Akan Jadi Tren di Tahun 2026, Apa Itu Hybrid Parenting? 

apa itu hybrid parenting

Dari tahun ke tahun, gaya parenting para keluarga modern terus bertransformasi. Memasuki tahun 2026, konsep hybrid parenting semakin mencuri perhatian, sebagai pendekatan baru yang menjembatani nilai tradisional dan praktik modern dalam membesarkan anak. Apa itu hybrid parenting? 

Waktunya Hybrid Parenting!

Tentunya, gentle parenting adalah tentang memvalidasi perasaan anak-anak. Hal ini memang penting, tetapi fokus pada perasaan (anak) 100 persen sepanjang waktu faktanya akan membuat banyak orang tua kelelahan. 

Dikutip dari laman The Bump, David Bruce, RP, seorang psikoterapis individu dan pasangan yang berbasis di Toronto mengatakan, “Di suatu titik, gentle parenting kerap disalahartikan atau ‘kebablasan’ dengan pengasuhan permisif, yang menyebabkan perkembangan batasan yang buruk dalam lingkungan sosial”.  

Apa Itu Hybrid Parenting Diterapkan Oleh Gen Z

Sementara itu, kurang dari 40 persen Gen Z yang sudah memiliki anak berusia 0-6 tahun mengatakan mereka sendiri menggunakan gentle parenting, menurut penelitian terbaru. Faktanya, penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar ibu dan ayah berusia 20-an ini menggunakan campuran berbagai gaya pengasuhan, bukannya berpegang pada satu gaya saja. Pendekatan inilah, yang terkadang disebut hybrid parenting, di mana Anda memilih dan menggabungkan elemen dari berbagai gaya pengasuhan untuk menghasilkan pendekatan personal yang sesuai untuk keluarga Anda.

Read More

“Sebagian besar—atau 4 dari 5—orang tua yang disurvei setuju bahwa tidak ada pendekatan yang cocok untuk semua pengasuhan,” kata Casey Miller, CEO Kiddie Academy, seperti dikutip dalam laman Parents.com. Menurutnya, sebagian besar orang tua dari Generasi Z mengupayakan pendekatan hybrid yang menggabungkan rata-rata tiga gaya pengasuhan yang berbeda.

Kiddie Academy mensurvei 2.000 orang tua dari anak-anak berusia 0 hingga 6 tahun dan menemukan bahwa 54% orang tua Generasi Z memprioritaskan mempersiapkan anak-anak mereka untuk dunia nyata, sementara orang tua milenial lebih fokus pada mendukung anak-anak mereka secara mental dan emosional. Sementara itu, orang tua Generasi Z merasa pola asuh yang lembut dan gentle parenting hanya efektif untuk beberapa situasi.

“Secara umum, orang tua muda percaya bahwa gaya pengasuhan harus dipadukan dan digunakan tergantung pada keadaan,” kata Miller.

Secara keseluruhan, Miller mengatakan pergeseran dari gentle parenting merupakan bagian dari tren yang lebih besar, yaitu memadukan gaya pengasuhan dan berfokus pada setiap anak secara individual.

“Tujuh dari 10 orang tua memilih gaya pengasuhan berdasarkan apa yang dibutuhkan anak mereka, berbeda dengan 23% yang mencoba menerapkan gaya pilihan mereka tanpa mempertimbangkan kepribadian anak mereka,” kata Miller.

Hybrid Parenting Menggabungkan Beberapa Gaya Pengasuhan

apa itu hybrid parenting, gentle parenting

Ketika orang tua mengambil pendekatan hybrid parenting dalam pengasuhan, mereka sering menggabungkan beberapa gaya pengasuhan yang berbeda untuk menciptakan versi pengasuhan unik mereka sendiri. Pada intinya, hybrid parenting melibatkan pertimbangan tujuan dan nilai-nilai keluarga Anda, serta temperamen Anda dan temperamen anak Anda, serta mengasuh dengan cara yang masuk akal bagi Anda dan anak Anda.

“Hybrid parenting mempertimbangkan perasaan anak sambil tetap menjaga batasan Anda. Misalnya, katakanlah anak Anda berteriak karena ingin lebih banyak waktu bermain gadget. Hybrid parenting mengakui perasaan tersebut, tetapi juga tetap mempertahankan batasan,” ungkap Emily Guarnotta, PsyD, PMH-C, seorang psikolog klinis berlisensi, spesialis kesehatan mental perinatal bersertifikat, dan pemilik Phoenix Health. 

Tren Gentle Parenting Mulai Bergeser

Tren gentle parenting menjadi kurang menarik di mata Gen Z diduga karena lebih banyak membutuhkan kerja emosional dari orang tua. Dikutip dari laman Parents.com, Agar efektif menerapkan gentle parenting, orang tua harus memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dan keterampilan pengaturan emosi yang kuat. Bahkan, sebuah studi menemukan bahwa lebih dari sepertiga orang tua yang menerapkan gentle parenting melaporkan kelelahan.

Gentle parenting  juga meminta Anda untuk hadir saat tantrum terjadi, mengakui perasaan tersebut, dan menunggu hingga berlalu.

Mengapa Gaya Pengasuhan Berubah?

Orang tua dari generasi Boomer dan Gen X dibesarkan dengan pendekatan yang lebih otoriter dan tradisional yang menekankan kepatuhan, rasa hormat terhadap otoritas, serta kemandirian. Namun, orang tua milenial lah yang mempelopori gerakan gentle parenting sebagai reaksi terhadap masa kecil mereka sendiri.

“Orang tua Gen Z tumbuh dengan melihat orang tua milenial mendokumentasikan perjuangan mereka dan bertahan dengan kelelahan. Karena itu, orang tua Gen Z ingin menemukan jalan tengah,”ungkap Guarnotta. 

Dr. Guarnotta juga mengatakan bahwa pergeseran ini tidak selalu merupakan penolakan terhadap gentle parenting, tetapi evolusi dari jenis pengasuhan tersebut. Selain itu, kombinasi empati dan konsekuensi yang konsisten memiliki pendekatan terbaik. 

Hybrid parenting bukan sekadar tren sesaat, melainkan respons adaptif terhadap tantangan kehidupan kontemporer, mulai dari fleksibilitas kerja orang tua, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan emosional serta perkembangan kognitif anak di era digital. Dengan menggabungkan prinsip-prinsip terbaik dari berbagai gaya pengasuhan, hybrid parenting menawarkan keseimbangan yang relevan bagi keluarga masa kini yang ingin tumbuh bersama tanpa mengorbankan kualitas hubungan maupun pertumbuhan anak.

MamPap ingin mencoba tren pengasuhan ini?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × four =