Saat mengandung bayi kembar, tentunya banyak persiapan yang harus Mama lakukan. Ada juga yang bertanya-tanya seperti apa rasanya, hingga kekhawatiran tertentu karena mengandung 2 bayi sekaligus. Untuk menjawab rasa penasaran Mom, ada beberapa fakta hamil kembar yang perlu Mama ketahui.
Fakta Hamil Kembar
Ketahui hal-hal berikut tentang kehamilan kembar hingga persalinannya.
1. Kesempatan Mama Hamil Kembar Secara Alami Lebih Besar di Usia 30-an dan 40-an.
Dikutip dari laman Web MD, usia tua bisa meningkatkan kemungkinan kehamilan kembar. Begitu Mama memasuki usia 30-an dan 40-an, siklus ovulasi tidak lagi teratur. Jika siklus Anda tidak teratur dan Mama berovulasi, Mama bisa saja berovulasi dua folikel sekaligus, sehingga terjadilah kehamilan kembar secara alami.
2. Apakah Bayi Kembar Berbagi Plasenta dan Kantung Ketuban?
Meskipun beberapa bayi kembar mungkin berbagi plasenta dan kantung ketuban, hal itu tidak terjadi pada sebagian besar kehamilan.
Dalam laman Johns Hopkins, disebutkan ada beberapa kemungkinan utama yang ada, yaitu:
- Dua plasenta dan dua kantung ketuban. Kehamilan kembar dengan dua plasenta dan dua kantung ketuban adalah kehamilan kembar yang optimal, karena setiap bayi memiliki sumber nutrisi dan ‘pelindungnya’ sendiri.
- Satu plasenta dan dua kantung ketuban. Pada kehamilan dengan satu plasenta dan dua kantung ketuban, artinya Anda pasti akan memiliki bayi kembar identik. Selain itu, ketika bayi Anda berbagi plasenta, ada risiko komplikasi yang lebih besar, seperti Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS). Jika ini terjadi, dokter akan memantau kehamilan Anda dengan cermat untuk memeriksa potensi masalah.
- Satu plasenta dan satu kantung ketuban. Ini adalah jenis kehamilan kembar yang paling berisiko dan paling jarang terjadi. Komplikasi janin dapat timbul karena tali pusar yang kusut atau ketidakseimbangan nutrisi, darah, atau sistem pendukung kehidupan vital lainnya.
3. Kehamilan Kembar Tidak Memengaruhi Jumlah Asupan Kalori Ibu Selama Hamil
Kesalahpahaman umum seputar kehamilan kembar adalah Anda perlu menggandakan asupan kalori untuk menyediakan nutrisi yang cukup bagi kedua bayi Anda di dalam kandungan. Pedoman nutrisi kehamilan tidak hanya didasarkan pada jumlah bayi yang Anda kandung. Namun, pedoman tersebut didasarkan pada indeks massa tubuh ibu pada saat hamil.
Dokter kandungan Anda akan memberikan rekomendasi berdasarkan berat badan awal Anda. Rata-rata, diperkirakan kebutuhan kalori seorang wanita akan meningkat sekitar 40 persen untuk kehamilan kembar. Namun yang terpenting adalah ibu hamil harus makan makanan sehat sesering mungkin.
4. Kehamilan Kembar Membutuhkan Asupan Asam Folat dan Zat Besi Ekstra
Manju Monga, MD, Profesor Berel Held dan direktur divisi kedokteran maternal-fetal University of Texas Health Sciences Center di Houston mengatakan, saat hamil kembar, Anda mungkin membutuhkan lebih banyak asam folat untuk membantu mencegah cacat lahir, dan zat besi ekstra yang akan membantu mencegah anemia defisiensi besi, yang lebih umum terjadi saat Anda hamil kembar.
5. Hamil Kembar Perlu Lebih Banyak Kunjungan Dokter
Kehamilan kembar membutuhkan pemantauan lebih banyak daripada kehamilan tunggal. Dokter cenderung akan melakukan USG lebih sering untuk memantau pertumbuhan pada kehamilan kembar, dibandingkan dengan satu bayi di dalam kandungan.
Kehamilan kembar mungkin juga memerlukan pemeriksaan janin dua kali seminggu saat mendekati tanggal perkiraan kelahiran. Hal ini mungkin melibatkan lebih banyak USG atau pemantauan detak jantung janin selama pemeriksaan.
Jika kehamilan Anda tidak memiliki komplikasi, kunjungan prenatal Anda mungkin tidak jauh berbeda dari kehamilan tunggal hingga Anda mencapai akhir trimester kedua. Pada trimester ketiga, Anda akan diperiksa lebih sering karena ada risiko preeklampsia dan persalinan prematur yang lebih tinggi.
6. Flek Mungkin Lebih Umum Terjadi Selama Kehamilan Kembar
Dalam laman Web MD, disebutkan bahwa mengalami flek saat kehamilan kembar bisa saja umum terjadi. Namun jika Anda mengalami flek dan mengalami kram, mengeluarkan gumpalan darah, hingga pendarahan aktif, itu bisa jadi tanda bahwa sesuatu sedang terjadi. Segera cari pertolongan medis untuk memastikannya.
7. Kehamilan Kembar Bisa Menyebabkan Peningkatan Berat Badan yang Lebih Banyak pada Ibu Daripada Kehamilan Tunggal
Dengan kehamilan kembar, ibu akan mengalami peningkatan berat badan lebih banyak karena ada dua bayi, dua plasenta, dan lebih banyak cairan ketuban. Anda juga membutuhkan lebih banyak kalori untuk kehamilan kembar.
Berapa banyak pertambahan berat badan yang ideal untuk Mama? Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda, karena setiap kehamilan itu unik.
8. Mual di Pagi Hari Mungkin Akan Terasa Lebih Parah pada Kehamilan Kembar
Salah satu hal yang diduga menyebabkan mual di pagi hari adalah tingginya kadar human chorionic gonadotropin (hCG), dan kita tahu bahwa kadar hormon ini lebih tinggi pada kehamilan kembar, sehingga ibu yang hamil kembar memiliki keluhan mual dan muntah yang lebih tinggi pada trimester pertama. Kabar baiknya? Sebagian besar mual morning sickness akan mereda dalam 12 hingga 14 minggu kehamilan, bahkan pada kehamilan kembar.
Selain itu, ibu yang hamil anak kembar cenderung mengeluhkan lebih banyak sakit punggung, kesulitan tidur, dan mulas daripada ibu yang mengandung satu anak.
9. Risiko Terrkena Diabetes Gestasional Lebih Tinggi pada Kehamilan Kembar
Risiko diabetes gestasional lebih tinggi pada kehamilan kembar. Selain itu, terkena diabetes gestasional selama kehamilan juga membuat Anda lebih mungkin terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.
10. Risiko Preeklampsia Lebih Tinggi pada Kehamilan Kembar
Tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan preeklampsia, tetapi kasus ini memang lebih sering terjadi pada kehamilan kembar. Preeklampsia ditandai dengan tekanan darah tinggi, protein dalam urin, hingga pembengkakan pada kaki, tungkai, dan tangan.
11. Apakah Semua Kehamilan Kembar Melahirkan Prematur?
Meskipun rata-rata 40 minggu adalah masa kehamilan yang cukup, sebagian besar kehamilan kembar melahirkan sekitar 36 minggu hingga 37 minggu. Beberapa kehamilan kembar bahkan bisa melahirkan lebih awal.
Sayangnya, mencegah persalinan prematur pada kehamilan kembar lebih sulit daripada pada kehamilan tunggal karena intervensi yang digunakan pada kehamilan tunggal tidak seefektif pada kehamilan kembar.
Dokter mungkin akan menyarankan untuk mengurangi tingkat aktivitas Anda jika Anda menunjukkan tanda-tanda persalinan dini di akhir trimester kedua atau awal trimester ketiga.
Dampak kelahiran prematur, di antaranya bayi kembar mungkin lahir dengan berat badan rendah, dan lebih berisiko memiliki masalah kesehatan daripada bayi yang lahir dengan berat lahir normal.
12. Persalinan Caesar Lebih Sering Terjadi pada Kehamilan Kembar
Kemungkinan menjalani operasi caesar jauh lebih tinggi pada kehamilan kembar. Bisa jadi, penyebabnya bayi berada dalam posisi sungsang yang lebih tinggi pada kehamilan kembar dibandingkan kehamilan tunggal. Ketika bayi berada dalam posisi sungsang, persalinan caesar biasanya diperlukan.
Itulah beberapa fakta hamil kembar yang perlu Mom ketahui. Kehamilan kembar memang penuh kejutan, tapi dengan informasi yang tepat dan dukungan yang cukup, Mama bisa menjalani setiap prosesnya dengan lebih tenang dan percaya diri.
Content Writer Parentsquads










and then