Mam Pap pernah berpikir atau bertanya-tanya adakah rahasia yang boleh disembunyikan dari pasangan? Menyimpan rahasia dari pasangan, sejauh mana bisa dilakukan?
Jika, ya, dan berniat untuk menyembunyikan sesuatu dari pasangan, ada baiknya waspada dan bertanya pada diri sendiri, apa sebenarnya tujuan merahasiakan sesuatu dari pasangan? Jangan-jangan menyimpan rahasia dari pasangan hanya sekadar untuk mencari pembenaran atas sikap atau kesalahan yang sudah dilakukan. Terlebih lagi, jika ternyata rahasia yang dimaksud bisa merugikan pasangan bahkan berisiko menghancurkan pernikahan.
Menyimpan Rahasia dari Pasangan
Dalam hal ini Nadya Pramesrani, Psikolog Klinis Dewasa dari Rumah Dandelion menuturkan, bahwa pada dasarnya merahasiakan sesuatu pada pasangan bukanlah suatu hal yang wajar dan dibenarkan untuk dilakukan. Pun, menyimpan rahasia dari pasangan atas nama white lies atau kebohongan putih yang kerap dianggap bisa dilakukan karena merupakan kebohongan baik sehingga boleh dilakukan pada pasangan.
Tidak bisa dipungkiri, tidak sedikit masyarakat yang menganggap bahwa white lies atau berbohong demi kebaikan bisa dilakukan apabila kebohongan tersebut membuat hubungan tetap baik dan harmonis. Namun sebenarnya, apa yang dimaksud white lies dalam hubungan? Apakah benar boleh dilakukan?
“Menurut saya, merahasiakan itu memang bukan sesuatu yang dianggap wajar dalam pernikahan, karena rahasia sama artinya dengan sengaja menyembunyikan sesuatu. Beda halnya jika memang ada hal-hal yang kita rasa lebih nyaman untuk diceritakan pada teman. Tapi, kalau suami bertanya, ya, tidak perlu bohong atau disembunyikan,” tegasnya saat berbincang dengan Parentsquads.
Ia pun menambahkan, “Sebenarnya, white lies itu apa sih? Menurut saya ini hanya masalah terminologi saja. Ibaratnya, seperti mau menghindari sesuatu atau istilahnya ngeles, ‘Loh, saya itu nggak bohong, kok. Mungkin kamu saja yang bertanyanya tidak teliti’,” ujarnya.
Nadya juga mengungkapkan, lewat pengalamannya ketika membantu klien, jika ada pasangan suami istri yang mengaku melakukan white lies, belum pernah terbukti jika rahasia yang dimaksud benar-benar baik untuk kedua belah pihak.
“Seringkali yang ada, hanya baik buat salah satu pihak saja,” tegasnya.
Menyimpan Rahasia dari Pasangan Rahasia, Apa Pemicunya?
Memutuskan untuk merahasiakan sesuatu pada pasangan, menurut Nadya, justru pada umumnya karena didasari dengan adanya rasa tidak nyaman, tidak enak kalau untuk membicarakannya dengan pasangan. Jika dibiarkan terus menerus, kebohongan ini justru akan mengganggu pernikahan.
“Kalau terus-terusan nyari justifikasi untuk menghindari berbicara tentang topik tertentu, karena enggan atau sungkan, ya, ini justru bisa menjadi cikal bakal adanya masalah komunikasi antar pasangan”.
Adakah Rahasia yang Boleh Disembunyikan dari Pasangan?
Hubungan pernikahan idealnya memang harus dilandasi dengan keterbukaan dan kejujuran. Untuk itulah, deep talk antara Mam Pap perlu dilakukan. Namun sayangnya, 100% untuk jujur dengan pasangan merupakan suatu hal memang sulit dilakukan. Setidaknya, sebuah penelitian yang pernah dipublikasikan di Huffington Post menunjukkan kalau 1 dari 5 orang ternyata menyimpan rahasia besar seperti perselingkuhan atau masalah finansial dari pasangan mereka.
Bahkan seperempat dari seluruh peserta penelitian telah memendam rahasia selama lebih dari 25 tahun. Sedangkan 1 dari 4 orang mengaku mereka menyimpan rahasia karena hal yang disembunyikan tersebut bisa mengancam pernikahan mereka.
Namun, Hugh Follet Ph.D. dan George Abraham, Ph.D, ahli yang melakukan riset ini sependapat bahwa menyembunyikan hal penting yang berkaitan dengan pasangan sangat berisiko pada hancurnya hubungan. Sebab, menyimpan rahasia tentu saja saja bisa mengikis kepercayaannya satu sama lain.
Hal yang Umumnya Dirahasiakan
Parentsquads pun sempat bertanya, adakah hal yang bisa menjadi rahasia yang biasanya disembunyikan dari pasangan?
Merahasiakan perasaan terhadap anggota keluarga pasangan
Sering merasa tidak sependapat dengan mertua atau ipar? Atau justru saling bertentangan? Jika selama ini Mam Pap memutuskan untuk menyimpannya sendiri tanpa mau terbuka dan mengatakan pada pasangan, keputusan ini bisa menjadi sebuah kekeliruan besar.
“Jika merahasiakannya pada pasangan, tidak dibicarakan baik-baik, ini justru bisa jadi timebomb. Wajar saja, kok, kalau memang kita ada personality clash dg orang tertentu, termasuk anggota keluarga suami. Realistis saja, rasanya memang tidak mungkin kalau kita bisa cocok dengan semua orang. Coba sekarang kondisinya dibalik, jangankan dengan keluarga suami, kita pun bisa saja tidak suka dan tidak sependapat dengan keluarga sendiri,” papar Nadya.
Artinya, merahasiakan perasaan terhadap anggota keluarga pasangan bukanlah tindakan tepat yang bisa dilakukan.
Merahasiakan keuangan

Sebagian orang mungkin tidak transparan ketika berdiskusi tentang keuangan pada pasangan mereka. Padahal, jika ada salah satu pihak, bahkan kedua belah pihak tidak bersikap jujur soal masalah keuangan hal ini tentu saja sangat berisiko. Percayalah, menyimpan rahasia dari pasangan terkait keuangan seperti ini justru hanya berpeluang untuk menciptakan konflik di kemudian hari dan bisa jadi masalah besar hingga berujung pada perceraian.
“Dalam pernikahan prinsipnya adalah keterbukaan dan saling jujur satu sama lain. Jika ada rahasia, artinya hal tersebut memang sengaja disembunyikan. Tidak ingin pasangannya tahu. Kenapa harus menyembunyikannya?”
Merahasiakan sesuatu di sini tentu saja berbeda dengan memiliki privacy. Pasangan suami istri memang perlu punya ‘ruang’ sendiri. Ruang untuk berkarya, ruang untuk bekerja dengan caranya sendiri, ruang untuk menenangkan diri, ruang untuk just to be you, ada waktunya bukan menjadi istri dan ibu,” papar Nadya lagi.
Jadi, masih terus memutuskan untuk menyimpan rahasia dari pasangan?
Hai, salam kenal 🤗, panggil saya Adis. ‘Terlahir’ jadi ibu, menjadi sadar kalau menjadi orang tua merupakan tugas seumur hidup. Meski banyak tantangan, semua tentu bisa dijalani jika ada dukungan dari lingkungan sekitar. #MamaSquads









and then