Apa yang paling MamPap rindukan saat bulan Ramadan? Bulan suci ini tentu saja selalu menghadirkan kehangatan dan kebersamaan keluarga. Mulai dari momen sahur, berburu takjil, hingga berbuka puasa. Semuanya penuh cerita dan makna, tak mengherankan kalau momen Ramadan akhirnya bisa menguatkan hubungan seluruh anggota keluarga.
Namun di tengah hangatnya suasana, menjaga stamina selama berpuasa tentu saja menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi orang tua yang harus tetap produktif sekaligus memastikan kebutuhan gizi keluarga terpenuhi. Jangan sampai, makan asal kenyang. Memilih menu makanan minuman sahur dan berbuka yang tidak tepat.
Hal inilah yang menjadi sorotan dalam bincang Ramadan yang digelar Frisian Flag Indonesia (FFI) bertajuk “Raih Kebaikan dan Kehangatan Ramadan”. Dalam diskusi tersebut, dokter sekaligus edukator kesehatan Gia Pratama mengingatkan bahwa memilih asupan nutrisi selama puasa menjadi hal utama yang perlu dilakukan.
“Selama berpuasa dan menjalani aktivitas padat di bulan Ramadan, tubuh mengalami perubahan pola makan dan istirahat. Karena itu, pemenuhan zat gizi yang seimbang dan berkualitas menjadi semakin penting, termasuk meluangkan waktu berinteraksi dengan keluarga agar tujuan Ramadan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dapat tercapai,” jelas dr. Gia.
Ia menambahkan bahwa tubuh tetap membutuhkan makronutrisi seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta mikronutrisi seperti vitamin dan mineral. Bahkan, kebutuhan cairan sekitar 40 mililiter per kilogram berat badan per hari perlu dicukupi secara bertahap saat sahur dan berbuka. Sebab, semua nutrisi ini memegang peranan vital dalam menjaga struktur tulang dan fokus mental.

Salah satu poin krusial adalah pentingnya asupan kalsium, terutama bagi ibu hamil karena kalsium pada anak berasal dari cadangan tulang sang ibu. Untuk memastikan kalsium terserap maksimal ke tulang, dibutuhkan peran Vitamin D3.
“Selain protein, kalsium penting untuk fungsi otot dan tulang. Kalsium itu ibarat aspal untuk menambal tulang, dan Vitamin D3 adalah faktor yang membantu aspal tersebut menempel dengan cepat dan kuat karena vitamin D membantu penyerapan kalsium sekaligus mendukung sistem imun,” paparnya.
Untuk menjaga fokus dan produktivitas, dr. Gia menyarankan pemenuhan mikronutrisi melalui sayur, buah, dan susu. Minum susu saat sahur dianggap sebagai cara termudah dan tercepat untuk memastikan cadangan energi dan nutrisi terjaga tanpa harus merasa lemas atau mengantuk di siang hari.
Selain nutrisi, hidrasi sekitar 2.400 cc air per hari dan aktivitas fisik tetap diperlukan. dr. Gia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya melatih “otot jempol” untuk scrolling gadget selama puasa. Ada beberapa rekomendasikan olahraga ringan yang bisa dilakukan saat puasa. Misalnya, plank yang bisa dilakukan di rumah untuk menjaga kekencangan otot dengan prinsip use it or lose it.
Selama puasa, tubuh melakukan detoksifikasi melalui proses autofagi atau kondisi di mana sel-sel sehat membersihkan sel-sel yang sudah tua. Selain itu, organ hati mendapatkan waktu istirahat yang optimal untuk memperbaiki metabolisme kelompok.
Dokter yang sering memberkan edukasi lewat media sosial pribadinya ini mengingatkan kalau puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi memberi kesempatan tubuh untuk memperbaiki dirinya.
”Berusahalah untuk menjadi lebih baik cukup dari dirimu yang kemarin, tidak perlu merasa harus lebih baik dari orang lain,” pesan dia.
Frisian Flag Indonesia Dorong Keluarga Kuat Lewat Asupan Nutrisi Selama Puasa
Mengangkat semangat tersebut, FFI menghadirkan kampanye ‘Andalan Ramadan untuk Keluarga Kuat’ yang mengajak orang tua melengkapi menu sahur dengan susu sebagai bagian dari pola makan gizi seimbang. Senior Brand Manager FFI, Claudya Delliawan, mengatakan bahwa Ramadan adalah momen spesial yang sangat dinanti keluarga Indonesia.
“Berdasarkan riset kami, para ibu melihat Ramadan sebagai waktu untuk mempererat kebersamaan keluarga. Karena itu, melalui campaign ‘Andalan Ramadan untuk Keluarga Kuat’, kami mengajak keluarga minum FRISIAN FLAG® Susu UHT saat sahur agar tetap kuat menjalani puasa sehari-hari,” ujarnya.
Susu UHT yang terbuat dari susu segar dan diperkaya vitamin serta mineral disebut dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi, termasuk kandungan vitamin D3 hingga 15 kali dan kalsium hingga 4 kali yang dibutuhkan tubuh selama Ramadan. Asupan ini dinilai praktis dikonsumsi saat sahur, terutama di tengah waktu yang terbatas.

Tak hanya fokus pada sahur, FFI juga menghadirkan inovasi untuk momen berbuka melalui varian FRISIAN FLAG® Creamy Kental Manis Gula Aren Spesial Ramadan. Kampanye “Tuangkan Semangat Ramadan” turut menggandeng Inul Daratista dan Adam Suseno.
Brand Ambassador FFI, Inul Daratista, mengaku sebagai ibu, asupan nutrisi selama puasa tidak pernah luput jadi perhatian. Tak mengherakan setiap hari ia selalu memastikan makanan minuman yang kaya gizi untuk keluarga. Ia menbambahkan, puding dan es buah menjadi menu takjil yang tidak pernah dilewatkan.
“Biasanya saya bikin puding atau es buah untuk keluarga. Sekarang lebih praktis karena rasa gula arennya sudah ada, jadi nggak perlu repot campur-campur lagi,” ujar Inul yang mengaku sangat terbantu dengan adanya varian baru ini mempermudah kreasi hidangan khas Ramadan di rumahnya. Katanya,
Sementara itu, Adam Suseno menyoroti pentingnya peran suami dalam mendukung istri selama Ramadan. “Buka puasa paling nikmat itu saat bersama keluarga. Tapi kita juga harus bijak memilih makanan dan minuman, karena setelah berbuka masih ada ibadah dan aktivitas esok hari. Asupan yang tepat saat sahur dan berbuka adalah bentuk perhatian kita kepada keluarga,” ungkapnya.
Melalui edukasi nutrisi berkelanjutan serta berbagai aktivasi hingga momen mudik, FFI ingin terus mendampingi keluarga Indonesia sepanjang Ramadan. Corporate Affairs Director FFI, Andrew F. Saputro, menegaskan komitmen tersebut.
“Hadir lebih dari 100 tahun di Indonesia, FRISIAN FLAG® akan terus berbagi kebaikan susu melalui produk dan edukasi nutrisi sebagai bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk mendukung Generasi Emas 2045. Kami ingin mendukung keluarga Indonesia hidup lebih sehat, kuat, dan hangat,” tutupnya.
Melalui pemilihan asupan nutrisi selama puasa yang kaya akan gizi, waktu berkualitas, dan kebiasaan sehat yang dibangun bersama. Karena keluarga yang kuat selalu berawal dari meja sahur dan berbuka yang penuh cinta.
Hai, salam kenal 🤗, panggil saya Adis. ‘Terlahir’ jadi ibu, menjadi sadar kalau menjadi orang tua merupakan tugas seumur hidup. Meski banyak tantangan, semua tentu bisa dijalani jika ada dukungan dari lingkungan sekitar. #MamaSquads









and then