Mengenal Guided Play, Strategi Bermain Terarah yang untuk Membangun Koneksi Keluarga

Guided Play

Bagi anak-anak, dunia adalah tempat mereka bermain. Lewat bermain anak-anak pun bisa belajar dan mengenal dunia. Namun, tahukah Mam Pap bahwa bermain bisa dilakukan lewat berbagai pendekatan seperti guided play?

Selain free play di mana anak dibiarkan bermain bebas tanpa aturan dan instruksi formal dari orang tua, metode yang kini menjadi perhatian para ahli psikologi perkembangan anak, yaitu  guided play atau bermain yang lebih terarah.

Apa Itu Guided Play?

Guided play merupakan pendekatan bermain di mana anak tetap memegang kendali atas kendali eksplorasinya, tetapi orang dewasa menyiapkan fasilitas, lingkungan, serta arahan halus untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Berbeda dari instruksi kaku yang serba diatur, dalam guided play orang tua hadir sebagai fasilitator, di sini kita sebagai orang tua bisa mengajukan pertanyaan, memberi tantangan kecil, atau mendampingi tanpa mendikte.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Child Development mengkaji 39 studi tentang guided play. Sebanyak 17 studi, dengan total 3.893 anak usia 1–8 tahun, masuk dalam meta-analisis. Hasilnya menunjukkan manfaat guided play pada sejumlah kemampuan belajar tertentu, seperti keterampilan matematika awal, pemahaman bentuk, dan kemampuan berpindah tugas.

Mulai dari peningkatan keterampilan matematika awal dan logika. Ini bisa dilakukan  lewat permainan menyusun pola, meronce, atau mengelompokkan bentuk. Kemudian kemampuan pemahaman bentuk, dan kemampuan anak mudah beradaptasi saat berganti tugas atau aturan permainan. Selain itu, guided play juga membantu peningkatan koneksi emosional antara anak dan orang tua, sebab kehadiran orang tua yang mendampingi tanpa menghakimi memberikan rasa aman bagi anak untuk mencoba hal baru.

Guided Play di Parentalk Festival 2026: “Feel the Fun in Fruitopia!”

Untuk memfasilitasi kebutuhan eksplorasi keluarga ini, platform digital Parentalk menghadirkan gelaran tahunan ke-5 mereka, Parentalk Festival 2026. Dengan mengusung tema “Feel the Fun in Fruitopia!”, festival ini dirancang khusus sebagai ruang simulasi guided play bagi orang tua dan anak.

Terinspirasi dari keragaman buah-buahan, mulai dari warna, bentuk, hingga manfaatnya, ruang eksplorasi ini merefleksikan proses tumbuh kembang setiap anak yang unik dan memiliki temponya (pace) masing-masing. Acara ini akan diselenggarakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026 di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan.

Melalui kolaborasi dengan Indomilk Kids Yogurt sebagai sponsor utama, Parentalk Festival 2026 menerjemahkan konsep guided play ke dalam 5 elemen interaktif yaitu Explore, Create, Play, Connect, dan Grow.

Di sini orang tua diajak untuk hadir dan terlibat secara langsung. Mengamati, dan mendampingi anak menikmati beragam stimulasi yang ditawarkan. Rangkaian aktivitas di festival mencakup kegiatan sensorik dan motorik dari Indomilk Kids Yogurt, face painting bersama Tempra, storytelling bersama Minipon, serta permainan edukatif dari Smarticks seperti meronce, Ulat Pola, dan Hopscotch. Pengunjung juga dapat mencoba wahana RC Excavator.

“Setiap anak bisa tertarik pada aktivitas yang berbeda, bahkan minatnya dapat berubah seiring waktu dan pengalaman. Orang tua dapat memberi kesempatan untuk mencoba beragam hal, lalu mengamati apa yang membuat anak penasaran atau ingin dilakukan lagi. Yang penting adalah hadir, mendengarkan, dan mengikuti ketertarikan anak tanpa buru-buru menentukan ia harus menjadi seperti apa,” jelas Saskhya Aulia Prima, M.Psi., Psikolog, yang akan hadir dalam sesi talk show.

Selain wahana bermain, festival ini juga semakin lengkap karena keluarga dapat menikmati musik yang dibawakan seperti Bilal Indrajaya dan Kiddos Band, serta sesi talk show edukatif bersama para pakar parenting dan psikolog anak Saskhya Aulia Prima, M.Psi.

Bagi para orang tua yang ingin mengamati ketertarikan minat buah hati secara langsung sambil menikmati quality time keluarga di area terbuka, Parentalk Festival 2026 menjadi momentum yang tepat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

28 − twenty six =