Mam dan Pap tentu sepakat ya, kalau makanan yang mengandung lemak perlu kita dihindari. Demi menjaga berat badan ideal atau kesehatan jantung, kita perlu mengurangi makanan berlemak, hingga memilih produk yang berlabel low fat. Namun, aturan ini tentu saja tidak berlaku untuk si Kecil. Saat memasuki tahapan Makanan Pendamping ASI (MPASI), kebutuhan lemak untuk anak justru sangat penting.
Anak-anak di bawah usia dua tahun sedang berada dalam masa keemasan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang sangat pesat. Pada fase inilah mereka justru membutuhkan asupan lemak sehat dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada kita. Sayangnya, banyak orang tua yang belum menyadari hal ini karena telanjur termakan mitos bahwa lemak adalah zat yang selalu ‘jahat’ bagi tubuh sehingga perlu dihindari.
Anak di Bawah Dua Tahun Wajib Mengonsumsi Lemak
Untuk mengupas tuntas alasan medis di balik kebutuhan lemak untuk anak, dalam acara Talkshow Bumboo Fat Oil: Lemak Asli untuk Anak Juara, dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med. SC., Sp.A., menegaskan bahwa ada perbedaan mendasar antara pola makan orang dewasa dan anak-anak terkait tiga komponen penting, yaitu gula, garam, dan lemak.
Dokter Ian menjelaskan, “Bagi orang dewasa, gula, garam, lemak (GGL) harus dibatasi. Namun, ini tidak berlaku untuk anak-anak di bawah dua tahun, terutama sekali lemak. Lemak itu penting sekali untuk anak. Lemak wajib ada di tiap menu MPASI anak.”
Dokter Ian juga mengingatkan bahwa organ otak bayi itu sejatinya terdiri dari 60% lemak, dan masa emas perkembangan otak ini justru terjadi pada 24 bulan pertama kehidupannya. Pada periode krusial inilah sebagian besar pertumbuhan otak anak berlangsung dengan sangat cepat. “Ternyata otak itu tumbuh di dua tahun pertama. Sekitar 80 persen lebih dari total berat otak dibentuk di 24 bulan pertama kehidupan,” jelasnya.
Sebagai gambaran untuk Mam dan Pap, saat kita dewasa nanti, berat otak manusia rata-rata akan mencapai sekitar 1.400 hingga 1.500 gram. Namun, perlu diingat bahwa pondasi dan sebagian besar proses pembentukan massa otak yang besar itu ternyata sudah dicuri start-nya sejak mereka masih bayi.
Oleh karena itu, anak-anak kita sangat membutuhkan asupan lemak yang cukup selama masa MPASI dan awal kehidupannya. Jangan sampai kita pelit memberikan lemak, ya. Sebab, kekurangan asupan lemak dapat memengaruhi ketersediaan DHA yang sangat dibutuhkan dalam proses perkembangan otak si Kecil.
“Kalau Anda tidak memberikan lemak pada anak-anak, otomatis otaknya juga tidak banyak lemak, tidak banyak DHA, sehingga perkembangan otaknya juga berkurang,” tegas dr. Ian.
Kebutuhan lemak untuk anak justru sangat penting dan wajib ada di setiap piring MPASI si Kecil dikarenakan lemak merupakan salah satu dari tiga makronutrisi utama, di samping karbohidrat dan protein. Sebagai makronutrisi, tubuh anak membutuhkannya dalam jumlah yang besar dari proporsi menu harian.
Namun, dr. Ian mengingatkan satu hal penting bagi para orang tua agar selalu menggunakan sumber lemak jenuh yang baik. Karakteristik lemak jenuh yang asli adalah akan memutih dan memadat di suhu ruang, serta akan langsung mencair kembali bila dipanaskan.
Oleh karena itu, ia menegaskan agar Mam tidak salah pilih dan memastikan memilih lemak jenuh asli, bukan sekadar lemak tiruan yang diberi perisa rasa daging. Jika Mam memilih lemak siap pakai dalam kemasan, biasakan membaca label komposisinya. Pastikan lemak jenuh berada di urutan paling atas (proporsinya paling banyak) dan produk tersebut tidak mengandung bahan pengawet.
Setiap Suapan Harus Berarti
Memahami teori kebutuhan lemak untuk anak memang mudah, tetapi praktiknya di meja makan sering kali membuat kita para orang tua mengelus dada. Momen makan anak kerap menjadi ujian kesabaran yang luar biasa akibat adanya fenomena Gerakan Tutup Mulut (GTM), anak yang mendadak jadi picky eater, dan berbagai drama penolakan makanan lainnya.
Kondisi harian yang melelahkan ini turut mengusik perhatian CEO Bumboo, Jeffrey Sutanto. Ia mengingatkan para orang tua bahwa ketika anak sedang susah makan, strategi yang tepat adalah fokus pada kepadatan nutrisi, bukan banyaknya makanan yang dikonsumsi anak. “Walaupun yang masuk cuma 3-4 suap, pastikan harus padat gizi dan padat kalori. Salah satu sumber kalori adalah lemak hewani,” ujarnya.
Tantangan nyata di meja makan inilah yang akhirnya menginspirasi lahirnya produk Bumboo Fat Oil. Produk ini hadir mengusung tiga keunggulan penting yang dapat membantu kita, para orang tua, untuk memastikan kebutuhan lemak untuk anak dapat tercukupi.
Bumboo Fat Oil menggunakan lemak hewani asli. Keasliannya bisa dilihat langsung dari adanya lemak asli yang berwarna putih. Karena lemak daging sapi dan lemak ayam di dalam Bumboo Fat Oil diproses secara alami tanpa pengawet dan tanpa perisa buatan, maka jika disimpan dalam suhu ruang akan memunculkan endapan putih di bagian bawah botol.
Produk ini tidak hanya menawarkan satu jenis lemak. Di dalamnya terdapat perpaduan lengkap antara lemak hewani (daging sapi atau ayam), minyak nabati, dan minyak kelapa. Ketiganya bersinergi menjadi formula khusus yang memberikan manfaat lengkap bagi tumbuh kembang anak.
Untuk menggugah selera makan anak, rasa tentu saja wajib diperhatikan. Ya, makanan yang diasup anak tentu saja perlu enak. Nah, aroma gurih yang menggugah selera juga bisa didapatkan dari Bumboo Fat Oil. Rahasia kelezatannya ternyata terletak pada penggunaan bawang bombai segar. Aroma gurih yang akrab di lidah ini terbukti sangat efektif membangkitkan nafsu makan anak-anak.
Tidak Cuma di Indonesia, Drama Anak Susah Makan Dialami di Mana Saja
Drama anak susah makan ternyata bersifat universal dan dialami oleh ibu di mana saja. Dalam kesempatan yang sama, Umma Mega, seorang kreator konten yang populer melalui aktivitas kesehariannya bersama keluarganya di Jepang (Ueno Family), juga menceritakan pengalamannya saat menemani masa MPASI sang buah hati, Ritsuki, ketika mereka harus tinggal mandiri di Jepang.
“Umma bingung waktu Ritsuki susah makan, apalagi kami tinggal sendiri di Jepang. Umma selalu cari makanan yang menggugah selera, aromanya enak. Nah, Bumboo Fat Oil ini jadi solusi yang Umma butuhkan. Apalagi kalau ditambahkan ke menu kesukaannya, yaitu ayam kecap dan mi ayam yang dibuat sendiri di rumah,” ceritanya.
Berbeda dengan Indonesia, Umma mengatakan bahwa pengenalan MPASI di Jepang dimulai sejak usia 5 bulan dengan menu tunggal (misalnya daging ayam saja) untuk mendeteksi dini adanya alergi. Setelah fase tersebut aman, barulah diberikan menu lengkap. Di sinilah kehadiran Bumboo Fat Oil menjadi penyelamat Umma untuk mengolah hidangan kesukaan Ritsuki agar bisa makan dengan lahap.
Nah, sekarang Mam dan Pap sudah tahu kan betapa pentingnya lemak sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan otak si Kecil? Yuk, singkirkan rasa takut dan mulai lengkapi setiap mangkuk MPASI anak dengan sumber lemak terbaik!
Hai, salam kenal 🤗, panggil saya Adis. ‘Terlahir’ jadi ibu, menjadi sadar kalau menjadi orang tua merupakan tugas seumur hidup. Meski banyak tantangan, semua tentu bisa dijalani jika ada dukungan dari lingkungan sekitar. #MamaSquads











and then