda, Ini Penjelasan Dokter JEC dan Info Operasi Gratisnya

Family generation green eyes genetics concept

Mam Pap, tahu nggak, sih, kalau katarak sebenarnya bukan penyakit yang bisa dialami para lansia di masa tua? Katarak ini sebenarnya merupakan proses akumulatif panjang yang bisa mulai berkembang sejak usia 30-an akibat faktor gaya hidup dan lingkungan. Faktanya, saat ini katarak juga bisa dialami oleh individu di usia muda sehingga perlu diwaspadai.

Namun dibandingkan orang dewasa, kita tidak bisa memungkiri bahwa katarak masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar bagi kelompok lansia. Data Kementerian Kesehatan mencatat, katarak menjadi penyebab utama dari 81,2% kasus kebutaan pada penduduk berusia di atas 50 tahun di Indonesia.

Gangguan penglihatan ini sering kali membuat penderitanya kehilangan kemandirian, mulai dari sulit berjalan sendiri, berisiko jatuh, hingga keterbatasan dalam berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya.

Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, menjelaskan betapa besarnya dampak kesehatan mata terhadap kehidupan sehari-hari lansia.

“Katarak dapat berdampak besar pada kemandirian seseorang karena penglihatan sangat menentukan aktivitas sehari-hari. Karena itu, akses terhadap penanganan yang tepat perlu semakin dekat dengan masyarakat,” ungkap Prof. Tjahjono.

Menanggapi besarnya tantangan kesehatan mata khususnya katarak yang bisa dialami oleh berbagai kalangan usia, Gerakan Matahati berkolaborasi dengan JEC Eye Hospitals and Clinics, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia resmi meluncurkan program operasi katarak gratis bagi 101 pasien.

Program ini diluncurkan bertepatan dengan momen World Sight Day 2026 pada 8 Oktober di RS Mata JEC Kedoya, sekaligus dalam rangka memperingati 101 tahun almarhum Bapak Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati. Rangkaian tindakan medis diselenggarakan dari Oktober hingga Desember 2026 di jaringan JEC se-Indonesia.

program operasi katarak gratis

Gerakan Matahati sendiri diresmikan pada 2008 sebagai gerakan kemanusiaan di bidang sosial kesehatan mata. Sejak saat itu, gerakan tersebut menghimpun dukungan mitra, donatur, dan tenaga medis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses terhadap penanganan gangguan penglihatan.

Ketua Pelaksana Matahati, Wandi S. Brata, mengatakan program operasi katarak ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Matahati dalam membuka akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat.

“Sejak 2008, Matahati menghimpun dukungan berbagai pihak untuk membuka akses operasi katarak bagi masyarakat yang membutuhkan. Hingga kini, kami telah membantu memfasilitasi 27.500 operasi katarak tanpa biaya. Program ini melanjutkan perjalanan tersebut sekaligus menjadi penghormatan atas 101 tahun Bapak Pandji Wisaksana. Bagi kami, semangat yang beliau rintis akan terus berarti selama dapat diteruskan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Wandi dalam acara seremoni kick-off di RS Mata JEC, Kedoya, Kamis lalu (08/10/2026).

Proses Terjadinya Katarak Cukup Panjang: Kenali Pemicunya di Usia Muda

Dalam sesi talkshow, Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD, menjelaskan bahwa pengeruhan lensa mata akibat katarak tidak terjadi dalam semalam.

“Katarak itu sendiri berproses antara 15 sampai 30 tahun,” terang Prof. Tjahjono. “Jadi, kalau seseorang di umur 60 tahun sudah mengalami katarak, sebetulnya sejak dari umur 30 dia sudah tidak cukup menjaga makanan dan sebagainya, sehingga kataraknya bisa terjadi lebih cepat.”

Ada beberapa faktor risiko utama katarak yang terjadi usia muda sehingga perlu diwaspadai. Apa saja?

Paparan Sinar UV & Geografis:  Tinggal di wilayah tropis membuat mata rentan terpapar sinar ultraviolet secara berlebihan. Jika Mam Pap sering beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan, pengeruhan lensa dapat terakselerasi.

Penyakit Metabolik (Diabetes): Tingginya kadar gula darah dan rendahnya antioksidan memicu percepatan katarak di usia muda.

Mata Minus Tinggi (High Myopia): Anak atau dewasa muda dengan ukuran minus ekstrem (misalnya di atas minus 6 hingga minus 15–20) memiliki risiko katarak jauh lebih cepat.

Penggunaan Obat Steroid Long-Term: Pemakaian obat racikan atau penggunaan obat semprot asma/alergi berbasis steroid dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter.

Tips Cegah Katarak Sejak Dini

program operasi katarak gratis

Untuk melindungi kesehatan mata keluarga di rumah, dr. Sharita R. Siregar, SpM(K), Dokter Spesialis Mata JEC sekaligus Kepala LEBJ mengingatkan untuk rutin periksa mata, jangan menunggu hingga penglihatan berkabut atau sering berganti-ganti ukuran kacamata.

Kemudian, dr. Sharita R. Siregar, SpM(K), menekankan pentingnya membiasakan proteksi sinar UV ini sejak usia muda. Bisa dimulai dengan membiasakan diri mengenakan kacamata hitam atau topi bertepi lebar saat beraktivitas outdoor di bawah terik matahari.

Sementara Prof. Tjahjono meluruskan bahwa mata manusia membutuhkan asupan Vitamin C masif untuk melawan stres oksidatif dari paparan matahari. Kandungan Vitamin C pada bola mata bisa mencapai 80 hingga 200 kali lebih tinggi dibandingkan dalam darah. “Nutrisi Seimbang d Vitamin C itu sangat penting,  banyak orang mengira makan wortel saja cukup padahal tidak demikian.”

JEC Berkomitmen Memberikan Standar Medis yang Sama Aman untuk Semua Pasien

Bagi seluruh masyarakat yang ingin hendak mendaftar program operasi katarak gratis di JEC, DR. Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K), Direktur RS Mata JEC, Kedoya, memastikan bahwa pasien program bakti sosial program operasi katarak gratis ini akan menerima perawatan dengan standar tinggi yang sama persis seperti pasien reguler. Di mana keamanan dan kualitas layanan tentu menjadi prioritas utama.

Setiap pasien akan melewati alur pelayanan yang terstruktur, meliputi:

  • Skrining dan pemeriksaan mata komprehensif.
  • Tindakan operasi oleh dokter spesialis mata menggunakan teknologi modern.
  • Pemasangan lensa tanam (Intraocular Lens / IOL) sesuai kebutuhan medis pasien.
  • Pemantauan dan perawatan pascaoperasi.

“Prinsip kami adalah setiap pasien berhak mendapatkan mutu pelayanan yang setara, aman, dan terstandar di seluruh jaringan JEC,” tegas Dr. Setiyo.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 9 = thirty six