Tiap 43 Detik 1 Orang Anak Meninggal Akibat Pneumonia, Ini Fakta Penting Lainnya

Pneumonia pada Anak

Pagi itu, Dita panik melihat napas Arka, buah hatinya yang baru berusia 1,5 tahun, terengah-engah lebih cepat dari biasanya. Batuk yang awalnya ringan tiba-tiba disertai demam tinggi dan dada yang terlihat kembang kempis. Saat sampai di IGD, dokter mengatakan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, pneumonia pada anak. 

Dita terdiam. Ia baru menyadari bahwa apa yang tampak seperti batuk pilek biasa ternyata bisa menjadi salah satu penyakit paling mematikan bagi anak. Dan faktanya kasus Arka bukan satu-satunya.

***

Dalam rangka menyambut Hari Pneumonia Sedunia pada 12 November, MSD Indonesia – perusahaan biofarmasi global yang mengembangkan berbagai solusi kesehatan inovatif, mengajak para orang tua untuk berperan aktif dalam melindungi anak dari ancaman pneumonia. 

Read More

Melalui edukasi berkelanjutan dan langkah pencegahan yang tepat, termasuk vaksinasi, diharapkan semakin banyak anak Indonesia tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit ini.

Para narasumber yang hadir, Dokter Anak Konsultan Respirologi FKUI RSCM, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi., Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A, dan Country Medical Lead MSD Indonesia, dr. Amrilmaen Badawi, MBiomedSc, mekankan bahwa kesadaran orang tua menjadi faktor penting dalam menurunkan angka pneumonia pada anak. Untuk itulah para orang tua perlu memahami fakta penting terkait dengan pneumonia pada anak. 

Pneumonia pada Anak

Menurut dr. Amrilmaen Badawi, MBiomedSc, Country Medical Lead MSD Indonesia, pengetahuan yang cukup dapat membantu keluarga melakukan pencegahan sejak dini. “Pencegahan pneumonia berawal dari pengetahuan yang benar. Saat orangtua memahami langkah pencegahan yang tepat, mereka menjadi pahlawan kesehatan bagi anak-anaknya,” ujar dr. Amrilmaen.

Di sesi diskusi, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi., dan dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A,  menjelaskan bahwa pneumonia merupakan  infeksi yang menyerang paru-paru dan menyebabkan kantung udara dipenuhi cairan atau lendir. Ketika paru-paru tidak bisa bekerja optimal, tubuh kekurangan oksigen dan anak akan bernapas lebih cepat. 

Fakta Pneumonia pada Anak

Berikut beberapa fakta penting terkait dengan pneumonia pada anak. Seperti yang dijelaskan dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi., Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A

1. Pneumonia pada Anak: Penyebab Kematian Balita Nomor Satu di Dunia

WHO pada tahun 2021 mencatat bahwa pneumonia menyebabkan sekitar 740.000 kematian anak di bawah lima tahun, atau setara 14% dari seluruh kematian balita di dunia. Artinya, setiap 43 detik, ada seorang anak yang meninggal akibat penyakit ini. Angka ini menunjukkan betapa mematikannya pneumonia, terutama bagi negara-negara dengan kesenjangan akses kesehatan. Adalah salah besar jika pneumonia pada anak masih dianggap sebagai “penyakit biasa” karena faktanya justru menjadi pembunuh balita terbesar.

2. Pneumonia Rentan Dialami Anak dan Lansia 

Di Indonesia, pneumonia masih menjadi salah satu penyebab kematian anak yang paling serius. Pada bayi usia 0–11 bulan, penyakit ini menempati posisi nomor satu sebagai penyebab kematian. Sedangkan pada anak usia 1–5 tahun, pneumonia menjadi penyebab kematian kedua. Banyak orang tua tidak mengenali gejalanya sejak awal, sehingga anak datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi sudah berat. Situasi ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya pengobatan, tetapi juga kesadaran masyarakat.

3. Pneumonia banyak Disebabkan Streptococcus Pneumoniae

Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri yang paling sering menyebabkan penyebab pneumonia, selain haemophilus influenza tipe b (Hib) dan virus lainnya. Dapat menyerang semua umur terutama anak-anak dibawah 5 tahun karena sistem imunnya belum matang, dan lansia karena imunnya sudah jauh menurun.

4. Gejala Pneumonia pada Anak Sering Dianggap Sepele

Pneumonia pada Anak

Banyak orang tua menganggap pneumonia sama dengan flu atau batuk biasa. Yang pastu pneumonia adalah gejala klinis yang terdiri dari empat hal, yaitu demam, batuk, sesak, dan kekurangan oksigen.Artinya semua batuk pilek demam biasa disebut sebagai pneumonia. 

Meski demikian gejala ini memang dapat berkembang dengan cepat.  Anak mungkin mulai dengan demam ringan atau batuk. Namun, ditegaskan dr. Kanya bahwa tanda kegawatannya adalah sesak dalam artian napasnya bunyi, napas cepat, perut dan dada kembang kempis, dan ada tarikan di dinding dada yang disebut retraksi. Selain itu, terlihat cuping hidung yang kembang kempis juga menjadi tanda bahwa anak sedang berusaha keras untuk bernapas.

5. Pneumonia pada Anak Mudah Menular, Terutama di Lingkungan Padat

Pneumonia menyebar melalui droplet atau percikan kecil yang keluar saat seseorang batuk atau bersin. Droplet tersebut mengandung kuman yang dapat terhirup oleh anak lain. Selain itu, penularan juga bisa terjadi lewat permukaan benda yang disentuh bersama, seperti mainan atau meja. Setelah anak menyentuh benda tersebut lalu menyentuh hidung atau mulutnya, kuman bisa masuk ke tubuh. Lingkungan rumah yang padat dan kurang ventilasi mempercepat penularan penyakit ini.

6. Anak Semakin Rentan Jika Terpapar Asap Rokok

Tahukah MamPap, bahwa anak yang terpapar rokok, 4 kali lebih tinggi memerlukan rawat inap karena masalah pernapasan dan 2-3 kali lebih tinggi dalam hal kunjungan ke gawat darurat karena masalah pernapasan? Faktanya, asap rokok melemahkan daya tahan saluran napas anak. Pada anak yang tinggal serumah dengan perokok, bulu-bulu halus di saluran napas yang bertugas menyaring kuman menjadi rusak.

Akibatnya, bakteri atau virus yang masuk lebih mudah mencapai paru-paru dan menyebabkan infeksi. Inilah mengapa anak yang terpapar asap rokok. Bahkan asap rokok ‘sampingan’ juga menyebabkan risiko pneumonia pada anak. Banyak orang tua tidak sadar bahwa kebiasaan merokok di dalam rumah atau dekat anak dapat meningkatkan peluang terjadinya pneumonia berat.

7. Pencegahan Pneumonia pada Anak Bisa Dimulai dari Rumah

Pencegahan pneumonia tidak sulit, tetapi membutuhkan konsistensi. Anak membutuhkan nutrisi yang baik untuk memperkuat daya tahan tubuh. Tidur yang cukup membantu tubuh melawan infeksi. Kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan rumah, dan etika batuk adalah bagian penting dari Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Orang tua perlu memastikan anak tidak terpapar asap rokok dalam bentuk apa pun. Langkah-langkah kecil ini, jika dilakukan setiap hari, memberikan perlindungan signifikan bagi anak.

8. Vaksinasi Merupakan Perlindungan Paling Efektif

Selain menjaga pola hidup sehat, vaksin pneumokokus (PCV) adalah salah satu bentuk perlindungan paling ampuh untuk mencegah pneumonia pada anak akibat bakteri Streptococcus pneumoniae. Vaksin ini direkomendasikan sejak bayi berusia 12 minggu dan diberikan kembali pada usia 1 tahun. Vaksin tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu mengurangi penyebaran bakteri di masyarakat sehingga orang yang belum divaksin pun ikut terlindungi.

Pneumonia pada anak mungkin terdengar seperti ancaman besar,  kabar baiknya sebagian besar kasus bisa dicegah dan ditangani dengan baik jika orang tua mengenali tanda-tandanya sejak awal. Dengan memastikan anak mendapat vaksinasi yang lengkap, mempraktikkan hidup bersih dan sehat, serta menjaga lingkungan bebas asap rokok, kita sebenarnya sedang memberi tameng kuat bagi mereka. Pertanyanya, sudahkah upaya ini kita lakukan?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 × = forty