Bagi sebagaian ibu, mencuci pakaian merupakan salah satu rutinitas harian yang tak terpisahkan dari mengurus keluarga. Mulai dari pakaian kerja, seragam sekolah anak, baju rumah, hingga mukena atau sarung untuk kebutuhan ibadah. Nyatanya, di balik aktivitas yang tampak sederhana ini, merawat pakaian yang tepat tidak sekadar mencuci dengan benar, namun pilihan deterjen ternyata berpengaruh besar. Bukan hanya pada keawetan pakaian, tetapi juga pada kesehatan kulit.
Ya, mencuci tidak bisa sembarangan, selain semuanya perlu dirawat dengan baik agar tetap nyaman dipakai, tentu faktor kesehatan kulit juga mendajadi sebuat prioritas. Tak jarang, pakaian yang terlihat bersih justru menimbulkan rasa gatal, kemerahan, atau tidak nyaman saat dikenakan. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan sisa deterjen yang menempel di serat kain atau kandungan bahan pembersih yang terlalu keras bagi kulit.
Pakaian sendiri terbuat dari berbagai jenis bahan, seperti katun, wol, sutra, maupun bahan sintetis. Setiap bahan memiliki karakter yang berbeda dan membutuhkan perawatan yang sesuai. Jika deterjen yang digunakan tidak tepat, serat kain bisa lebih cepat rusak, warna mudah pudar, dan pakaian terasa kaku saat dipakai.
Pemilihan Deterjen untuk Merawat Pakaian yang Tepat, Jangan Asal Wangi
Seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan kulit, pemilihan deterjen kini menjadi perhatian banyak keluarga. Beberapa kandungan seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Paraben diketahui dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan sensitif pada sebagian orang. Jika terpapar terus-menerus, residu dari bahan tersebut berpotensi memicu iritasi, terutama pada kulit sensitif, termasuk anak-anak.
Dokter dan edukator kesehatan, dr. Tirta, juga menyoroti pentingnya pemilihan deterjen dalam keseharian. Menurutnya, reaksi seperti gatal atau kemerahan yang muncul setelah memakai pakaian bisa menjadi tanda bahwa kulit tidak cocok dengan deterjen yang digunakan.

“Salah satu faktor penyebab beruntusan (kulit bintik-bintik kecil atau benjolan halus akibat pori-pori tersumbat oleh sel kulit mati dan kotoran itu adalah alergi) biasanya saat memakai pakaian, lalu kulit kemerahan atau gatal, itu karena kulit sensitif terhadap kain yang digunakan,” kata dr. Tirta dalam unggahan video diakun Instagram @dr.tirta.
Dr. Tirta mengingatkan, tidak jarang orang masih mengira rasa tidak nyaman bahkan timbulkan kemerahan pada area kulit disebabkan karena bajunya, padahal bisa jadi karena sisa deterjen di kain. “Kalau kulit sensitif, efeknya bisa langsung terasa,” ungkap dr. Tirta lagi.
Menjawab kebutuhan detergen yang aman untuk kulit seluluh anggota keluarga, Deterjen Sayang Hijab dengan formula tanpa Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Paraben hadir sebagai inovasi baru. Deterjen Sayang Hijab tidak membuat iritasi pada kulit. Selain itu, menghindari penggunaan SLS dan Paraben juga penting untuk jangka panjang, karena kedua bahan ini berpotensi menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif. Meski lembut, deterjen ini tetap efektif membersihkan noda dan kotoran pada pakaian sehari-hari tanpa meninggalkan residu yang mengganggu kulit.

Keunggulan lain dari Deterjen Sayang adalah kemampuannya menjaga kualitas pakaian. Serat kain tetap terasa halus, warna pakaian tidak mudah kusam, dan pakaian tetap nyaman dipakai meski sering dicuci. Hal ini menjadi penting bagi keluarga yang memiliki aktivitas padat dan frekuensi mencuci yang tinggi.
Dalam praktik sehari-hari, kondisi rumah yang membuat pakaian harus dijemur di dalam ruangan juga kerap menjadi tantangan tersendiri. Deterjen Sayang Hijab Lavender dilengkapi dengan Indoor Drying Technology yang membantu mencegah bau apek saat pakaian dikeringkan tanpa sinar matahari langsung. Selain itu, Teknologi Busa Salju memberikan sensasi adem di tangan dan memudahkan proses pembilasan, sehingga sisa deterjen tidak tertinggal di pakaian.
Aroma lavender yang lembut dan menenangkan juga menjadi nilai tambah, membuat pakaian tetap wangi segar lebih lama. Bukan hanya meningkatkan rasa nyaman saat dikenakan, wangi yang tahan lama juga membantu menjaga rasa percaya diri sepanjang hari.
Dr. Tirta pun menegaskan bahwa perawatan pakaian yang tepat tidak bisa dipisahkan dari pemilihan deterjen yang sesuai. “Kalau nyucinya benar dan deterjennya cocok, pakaian awet, kulit aman, dan tidak menimbulkan bau. Itu penting untuk kenyamanan sehari-hari,” jelasnya.
Pada akhirnya, merawat pakaian dengan baik adalah bagian dari bentuk kepedulian ibu terhadap keluarga. Dengan memilih deterjen yang lembut, aman di kulit, dan tetap efektif membersihkan seperti Deterjen Sayang Hijab Lavender, ibu dapat memastikan pakaian keluarga selalu bersih, nyaman dipakai, dan mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang. Sesuai dengan semangat Pilih Sayang, Pilihan Aman, perawatan pakaian pun menjadi wujud sederhana dari rasa sayang pada diri sendiri dan orang-orang terdekat.
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.









and then