Gairah Seks Menurun Setelah Punya Anak, Kapan Perlu Diwaspadai?

gairah seks menurun setelah punya anak

Setelah si kecil hadir, apakah Mama merasa ada perubahan dengan kehidupan seks Mama? Ternyata, wajar jika gairah seks menurun setelah punya anak. Tapi, seberapa normal, kapan perlu diwaspadai?

Banyak ibu baru mengalami penurunan gairah seks setelah melahirkan. Menyusui, pemulihan fisik, dan kelelahan pasca melahirkan semuanya dapat memengaruhi perasaan Anda. Ya, Mama tidak sendirian. Apa saja faktor yang memengaruhi gairah seks menurun setelah punya anak?

Wajarkah Perubahan Gairah Seks Pascapersalinan?

Penurunan libido setelah melahirkan sangat umum terjadi. Dilansir dari laman Baby Center, sebuah studi menemukan bahwa para wanita melaporkan tingkat kepuasan seksual yang lebih rendah hingga satu setengah tahun setelah melahirkan. Dalam enam bulan pertama pasca melahirkan, wanita sekitar dua kali lebih mungkin melaporkan mengalami disfungsi seksual daripada sebelum melahirkan. 

Tidak banyak penelitian tentang bagaimana memiliki anak memengaruhi ibu baru, tetapi sebuah studi kecil menemukan bahwa pasangan menikah kurang tertarik pada seks setelah anak mereka lahir.

Read More

Meskipun tidak ada jadwal pasti untuk melanjutkan hubungan seks, banyak dokter merekomendasikan untuk menunggu empat hingga delapan minggu setelah melahirkan. Terlepas dari apakah Mama melahirkan secara normal atau operasi caesar, tubuh Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih setelah melahirkan. 

Tetapi, jangan khawatir jika Anda belum merasa ingin berhubungan seks, bahkan setelah dokter Anda memberi lampu hijau. Dan hal itu tidak masalah. Beberapa wanita bahkan belum siap melakukan aktivitas seks kembali hingga bulan ketiga bahkan enam bulan setelah melahirkan. 

Faktor Gairah Seks Menurun Setelah Punya Anak

gairah seks menurun setelah punya anak, seks setelah menikah

Ada sejumlah faktor yang berkontribusi pada rendahnya gairah seks Mama setelah melahirkan, di antaranya: 

  1. Kelelahan. Pertama, gairah seks Mama harus ‘bersaing’ dengan kelelahan luar biasa yang sering menyertai. Anak membutuhkan perhatian sepanjang waktu dan banyak kontak fisik, hal ini dapat menguras tenaga secara fisik dan emosional. Ketika Anda akhirnya memiliki waktu untuk diri sendiri, Anda mungkin membutuhkan istirahat dari keterikatan fisik yang intens, sehingga seks tidak menjadi prioritas Anda.
  2. Hormon sedang berfluktuasi. Pergeseran hormonal yang besar dapat membuat Anda merasa tidak seimbang pada periode pascapersalinan, terutama jika Anda menyusui. Saat menyusui, produksi estrogen menurun, yang dapat menyebabkan kekeringan vagina. Hal itu dapat membuat Mama merasa tidak siap secara fisik untuk berhubungan seks, meskipun menggunakan pelumas dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan fisik.
  3. Perubahan fisik. Tubuh Anda sedang pulih dari persalinan, dan proses itu mungkin lebih lambat jika Anda mengalami robekan perineum atau jika Anda sedang dalam masa pemulihan dari operasi caesar. Anda mungkin juga khawatir hubungan seksual akan menyakitkan, dan bagi banyak wanita, pengalaman seksual pertama setelah melahirkan bisa terasa tidak nyaman. Selain itu, Anda sedang mengenal tubuh pascapersalinan Anda yang baru dan mungkin belum merasa sepenuhnya nyaman dengan kondisi tubuh Anda. Perasaan-perasaan ini dapat membuat tidak percaya diri dan membuat Anda merasa kurang menarik.
  4. Kemunduran emosional. Depresi pascapersalinan adalah kondisi kesehatan mental ibu yang serius namun dapat diobati. Kondisi ini memengaruhi 1 dari 8 ibu baru. Salah satu gejala depresi pasca persalinan adalah kurangnya minat pada aktivitas yang biasanya Anda sukai, termasuk seks. Bahkan jika Anda tidak berjuang melawan depresi, beban emosional merawat bayi dapat menurunkan gairah. Jika mungkin curiga mengalami depresi, hubungi penyedia layanan kesehatan agar Anda bisa mendapatkan bantuan.
  5. Takut hamil lagi. Secara alamiah, hewan betina jarang kawin ketika mereka sibuk membesarkan anak-anak mereka. Tubuh mereka tidak akan mampu menanggung beban tambahan kehamilan lain. Hal yang sama mungkin berlaku pada manusia. Bahkan, para ahli merekomendasikan untuk menunggu setidaknya 18 bulan sebelum hamil lagi. Bicaralah dengan petugas layanan kesehatan tentang kontrasepsi, termasuk pil KB atau IUD. Hal ini dapat mengurangi kekhawatiran Anda dan membantu Mama berhubungan seks tanpa khawatir.

Tips Mengembalikan Gairah Seks Setelah Punya Anak

Kabar baiknya, sebagian besar wanita melaporkan bahwa penurunan libido mereka bersifat sementara. Dengan waktu dan kesabaran, Anda dan pasangan dapat membangun kembali hubungan seksual yang memuaskan. Tips ini dapat membantu:

  1. Mulailah dengan sentuhan intim atau pemanasan. Kurangnya keintiman setelah melahirkan bukan hanya tentang seks. Sulit untuk menemukan momen terhubung dengan pasangan Anda secara emosional, apalagi secara seksual. Mulailah perlahan dengan menyentuh, mencium, dan terhubung sepanjang hari. Ketika Anda dapat berhubungan seks, gunakan banyak pemanasan untuk meningkatkan hasrat dan kesiapan.
  2. Puaskan diri Anda. Selama periode pascapersalinan, wajar untuk merasa kehilangan kontak dengan tubuh Anda. Hal-hal yang dulunya terasa menyenangkan mungkin tidak terasa sama setelah melahirkan. Setelah Anda tahu apa yang terasa nyaman bagi Anda, Anda dapat membagikannya dengan pasangan Anda.
  3. Berkomunikasilah dengan pasangan. Komunikasi selalu menjadi kunci selama berhubungan seks, terutama pada periode pascapersalinan. Bicaralah secara terbuka dengan pasangan tentang kekhawatiran Anda dan dengarkan kekhawatiran mereka. Ini penting sebelum dan selama berhubungan seks. Saling memastikan untuk menikmati, dan jangan takut untuk mencoba lagi nanti.
  4. Luangkan waktu untuk berhubungan seks. Jika Anda dan pasangan sama-sama ingin berhubungan seks, cobalah untuk memprioritaskan satu sama lain. Sepakati untuk menjadikan seks sebagai prioritas, lalu bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.
  5. Bersikaplah lembut pada diri sendiri. Menemukan ritme seksual baru setelah melahirkan membutuhkan waktu. Beri diri Anda kelonggaran dan ingatlah bahwa dalam hal seks setelah punya anak, waktu ada di pihak Anda.

Pada akhirnya, Mama harus siap untuk melanjutkan hubungan seksual Anda dan pasangan. Jika tidak kunjung menemukan solusi, bicarakan dengan dokter tentang masalah libido yang rendah. 

Saat siap untuk melakukan hubungan intim, ingatlah untuk melakukan pemanasan yang akan membantu Anda lebih mudah berhubungan seks. Semoga membantu, MamPap.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

÷ three = one