Ini Kamus Cara Membesarkan Anak Perempuan, Simak Panduannya!

cara membesarkan anak perempuan

Kira-kira akan seperti apa anak perempuan MamPap di masa depannya nanti? Sejak dulu ada dogma bahwa membesarkan anak perempuan itu jauh lebih sulit dibandingkan anak laki-laki. Mungkin itu juga yang MamPap pikirkan saat ini. Tenang, Anda tidak akan mengalaminya. Berikut ini beberapa hal yang perlu orang  tua pahami tentang cara membesarkan anak perempuan agar ia bisa tumbuh menjadi perempuan yang mengagumkan. 

Membesarkan anak perempuan di era digitalisasi yang menuntut kesempurnaan memang tidak mudah. Coba saja buka media sosial, di sana terpampang nyata bagaimana para influencer membangun standar kesempurnaan, mulai dari wajah yang cantik, tubuh yang ideal, benda yang wajib dimiliki dan masih banyak lagi. 

Dengan kata lain, MamPap tidak bisa hanya menggunakan media sosial sebagai alat bantu untuk membesarkan anak perempuan –meski tidak dipungkiri masih ada beberapa konten bermanfaat di media sosial. 

Ya, membesarkan anak perempuan yang sehat, cerdas, tangguh, percaya diri serta nyaman dengan tubuhnya memang butuh usaha ekstra. Anak butuh bimbingan MamPap sejak masih di usia dini. 

Read More

8 Cara Membesarkan Anak Perempuan

Tiap keluarga mungkin punya cara membesarkan anak perempuan yang berbeda. Tapi umumnya, ini yang diinginkan kebanyakan orang tua untuk anak perempuannya serta beberapa hal yang perlu dilakukan dalam membesarkan mereka. 

1. Batasi penggunaan media sosial

Seiring bertambah usia, Anda mungkin tidak bisa melarang anak menggunakan smartphone. Yang perlu diingat, batasi penggunaannya pada anak. Seperti membatasi waktu penggunaan, aplikasi yang boleh ada di smartphone, dan fungsi penggunaan lainnya. 

Ibarat jalan tol, media sosial bisa mengantar banyak hal negatif pada anak dengan sangat mudah. Mereka belum memiliki ‘filter’ untuk memilah mana yang baik dan buruk, mana yang nyata dan palsu. 

Jika tidak membatasi dan mengawasinya, anak akan dengan mudah tumbuh menjadi seseorang yang sesuai dengan standar media sosial. 

2. Penampilan fisik bukan segalanya

Iya, penampilan fisik bukan yang utama. Namun, orang tua tetap perlu mengajarkan anak perempuan bahwa merawat diri dan menjaga kesehatan juga sama pentingnya dengan penampilan fisik. 

3. Mencintai diri sendiri

Ketika anak melakukan sesuatu, pastikan itu karena anak mau dan suka. Ini tanda anak mencintai pilihannya dan tidak butuh validasi dari orang lain. 

Misalnya, anak mengepang rambutnya karena ia suka melihat rambutnya dikepang, anak memilih les drum karena memang menyukainya, atau anak merias wajahnya saat bepergian karena ia suka dengan hasil riasannya. 

Jika anak menganggap dirinya tidak secantik temannya, katakan saja bahwa ia juga cantik sebagaimana adanya ia. Tekankan bahwa kecantikan fisik tidak akan ada artinya jika tidak dibarengi dengan kualitas diri. 

Untuk mengajarkan anak perempuan mencintai dirinya sendiri, MamPap juga harus menghormati pilihannya dan jangan terlalu mengintimidasi atau memaksakan kehendak MamPap kepadanya, ya.

Dengan sendirinya anak akan terdorong untuk mengembangkan hubungan yang sehat antara tubuh dan pikirannya. Ia serta merta bisa terbebas dari standar kecantikan yang berlaku di sekitarnya. Bonusnya ;agi, anak mampu menerima dirinya apa adanya, mencintai dirinya sendiri, memiliki harga diri dan merasa bernilai.

4. Aktif melakukan minat dan hobinya

Child Mind Institute mengatakan, mendorong anak terlibat dalam aktivitas yang mereka sukai juga sangat penting. Seperti olahraga, teater, musik, melukis, bercocok tanak atau lainnya. 

Tapi sebelum menentukan akan terlibat di aktivitas apa, tanyakan dulu apa minat dan hobinya. 

Dengan melakukan minat dan hobinya, hidup anak akan jadi lebih bergairah, kreatif dan ‘hidup’. Anak jadi lebih mampu mengekspresikan dirinya dan mencapai rasa percaya diri dari proses menguasai suatu keterampilan. 

5. Mengutamakan diri sendiri sebelum orang lain

Seringkali anak perempuan dididik untuk lebih memperhatikan perasaan orang lain. Padahal kita sama-sama tahu, hidup sebagai seseorang yang lebih dulu mengkhawatirkan perasaan orang lain itu melelahkan. 

Khawatir boleh saja, kata Psychology Today, tapi bukan ‘khawatir’ yang sampai menguras seluruh energi. Oleh karenanya, sebelum ia memutuskan apapun, dorong anak perempuan utamanya fokus pada perasaannya terlebih dulu sebelum memikirkan perasaan orang lain. 

6. Bangun keberanian dan ambisinya

Tak sekadar memiliki cita-cita atau mimpi, tapi juga dorong anak untuk memiliki keberanian dan ambisi untuk meraih mimpinya tanpa batasan. 

Jika cita-citanya itu terdengar tidak biasa, seperti hanya dilakukan kebanyakan anak laki-laki (norma gender), Utah State University mengatakan untuk jangan menentangnya. Berdayakan anak perempuan Anda untuk menentukan jalannya sendiri dan merangkul jati dirinya yang autentik.

Perasaan ambisius itu yang nantinya akan membuat anak belajar untuk menjadi lebih fokus dan kuat, terutama saat melewati masa-masa sulit. Keberanian ini juga yang membuat anak tidak rentan dalam menghadapi tekanan yang datang di usianya.

7. Bicara apa adanya dan jujur

Coba perhatikan cara mereka berbicara dan berperilaku ke orang-orang di sekitarnya: jujur dan apa adanya, ​​atau hanya mengatakan hal-yang orang lain sukai. 

Jelaskan kepada anak bahwa kita tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Jadi meski itu pahit atau menyedihkan, ada baiknya dibicarakan secara jujur dan apa adanya. 

8. Ciptakan hubungan baik, khususnya dengan ayah

Pernahkah MamPap melihat seorang anak perempuan yang sungkan atau tidak berani berbicara atau mengeluarkan pendapatnya kepada ayahnya hanya karena takut menyakiti perasaan sang ayah?

Beberapa anak perempuan menganggap, perasaan ayahnya lebih penting dari perasaanya sendiri –karena memandang ayahnya sebagai pemimpin, pelindung dan penyedia. Ini kenyataan yang seharusnya tidak terjadi. 

Laman Focus on The Family mengatakan, interaksi seorang ayah dengan anak perempuannya merupakan bekal bagi si anak dalam menjalin hubungan dengan pria lain –juga dengan Tuhan. Kehadiran dan kasih sayang seorang ayah dapat membantu anak perempuan tumbuh menjadi wanita yang kuat dengan harga diri yang positif.

Jadi, Pap, ajarkan anak perempuan Anda untuk berani menunjukkan rasa sayang dan mengungkapkan pendapatnya di hadapan Anda. 

Peran Orang Tua yang Dibutuhkan Anak Perempuan

cara membesarkan anak perempuan, mendidik anak perempuan

Membesarkan anak perempuan merupakan pengalaman monumental dan transformatif. Akan ada banyak sekali momen menarik dan bahagia yang akan MamPap alami dan rasakan. 

Mama dan Papa tidak bisa melakukannya sendiri-sendiri, tapi harus bersama. Sebagai orangtua, Mampap yang secara langsung akan membentuk arah hidup anak. Sebagai orangtua, MamPap akan menjadi guru pertamanya, sumber dukungan yang tak tergoyahkan, dan cahaya penuntunnya. 

Mungkin saat ini MamPap tidak memiliki rumusan cara membesarkan anak perempuan. Tapi yakinlah, kalau MamPap bisa. Seiring berjalannya waktu, tanpa disadari, pengaruh Anda akan jauh melampaui dari sekadar memberi, tapi juga meresap ke dalam setiap aspek dirinya, yang juga membentuk karakter dan nilai-nilai yang dianutnya secara mendalam.

Selamat membersamai anak perempuan Anda, MamPap. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + 2 =