Menu dengan olahan daging kambing biasanya akan menjadi menu utama dalam santapan perayaan Idul Adha. Mulai dari olahan sate, gulai, tongseng, sop, dan lain sebagainya. Rasanya khas dan gurih, membuat banyak orang menyukainya. Namun mungkin MamPap penasaran, bolehkah bayi makan daging kambing melalui MPASI? Simak penjelasannya dalam artikel berikut yuk, MamPap.
Bolehkah Bayi Makan Daging Kambing?
Punya stok daging kambing berlebih saat perayaan Idul Adha, mungkin Mama ingin memberikan hidangan daging kambing juga untuk si kecil yang masih bayi. Tak perlu khawatir lagi ya Mam, karena sejak bayi memasuki usia MPASI, tidak ada larangan si kecil untuk makan daging kambing.
Hal ini juga disampaikan oleh dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A., seorang dokter spesialis anak. Beliau mengungkap, bahwa pemberian daging kambing aman dan sudah bisa dinikmati anak bayi sejak usia 7 bulan.
“Boleh. Nggak masalah. Mau dari 6 bulan mulai dikasih sedikit-sedikit daging kambing juga nggak apa,” tegasnya ditemui dalam sebuah acara talkshow Forum Ngobras di Jakarta.
Ia juga menambahkan, orang tua tidak perlu khawatir dengan mitos bahwa daging kambing bisa meningkatkan kolesterol. “Nah, ini juga jadi problem ya. Bayi kan masih butuh banyak lemak, 30% masih butuh. Jadi, nggak ada makanan yang dilarang buat bayi sebenarnya. Asalkan selama takarannya sesuai dengan yang dia butuhkan, nggak masalah. Kecuali pemberian madu di bawah 1 tahun itu yang nggak boleh,” tegasnya.
Kandungan Nutrisi dan Manfaat Daging Kambing

Daging kambing dianggap sebagai salah satu daging merah yang paling sehat, lebih rendah lemak jenuh dan kolesterol, serta lebih tinggi zat besi daripada daging merah atau putih lainnya. Dilansir dari laman Healthline, daging kambing juga banyak mengandung sumber nutrisi yang baik lainnya, termasuk protein, vitamin B12, seng, dan kalium.
Seporsi daging kambing yang dimasak seberat 85 gram, menyediakan beberapa nutrisi, di antaranya:
- Kalori: 122
- Protein: 23 gram
- Lemak: 2,6 gram
- Lemak jenuh: 0,8 gram
- Karbohidrat: 0 gram
- Gula: 0 gram
- Serat: 0 gram
- Riboflavin: 30%
- Zat besi: 18%
- Vitamin B12: 17%
- Seng: 30%
- Kalium: 10%
Daging kambing juga merupakan sumber protein yang baik, yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan dan otot.
Berikut beberapa manfaat lainnya dari daging kambing:
- Rendah lemak dan lemak jenuh. Meskipun lemak mungkin tidak menjadi masalah, makan terlalu banyak dapat mengakibatkan konsumsi energi total lebih banyak dari yang dibutuhkan. Karena daging kambing tidak berlemak, daging kambing merupakan sumber protein yang baik dengan kalori yang lebih sedikit.
- Kandungan zat besi yang tinggi. Bayi membutuhkan lebih banyak zat besi untuk menunjang pertumbuhannya. Daging kambing mengandung sekitar 3,2 mg zat besi per 3 ons (85 gram). Jumlah ini hampir dua kali lipat jumlah zat besi yang ditemukan dalam daging sapi tanpa lemak (1,8 mg), dan dada ayam (0,42 mg).
- Daging kambing merupakan sumber vitamin B12 yang baik. Vitamin B12 (juga dikenal sebagai kobalamin) merupakan nutrisi penting yang memainkan banyak peran dalam tubuh, termasuk produksi energi dalam sel, sintesis DNA, fungsi sel saraf, dan pembentukan sel darah merah.
- Kalium. Daging kambing mengandung banyak kalium, mengandung sekitar 344 mg per 3 ons (85 gram). Kalium merupakan nutrisi dan elektrolit yang membantu mengatur tekanan darah dan menjaga fungsi sel, khususnya sel saraf dan otot.
Cara Pengolahan Daging Kambing untuk Bayi
Dari tekstur dan rasa, daging kambing memiliki rasa yang kuat, lebih manis daripada daging domba. Memasaknya dengan banyak rasa dapat membantu melengkapi rasa uniknya.
Dalam mengolah daging kambing untuk bayi, dr. Ian mengingatkan untuk memerhatikan tekstur, karena tekstur yang dimiliki daging kambing cukup keras atau alot ketika dimasak.
“Untuk membuat MPASI pastinya diolah dengan dimasak hingga matang terlebih dahulu kemudian diblender sampai mencapai tekstur sesuai usia anaknya. Kalau sudah 9 bulan bisa dicincang halus, di atas 12 bulan mau makan daging kambing dengan tekstur biasa nggak apa-apa, selama anaknya kuat dan tetap mewaspadai risiko tersedak,” ungkap dr. Ian.
Selain itu, MamPap juga harus memerhatikan porsinya. Meski tidak ada ketentuan baku, namun kebutuhan gizi masing-masing anak tentu berbeda dan tidak boleh berlebihan. MamPap bisa berkonsultasi dengan dokter anak Anda untuk memastikannya.
Terjawab sudah MamPap, ternyata bayi boleh makan daging kambing. Secara keseluruhan, daging kambing juga menawarkan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi si kecil dan dapat dimasukkan sebagai menu MPASI bayi Anda sebagai variasi. Semoga informasi ini membantu, MamPap.
Content Writer Parentsquads










and then