Tuangkan Perasaan Lewat Creative Journaling, Bantu Jaga Kesehatan Mental

creative journaling

Percaya nggak kalau menulis bisa meredakan emosi juga mencegah dan mengobati stres dan depresi? Nggak percaya? Mungkin ini waktunya MamPap mencoba creative journaling untuk membuktikannya! 

“Bagaimana perasaanmu hari ini?” 

Adakah hari ini yang menanyakan ini ke MamPap? Ada? Siapa? Pasangan kah, orangtua, anak-anak atau yang lainnya?

“Jika energimu hari ini adalah baterai, berada di level mana dirimu? 100%, 70%, 50% 30% atau 10%?”

Read More

Kira-kira kalau ditanyakan hal ini, MamPap akan menjawab berapa persen? 

Sharing emotional check-in ini dijadikan pembuka pada sesi Creative Journaling yang diikuti ParentSquads bersama layanan kesehatan mental Amanasa Indonesia. 

Apa itu Creative Journaling? 

Journaling merupakan salah satu metode umum yang digunakan dalam dunia psikologi dalam mendukung kesehatan mental. Belakangan metode ini sedang tren dilakukan –salah satunya creative writing. Help Guide menjelaskan metode ini sebagai media tulis yang memadukan persepsi, ingatan, dan imajinasi untuk menciptakan bentuk ekspresi naratif, mulai dari puisi dan cerita pendek hingga praktik mencatat pengalaman dalam bentuk aliran kesadaran (stream-of-consciousness journaling).

Intinya, penerapan terapeutik ini menyertakan unsur emosional atau psikologis ke dalam ekspresi tertulis (kegiatan menulis) di mana tujuannya untuk mendukung pertumbuhan emosional atau proses pemulihan.

Dalam Journal of Contemporary Psychotherapy, terapi menulis dilakukan sebagai sebagai “proses investigasi”, di mana tindakan menulis berfungsi sebagai instrumen penting, “Dengan tujuan mendorong penyembuhan diri dan pertumbuhan pribadi.”

Nah, pada creative journaling, MamPap tidak hanya menuangkan pengalaman dalam bentuk tulisan, tapi juga gambar dan lainnya. Tujuannya sama, untuk mengungkapkan dan memproses emosi, merenungkan cara untuk meningkatkan kesejahteraan diri, menjernihkan pikiran, juga mengatasi stres, kecemasan, dan depresi. 

Sudah banyak studi yang menyatakan creative journaling sungguh-sungguh bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun mental, seperti suasana hati yang lebih baik, berkurangnya rasa tertekan, serta peningkatan fungsi kekebalan tubuh.

Manfaat Creative Journaling 

creative journaling, manfaat journaling

MamPap penasaran apa saja manfaat dari creative journaling? Berikut ini manfaatnya seperti dijabarkan jurnal yang berjudul Creative Journaling, Neuroscience and Sensory Processing Sensitivity: 

  1. Konsolidasi dan integrasi ingatan di berbagai wilayah otak. 
  2. Mengurangi stres, relaksasi, dan kesejahteraan. 
  3. Mengendalikan detak jantung, tekanan darah, dan proses fisiologis lainnya dengan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. 
  4. Meningkatkan kesehatan psikologis maupun fisik seseorang –ketika seseorang mengungkapkan emosinya secara ekspresif melalui tulisan. 
  5. Mengeksplorasi emosi, ingatan, dan perasaan mereka dengan cara yang kreatif.
  6. Membantu mengintegrasikan fungsi otak dengan pengalaman subjektif terutama dalam memaknai pengalaman traumatis sehingga individu mampu memproses dan mengelola emosi yang sulit.

Eksplor Emosi dengan Cara Kreatif

In this economy dan di tengah situasi politik yang tak menentu seperti sekarang ini, sulit  untuk hidup ‘baik-baik saja’. Belum lagi ditambah dengan adanya masalah dengan pasangan, anak, keluarga besar, pekerjaan, dan/atau lainnya.

Di tengah tekanan dan tuntutan hidup itu, MamPap dituntut untuk tetap kuat dan sehat, baik secara fisik dan mental. 

Apa iya MamPap benar-benar kuat membawa ‘beban’ itu? Mungkin tidak sepenuhnya kuat, tapi MamPap bertahan. Mungkin sebenarnya MamPap sudah tidak sanggup, tapi tidak ada orang yang bisa diajak berbagi beban. Seiring berjalannya waktu, MamPap kalah dengan keadaan. Entah disadari atau tidak, MamPap stres, depresi, kekurangan gairah melakukan hal-hal yang sebelumnya MamPap sukai, nafsu makan berkurang, juga lainnya. 

“Ketika seseorang sedang emosi, pasti rasanya seperti buntu, foggy dan overwhelmed. Menulis membantu kita mengaktifkan bagian-bagian otak yang lain, sehingga dapat lebih optimal dan obyektif melihat apa yang kita rasakan dan miliki tentang emosi saat ini,” kata Psikolog Amanasa Indonesia, Salma Ghina Sakinah Safari, M.Psi., Psikolog.

Creative journaling ini cocok untuk segala usia, ya, MamPap. Dan untuk MamPap yang tidak bisa menggambar, jangan khawatir. Sekali lagi, tambah Ghina, tujuan journaling adalah agar MamPap bisa mengekspresikan emosi yang sedang dirasakan secara bebas, sehingga MamPap tidak harus menyimpannya sendirian terus-menerus.

Melalui proses kreatif ini, MamPap juga akan mendapatkan insight dan dukungan psikologis. Jadi, jangan ragu ikut kelasnya dan rasakan langkah nyata dalam menjaga kesehatan mental Anda. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ninety seven − = ninety one