Siapa bilang mengedukasi masyarakat soal pencegahan stunting harus lewat seminar kaku di dalam ruangan? Setidaknya pendekatan inilah yang diterapkan MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026.
Di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, suasana akhir pekan di penghujung Agustus (29-30 Agustus 2026) justru terasa seperti pesta rakyat. Dari anak-anak yang asyik berlomba menyusun makanan bergizi di area permainan, hingga para ibu yang antusias berkonsultasi langsung dengan dokter dan psikolog, edukasi kesehatan melebur alami dengan keceriaan keluarga.
Mengusung semangat “Jaga Generasi Emas, Merdeka Lawan Stunting”, MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan, pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Festival tahunan ketiga hasil kolaborasi Bakti Sosial Djarum Foundation, MilkLife, dan Pemkab Kudus ini membuktikan bahwa membangun kesadaran gizi bisa dilakukan dengan cara yang sangat merangkul.
Angka Stunting di Kudus yang Terus Menyusut
Kerja keras mengedukasi masyarakat dari rumah ke rumah hingga ke tingkat RT kini mulai memetik hasil manis. Angka stunting di Kabupaten Kudus berhasil ditekan secara konsisten dalam dua tahun terakhir.
Hal ini disampaikan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, “Kami ucapkan terima kasih kepada Bakti Sosial Djarum Foundation yang terus mengawal program-program keluarga sehat dengan penurunan stunting sangat signifikan, yang sebelumnya 4,08% menjadi 3,04%. Artinya dengan adanya program ini sejak tahun 2024 dampaknya sangat positif terhadap penurunan angka stunting di Kudus,” katanya.
Sam’ani optimistis bahwa dengan gotong royong hingga level terkecil di masyarakat, target bebas stunting bukan sekadar mimpi.
“MilkLife Keluarga Sehat terbukti luar biasa dampaknya. Semoga dengan ada edukasi dan pelayanan seperti ini masyarakat bisa semakin sadar arti kesehatan keluarga. Kami harapkan seluruh pihak bisa meneruskan informasi ini sampai ke tingkat desa maupun RT. Mari kita sukseskan generasi emas, cegah stunting dan semoga di tahun 2030 Kabupaten Kudus zero stunting,” tambahnya.
Gayung pun bersambut. Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, menegaskan komitmen jangka panjang organisasinya untuk terus mendampingi warga Kudus. “Kami ingin Kudus menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam penanganan kesehatan dan juga stunting. Maka dari itu kami siap mendukung untuk menjadikan Kudus zero stunting di tahun 2030. Kami mulai membiasakan supaya mereka (orangtua) tahu yang terbaik untuk putra-putrinya. Pada intinya, kami ingin memberi kontribusi positif bagi warga Kudus, karena kami lahir dan besar di Kudus,” tuturnya.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan pendekatan festival ini dinilai efektif. Jawabannya ada pada cara penyampaiannya, di mana lewat festival orang tua dan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan karena dapat menikmati momen kebersamaan bersama keluarga.

Bagi para orang tua juga mendapatkan akses informasi kesehatan secara gratis dan ramah ini adalah angin segar. Hal ini disampaikan Lusi Rahmawati, seorang ibu asal Desa Ngembalrejo. Ia menilai berbagai layanan dan aktivitas yang tersedia cukup lengkap dan informatif. Baginya, acara ini memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan baru mengenai kesehatan keluarga. Mengunjungi booth Hunian Sehat serta layanan tumbuh kembang anak, ia mengaku mendapatkan banyak informasi mengenai kebersihan lingkungan dan pola makan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Acaranya bagus dan fasilitas yang disediakan juga sangat memadai. Kita jadi banyak dapat pengetahuan baru soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah, mengenai gizi dan tumbuh kembang. Tadi juga sempat screening anemia, jadi saya bisa berkonsultasi dengan leluasa dan penyampaian hasil screening-nya juga jelas.,” ujar ibu dua anak tersebut.
Field Promotion Manager, Danang Adityo Pramandaru, menyebutkan bahwa konsep fun diciptakan agar pesan nutrisi dapat terserap tanpa paksaan.
“Kami ingin Festival Keluarga Sehat menjadi ruang yang fun, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan mengenai kesehatan jasmani, tetapi juga dapat menikmati berbagai hiburan bersama keluarga. Di sisi lain, pemenuhan nutrisi dan gizi seimbang juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang, termasuk dengan mengonsumsi susu berkualitas,” ujarnya.
Keseruan itu diwujudkan lewat Jalan Keluarga Sehat – Parade Gizi Hebat, lomba estafet Isi Piringku, wahana eksplorasi sensorik balita, pertunjukan seni wayang humor, hingga undian motor listrik Polytron Fox R 350.
Menariknya, keceriaan di alun-alun ini adalah puncak dari gerakan akar rumput yang sudah berjalan sejak Juli 2026—mulai dari Aksi Rumah Resik Sehat (SIKAT) yang melibatkan 2.311 warga di 4 desa, hingga aksi Belanja Pinter Gizine Bener (BPGB) yang mengajari warga cara memilih bahan makanan bergizi saat berbelanja.
Mengawal 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Pencegahan stunting yang efektif harus dimulai sejak awal: menjaga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mengendalikan sanitasi lingkungan, dan memastikan calon ibu bebas anemia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Abdul Hakam, M.Si, Med, Sp.A, memaparkan capaian Kudus yang sudah berada jauh di bawah ambang batas standar WHO (10%).
“Sebenarnya standar maksimal stunting yang direkomendasikan oleh WHO adalah di bawah 10%. Kita bersyukur Kabupaten Kudus sudah di angka 3%. Ini suatu prestasi yang luar biasa dan kita harus maksimalkan. Jadi kita targetnya bagaimana nanti secara bertahap di 2027 mencapai 2%, 2028 sampai 2029 mungkin ya 0,3% atau 0,9%, karena memang pasti masih akan ada (stunting). Tapi kami usahakan bersama nanti bagaimana menembus 0% sesuai target pak Bupati di 2030,” ujarnya.
dr. Hakam menekankan bahwa menjaga asupan protein hewani harian dan kebersihan lingkungan rumah adalah pilar yang tak boleh kendor.
“Bagaimanapun sanitasi juga penting karena kaitannya dengan munculnya penyakit. Kalau itu teratasi, pasti secara maksimal problem stunting turun. Selain itu juga program lain, baik itu imunisasi, tumbuh kembang, serta pemeriksaan 1.000 hari kehidupan juga harus digalakkan. Kemudian potensi adanya anemia ini cukup berdampak. Edukasi peningkatan gizi terhadap konsumsi daging merah seperti kerbau, kambing, sapi, dan ampela juga tak kalah penting, untuk dikonsumsi tiga sampai lima kali dalam seminggu, terutama untuk ibu hamil,” sambungnya.
Di arena festival, komitmen tersebut diwujudkan lewat layanan kesehatan gratis menyeluruh: pemeriksaan USG ibu hamil, screening anemia, pemeriksaan triple elimination, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga ruang curhat bersama psikolog klinis.
Melalui integrasi antara edukasi gizi, perbaikan sanitasi, serta keterlibatan aktif masyarakat, MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 menegaskan bahwa semangat “Merdeka Lawan Stunting” dapat diwujudkan secara nyata demi melahirkan generasi masa depan yang unggul dan sehat.
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.









and then