6 Cara Aman dan Sehat Mengonsumsi Jeruk untuk Ibu Hamil

jeruk untuk ibu hamil
Foto: Syda Productions

Jeruk merupakan salah satu buah favorit yang paling banyak dikonsumsi dalam olahan jus. Namun dalam hal nutrisi apakah jus jeruk untuk ibu hamil tepat untuk dikonsumsi? Berikut ini penjelasannya, berikut manfaat jeruk untuk ibu hamil dan apa yang harus diperhatikan saat mengonsumsinya. 

Nutrisi pada Buah Jeruk

UC Davis Health menyarankan agar selama hamil ibu mengonsumsi beberapa makanan yang mengandung ini: 

  1. Sayur dan buah hasil pertanian yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, stroberi, paprika, dan brokoli. Itu karena vitamin C sangat mendukung pertumbuhan bayi dan meningkatkan penyerapan zat besi.
  2. Makanan mengandung zat besi, seperti kacang-kacangan, lentil, sayuran berdaun hijau, daging, dan bayam. Semuanya itu mendukung tubuh ibu dalam memproduksi lebih banyak darah untuk ibu dan bayi.
  3. Makanan kaya kalsium, termasuk produk susu yang dipasteurisasi seperti yogurt, susu sapi, keju keras, juga kacang almond, brokoli, dan kacang garbanzo yang dapat membantu mendukung perkembangan tulang dan gigi.
  4. Makanan mengandung asam lemak Omega-3 (EHA dan DHA) seperti ikan sarden, salmon, ikan trout, dan tuna kalengan. Jika memang tidak menyukai ikan, bisa menggantinya dengan suplemen prenatal dengan Omega-3.
  5. Minum banyak air agar tetap terhidrasi sehingga pengiriman nutrisi melalui darah ke bayi tetap optimal. Ini sekaligus membantu mencegah sembelit, wasir, dan infeksi saluran kemih bagi ibu.

Jika merujuk penjelasan di atas, maka jeruk, salah satu buah untuk ibu hamil sangat tepat diberikan. National Health Services mengatakan, jeruk merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Selain itu, ini beberapa jenis kandungan nutrisi yang terdapat pada jeruk selain vitamin C melansir laman Healthline (porsi 140 gram): 

  • Kalori: 66 KKal
  • Air: 86% dari berat buah
  • Protein: 1,3 gram
  • Karbohidrat: 14,8 gram
  • Gula: 12 gram
  • Serat: 2,8 gram
  • Lemak: 0,2 gram
  • Vitamin C: 92% dari Nilai Harian (Daily Value/DV)
  • Folat: 9% dari DV
  • Kalsium: 5% dari DV
  • Kalium: 5% dari DV

Manfaat Jeruk untuk Ibu Hamil

jeruk untuk ibu hamil, buah untuk ibu hamil
Foto: Valerii Honcharuk

Secara spesifik laman Florida Citrus menerangkan manfaat jeruk berdasarkan usia (anak-anak, orang dewasa dan ibu hamil). Dan manfaat jeruk untuk ibu hamil dijelaskan sebagai berikut:

Read More
  • Sumber vitamin C 
  • Jenis vitamin ini membantu pembentukan kolagen untuk tulang dan jaringan pada janin yang sedang berkembang.
  • Meningkatkan penyerapan zat besi nabati untuk membantu melawan anemia (kekurangan mineral zat besi), yang pada tahap awal kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR).
  • Mendukung sistem kekebalan tubuh bayi yang sehat. Dalam hal ini Healthline mengatakan, vitamin C dapat mengubah sel imun layaknya sel pembunuh alami yang mendukung proses apoptosis. Yakni, proses di mana sel-sel lama yang rusak mati dibersihkan dan diganti dengan sel-sel baru yang sehat. 
  • Folat
  • Folat (asam folat) sangat penting untuk pembelahan sel janin, produksi DNA, pertumbuhan dan perkembangan bayi di kandungan.
  • Sebelum dan selama awal kehamilan, wanita usia subur setidaknya harus mendapatkan 400 mikrogram (mcg) asam folat dari suplemen dan/atau makanan yang difortifikasi setiap hari. Bersamaan dengan itu juga mengonsumsi makanan sehat yang mencakup makanan dengan folat alami, seperti jus jeruk 100 persen. 
  • Ini juga sangat membantu mengurangi risiko melahirkan bayi dengan cacat lahir pada otak dan tulang belakang.
  • Ibu hamil membutuhkan 600 mcg folat setiap harinya, dan jeruk merupakan salah satu sumber folat alami yang sangat tepat jika ditambahkan pada menu harian ibu hamil.
  • Kalium
  • Nutrisi ini membantu menjaga keseimbangan cairan pada tubuh ibu hamil. 
  • Membantu mengatur detak jantung normal, fungsi otot, dan produksi energi.
  • Mendukung tekanan darah yang sehat, terutama jika dipadukan dengan diet rendah sodium.
  • Satu gelas jus jeruk murni seberat 8 ons menyediakan 14 persen kebutuhan harian (daily value/DV) kalium ibu hamil.
  • Kalsium
  • Mendukung kesehatan dan produksi tulang pada ibu hamil dan bayinya, terutama pada tahap akhir kehamilan saat kerangka bayi sedang berkembang.
  • Membantu ibu hamil menjaga tekanan darah yang sehat.
  • Jeruk murni merupakan sumber kalsium non-susu yang sangat baik yang umumnya menyediakan 300-350 mg kalsium per porsinya. Ini sekitar sepertiga dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) kalsium untuk ibu hamil.
  • Kaya akan antioksidan 

Jeruk juga sumber berbagai senyawa tanaman bioaktif yang memiliki efek antiradang dan antioksidan, seperti: 

  • Flavonoid. Senyawa fenolik ini berkontribusi terhadap sebagian besar sifat antioksidannya. Yakni:
  • Hesperidin. Ini adalah flavonoid jeruk yang merupakan salah satu antioksidan utama dalam jeruk. Fungsinya menurunkan tekanan darah, antiradang, dan efek antioksidan dalam tubuh ibu hamil.
  • Naringenin yang dapat membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah dan meningkatkan pertahanan antioksidan dalam tubuh.
  • Karotenoid. Umumnya antioksidan ini ada pada semua jenis jeruk dan terkandung dalam warna jeruk itu sendiri (oranye, merah, dan kuning). Manfaatnya adalah meningkatkan kadar karotenoid kulit. Beberapa jenis karotenoid pada jeruk adalah:
  • Beta-kriptoksantin. Senyawa yang bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh, melindungi sel dari kerusakan oksidatif. 
  • Likopen. Jika dikonsumsi dalam jumlah cukup dapat membantu melindungi dari penyakit jantung.

Mengonsumsi jeruk dan buah sitrus lainnya secara teratur juga dapat membantu mengurangi risiko kondisi kesehatan jantung, diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker seperti kanker paru-paru, kanker mulut, kanker lambung, dan lainnya. 

Yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Jeruk untuk Ibu Hamil

jeruk untuk ibu hamil, nutrisi jeruk
Foto: Katarzyna Bialasiewicz/Getty Images

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi jeruk untuk ibu hamil. Berikut ini beberapa di antaranya menurut beberapa sumber:

  1. Jangan mengonsumsi jus jeruk yang tidak dipasteurisasi, seperti dari bar jus, restoran, atau toko-toko makanan. Anda tidak dapat mengetahui seberapa sehat dan bersih pengolahan jus tersebut. Baby Center menjelaskan, besar kemungkinan jus tersebut terkontaminasi E. Coli dan/atau jenis bakteri lain, dan berisiko mengontaminasi ibu hamil (keracunan). 
  2. Minum jus peras yang Anda buat sendiri di rumah. Mengapa? Karena Anda dapat memastikan kebersihan dan keamanannya sebelum mengolahnya. 
  3. Cuci kulit jeruk sebelum Anda mengonsumsinya. US Food & Drug Administration menegaskan, parasit toksoplasma umumnya mudah ditemukan pada buah dan sayuran yang tidak dicuci, sehingga sangat berbahaya bagi ibu hamil dan bayi yang belum lahir.
  4. Hindari menambahkan gula pada jus jeruk untuk ibu hamil –jus murni atau yang ditambahkan jenis buah lain. Pada umumnya kandungan gula pada buah sudah tinggi, dan ini menurut laman All About Women Obstetrics and Gynecology, dapat menjadi masalah bagi wanita dengan risiko diabetes gestasional. 
  5. Konsumsi dalam jumlah cukup. Memang jeruk untuk ibu hamil diketahui tidak memiliki banyak efek samping. Namun bagi Anda yang memiliki sakit maag, sebaiknya tidak mengonsumsinya terlalu banyak, karena jeruk mengandung asam organik, terutama asam sitrat dan asam askorbat (vitamin C).
  6. Alih-alih dijus, makan utuh buah jeruk untuk ibu hamil. Kandungan serat pada jeruk sangat rendah –semakin sedikit lagi jika dibuat jus. Healthline menjelaskan, satu cangkir (248 ml) jus jeruk murni hanya mengandung kalori kurang dari setengah jeruk utuh. Sebaliknya kandungan gulanya hampir dua kali lipat karena biasanya jus ditambahkan gula lagi. 

Mungkin saat mengonsumsi jeruk, Anda tidak sadar ada begitu banyak nutrisi baik yang masuk ke dalam tubuh. Jadi mulai sekarang, jangan hentikan ‘kebiasaan’ Anda mengonsumsi jeruk ya, Ma.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifty two ÷ 13 =