8 Hal Yang Dibutuhkan Anak Autis, Cermati Satu Per Satu!

kebutuhan anak autis

Menurut MamPap, apa yang dibutuhkan anak autis? Cukupkah hanya kasih sayang orang tua dan keluarga? Iya, itu memang salah satu yang utama. Tapi selain itu, ada beberapa hal lain yang juga jadi kebutuhan anak autis agar mereka menjadi bermakna dalam menjalani hidup, tidak hanya untuk dirinya dan keluarga tapi juga orang lain. 

Apa Itu Autis? 

Pada umumnya, orang dengan autisme memiliki otak yang bekerja dengan cara yang berbeda dari orang normal. Secara ilmiah University of Rochester menjelaskan bahwa perbedaan ini secara umum disebut sebagai gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD). Yakni, gangguan yang memengaruhi cara penyandangnya berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. 

Agar lebih mudah mengerti, National Health Service (NHS) menjabarkan seperti apa perilaku penyandang autisme yang ‘berbeda’ dari orang normal lainnya:

  • Kesulitan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.
  • Kesulitan memahami bagaimana orang lain berpikir atau merasa.
  • Tidak nyaman atau stres dengan cahaya terang atau suara keras.
  • Cemas atau kesal jika berada di situasi atau acara sosial yang tidak dikenalnya.
  • Butuh waktu lama dalam memahami informasi.
  • Melakukan atau memikirkan hal sama berulang kali.

University of Rochester menambahkan: 

  • Penyandang autisme kemungkinan tidak dapat memahami komunikasi nonverbal (tidak bereaksi terhadap senyum atau mimik lain yang ditunjukkan orang lain kepadanya). 
  • Menafsirkan sesuatu secara harfiah.
  • Seringkali hanya mampu menangani satu pikiran atau ide dalam satu waktu. 
  • Hanya ingin membicarakan satu hal yang benar-benar diminati pada satu waktu tertentu (bisa dibicarakan berulang kali).
  • Melihat sesuatu secara berbeda dari kebanyakan orang. 

‘Perbedaan’ ini sudah ada sejak mereka masih berada di dalam kandungan, dan bukan penyakit. Setelah lahir, tanda dan gejalanya ada yang sudah bisa terlihat di usia sangat dini atau di usia yang sudah lebih tua. 

Tiap penyandang autisme memiliki tanda dan gejala berbeda. Itu karena, autisme adalah gangguan spektrum yang mana rentang keparahannya bisa sangat luas –memungkinkan tiap penyandangnya memiliki gejala yang berbeda. 

Misalnya saja: ada penyandang autis yang dapat berbicara dan hidup mandiri dan ada juga yang tidak sama sekali; ada yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata dan ada yang kesulitan belajar; ada yang bisa hidup mandiri dan ada juga yang terus membutuhkan bantuan dari orangtua atau pengasuh setiap hari.

Satu lagi, beberapa penyandang autisme juga ada yang terlahir dengan kondisi lain, seperti:

  • Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) 
  • Disleksia
  • Kecemasan
  • Depresi
  • Epilepsi

Tidak Diketahui Penyebabnya

kebutuhan anak autis, anak autis

Yang pasti, MamPap, autisme berlaku seumur hidup dan tidak dapat disembuhkan karena memang bukan kondisi medis. Hingga kini, penyebab dari ASD belum diketahui dengan pasti apa faktornya. Para ahli kesehatan berpikir, kondisi ini merupakan kombinasi gen yang dimiliki anak sejak lahir dan sesuatu di lingkungan yang memicu gen tersebut pada mereka.

Ditambahkan NHS, autisme bukan disebabkan oleh pola pengasuhan yang buruk, bukan disebabkan oleh vaksin (seperti vaksin MMR), tidak terkait dengan pola makan, dan bukan juga infeksi yang dapat ditularkan ke orang lain.

Apakah penyandang autis bisa hidup normal? Bisa, dong! Penyandang autisme sangat bisa hidup dengan baik dan bermakna di tengah-tengah lingkungannya. Sudah banyak, kok, yang membuktikannya. 

Dengan terapi dan pelatihan yang konsisten, penyandang autisme mampu menguasai beberapa hal. Mereka juga bisa berteman, menjalin hubungan, hingga bekerja –mungkin butuh bantuan ekstra.

8 Kebutuhan Anak Autis

kebutuhan anak autis, anak autis, penanganan anak autis

Tidak ada aturan baku tentang bagaimana cara berkomunikasi dengan anak dengan autisme. Namun, dari pengalaman banyak keluarga dengan penyandang autis, ini yang dibutuhkan anak autis:

1. Orang tua memahami autisme

Menurut Unicef, yang dibutuhkan anak autis utamanya adalah, MamPap memahami apa itu autisme, spektrum apa yang dialami anak, dan paham bahwa penyebab anak autisme bukalah MamPap –meski para ilmuwan sepakat sebagian besar bersifat genetik. 

2. Kasih sayang keluarga

Menurut Epic Minds Therapy, Ketika keluarga turun tangan dengan memberikan kasih sayang, kesabaran, empati dan dan struktur (rutinitas yang teratur), anak-anak autis dapat menjalani hidupnya dengan lebih percaya diri dan menghindarinya dari kecemasan berlebih. Mereka jadi lebih bebas dan sanggup menjelajahi dunia di sekitar mereka. 

Dalam hal ini tidak hanya orang tua saja yang berperan, tapi juga saudara kandung dan keluarga besar.

3. Mengetahui hak-hak anak

Anak autis rentan menghadapi diskriminasi, stigma, dan kesalahpahaman. Oleh karena itu, cara terbaik mendukung anak autis adalah dengan memahami hak-hak yang mereka miliki. Seperti, mereka juga berhak atas keselamatan, keamanan, pendidikan berkualitas, dan dukungan untuk mencapai kesehatan fisik dan mental terbaik –diatur dalam hukum internasional (Convention on the Rights of the Child dan Convention on the Rights of Persons with Disabilities).

Kesadaran bahwa dirinya memiliki hak yang sama dengan anak lain, membuatnya tumbuh dengan memiliki harga diri.

4. Diajarkan tentang keterampilan hidup

Yang dibutuhkan anak autis berbeda-beda karena kondisi mereka juga berbeda. Untuk itu, kata laman Autism Speaks, bekali anak dengan keterampilan hidup yang sesuai dengan kebutuhannya di masa depan. Misalnya, mencuci pakaian di rumah atau tempat pencucian umum, memasak, mengelola keuangan, naik kendaraan umum, belanja kebutuhan di supermarket, dan lainnya.

5. Menjaga konsistensi

Konsistensi, inilah yang dibutuhkan anak autis. Prediktabilitas membantu anak autis merasa aman, nyaman dan stabil. Rutinitas harian yang jelas juga dapat mengurangi kecemasan dan membantu anak memahami apa yang diharapkan. 

Seringkali perubahan kecil bisa jadi sangat menyulitkan bagi anak dan merusak mood-nya. Jadi, cobalah menjaga agar waktu makan, tidur, dan aktivitas lainnya berjalan konsisten.

6. Tidak melewatkan terapi 

Setiap anak autis belajar dengan cara berbeda. Setiap intervensi atau terapi juga disesuaikan dengan kebutuhan mereka, seperti terapi wicara, okupasi, sensori, bermain dan lainnya. Jadi jangan dilewatkan agar kemampuan komunikasi, sosialisasi, kemandirian, dan pengelolaan emosi anak terus berkembang. Dalam jangka panjang, terapi juga baik dalam memaksimalkan potensi anak. 

7. Memiliki orang tua selalu menjaga kesehatan fisik dan mental 

Menjadi orang tua dari anak autis bisa sangat melelahkan dan stres. MamPap harus tahu kapan harus meluangkan waktu dan energi untuk beristirahat dan me time. 

Meski lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tapi cobalah melakukan hal-hal yang Anda sukai saat me time. Ini tidak hanya baik dalam menjaga kesehatan fisik tapi juga mental. 

8. Mendapat bantuan dari tenaga profesional

Bekerjasama dengan terapis dan guru membantu MamPap menciptakan sistem dukungan yang kokoh. Ini membuat MamPap juga jadi lebih kuat dan percaya diri dalam mengurus anak karena merasa memiliki pendukung (selain keluarga). 

Itulah beberapa hal yang dibutuhkan anak autis. Yang pasti, autisme adalah kondisi seumur hidup. Dengan mendapatkan kasih sayang dan dukungan penuh dari MamPap, anak dapat belajar mengatasi dan menjalani kehidupan yang memuaskan dan bermanfaat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight × = 8