MamPap pasti pernah mendengar tentang intoleransi laktosa, kan? Eits, ternyata kondisi ini bukan hanya bisa terjadi pada anak-anak lho MamPap, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa. Seperti apa kondisi intoleransi laktosa ini dan apa penyebabnya? Apakah intoleransi laktosa masih bisa minum susu? Cek di artikel berikut ya, MamPap.
Apa Itu Intoleransi Laktosa?
Dikutip dari laman Mayo Clinic, intoleransi laktosa adalah kondisi yang membuat seseorang sulit mencerna gula dalam susu dan produk susu, yang disebut laktosa.
Padahal, banyak orang minum susu dengan tujuan agar tubuh tetap fit dan tidak mudah sakit. Namun, penderita intoleransi laktosa sering mengalami diare, gas, dan kembung setelah makan atau minum makanan yang mengandung laktosa. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, tetapi gejalanya dapat menyebabkan ketidaknyamanan.
Kondisi ini umum terjadi karena gejala lactose intolerance, yang dialami 60 % – 90% masyarakat Asia saat tubuh kesulitan mencerna laktosa pada susu.
Gejala Intoleransi Laktosa
Gejala intoleransi laktosa biasanya dimulai beberapa jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Gejala umum meliputi:
- Diare
- Mual, dan terkadang muntah
- Kram perut
- Perut kembung
- Gas
Penyebab
Kekurangan enzim yang diproduksi di usus kecil, yang disebut laktase, biasanya menjadi penyebab seseorang mengalami intoleransi laktosa. Seseorang dapat memiliki kadar laktase yang rendah dan tetap dapat mencerna produk susu. Tetapi jika kadarnya terlalu rendah, seseorang dapat menjadi intoleran laktosa. Bakteri di usus besar kemudian berinteraksi dengan laktosa yang tidak tercerna, itulah yang menyebabkan gejala intoleransi laktosa.
Faktor Risiko
Faktor-faktor yang dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap intoleransi laktosa meliputi:
- Usia yang semakin lanjut. Intoleransi laktosa biasanya muncul pada usia dewasa. Kondisi ini tidak umum terjadi pada bayi dan anak kecil.
- Etnis. Intoleransi laktosa paling umum terjadi pada orang-orang keturunan Afrika, Asia, Hispanik, dan Indian Amerika.
- Kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur mungkin memiliki kadar laktase yang rendah karena usus kecil tidak mengembangkan sel penghasil laktase hingga akhir trimester ketiga.
- Penyakit yang memengaruhi usus kecil. Masalah usus kecil yang dapat menyebabkan intoleransi laktosa meliputi pertumbuhan bakteri berlebih, penyakit celiac, dan penyakit Crohn.
- Perawatan kanker tertentu. Jika Anda pernah menjalani terapi radiasi untuk kanker di perut atau Anda mengalami komplikasi usus akibat kemoterapi, risiko Anda terkena intoleransi laktosa meningkat.
Pertimbangkan untuk Membatasi Laktosa
Pada penderita intoleransi laktosa yang disebabkan oleh kondisi mendasar, proses pengobatan memang bisa dilakukan meski dapat memakan waktu berbulan-bulan. Untuk penyebab lain, Anda dapat menghindari ketidaknyamanan intoleransi laktosa dengan mengikuti diet rendah laktosa.
Untuk menurunkan jumlah laktosa dalam diet Anda, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai berikut:
- Batasi susu dan produk susu lainnya.
- Jika ingin mengonsumsi susu dalam menu harian, konsumsi dalam jumlah porsi kecil secara teratur.
- Pilih susu rendah laktosa.
- Mulailah dengan diet bebas laktosa, lalu secara bertahap perkenalkan kembali makanan yang mengandung laktosa untuk melihat bagaimana sistem tubuh Anda atau anak merespons.
Intoleransi Laktosa Masih Bisa Minum Susu?
PT Heavenly Nutrition Indonesia resmi meluncurkan Susu MIRUKU, susu bebas laktosa, solusi susu harian yang nyaman diminum tanpa kekhawatiran bagi yang mengalami intoleransi laktosa.
Dengan rasa yang premium, Susu MIRUKU dirancang untuk menjawab masalah perut sensitif setelah minum susu. Dibuat dari susu sapi segar dan diproses secara enzimatis sehingga kandungan laktosanya benar-benar 0%, serta teruji di laboratorium.
“Selain mengandung nutrisi susu yang lengkap, MIRUKU diperkaya Vitamin D3, Vitamin K2, dan Kalsium untuk membantu mendukung daya tahan tubuh, otak fokus sepanjang hari, dan kesehatan tulang.” jelas Ivonne Aryanti, Marketing Director PT Heavenly Nutrition Indonesia.
Intoleransi laktosa bukanlah suatu gangguan. Ini hanyalah variasi alami dalam cara kerja sistem pencernaan kita. Sebenarnya, kemampuan untuk mencerna laktosa setelah masa bayi adalah adaptasi genetik yang relatif baru pada manusia. Tidak semua dari kita memiliki adaptasi tersebut, dan itu tidak masalah. Anda tetap dapat menjalani hidup sehat dengan intoleransi laktosa.
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.










and then