Waspada Kanker Usus Besar Kini Mengintai Usia 30-an, Apa Penyebabnya?

penyebab kanker usus besar, gejala kanker usus besar

Dulu, kanker dianggap sebagai bagian dari penyakit akibat penuaan. Namun, faktanya mulai berubah. Salah satu jenis kanker, yaitu kanker usus besar menunjukkan peningkatan jumlah kasus yang signifikan pada usia 20-40 tahun. Apa penyebab kanker usus besar ini? 

Yuk, kita simak pembahasan berikut ini, Mom. 

Apa Itu Kanker Kolorektal?

Kanker kolorektal atau kanker usus besar adalah pertumbuhan abnormal di usus besar atau rektum (usus). Sebagian besar kanker kolorektal dimulai sebagai polip (pertumbuhan jinak atau non-kanker pada lapisan usus besar atau rektum) yang berkembang menjadi pertumbuhan kanker.

Berikut tahap-tahap kanker kolorektal atau kanker usus besar: 

Read More

Kanker kolorektal berkembang dari tahap 0 hingga IV, dan dapat kambuh setelah pengobatan.

Tahap 0: Tahap paling awal, ketika kanker masih berada di lapisan dalam usus besar atau rektum. Ini juga dikenal sebagai karsinoma in situ.

Tahap I: Kanker telah tumbuh menembus lapisan dalam tetapi belum menyebar di luar dinding usus besar atau rektum.

Tahap II: Kanker telah tumbuh menembus dinding usus besar atau rektum.

Tahap III: Kanker telah menyebar dan menyerang kelenjar getah bening di dekatnya.

Stadium IV: Kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain seperti hati, paru-paru, atau ovarium.

Kambuhan: Kanker kembali setelah pengobatan.

Gejala Kanker Usus Besar

penyebab kanker usus besar

Gejala kanker kolorektal bergantung pada lokasi kanker, seberapa lanjut stadiumnya, dan bagaimana pengaruhnya terhadap organ dan jaringan di sekitarnya.

Karena gejala kanker usus besar seringkali tidak muncul sampai kanker sudah lanjut, penting untuk melakukan pemeriksaan skrining kolorektal secara teratur untuk mendeteksinya.

Tanda dan gejala kanker kolorektal, meliputi:

  • Perubahan kebiasaan buang air besar (diare atau sembelit). 
  • Merasa usus tidak sepenuhnya kosong. 
  • Merasa sangat lelah sepanjang waktu. 
  • Menemukan darah (merah terang atau sangat gelap) dalam tinja. 
  • Perubahan pada bentuk dan tekstur tinja dari biasanya. 
  • Sering mengalami nyeri, bergas atau kram, hingga merasa begah atau kembung. 
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang diketahui. 

Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab pasti kanker kolorektal belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang terkait dengan penyakit ini. Apa saja?

  • Usia lanjut. Mayoritas kasus kanker kolorektal yang didiagnosis terjadi pada usia di atas 50 tahun.
  • Riwayat pernah mengalami polip. Seseorang yang pernah memiliki polip kolorektal sebelumnya memiliki peningkatan risiko terkena kanker kolorektal di kemudian hari.
  • Riwayat kanker pribadi. Individu yang pernah menderita kanker kolorektal sebelumnya dan wanita yang pernah menderita kanker ovarium, rahim, atau payudara, juga memiliki risiko yang lebih tinggi.
  • Kondisi peradangan usus. Penyakit radang usus kronis seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal.
  • Diet tinggi lemak dan rendah serat. Beberapa penelitian menemukan peningkatan risiko kanker kolorektal pada mereka yang mengonsumsi diet tinggi lemak dan rendah buah dan sayuran.
  • Merokok dan konsumsi alkohol. 
  • Gaya hidup tidak aktif. 
  • Obesitas

Kanker Usus Besar Makin Banyak Terjadi di Usia Muda

Dulu, kanker usus besar sering dianggap sebagai penyakit orang tua. Namun sekarang faktanya mulai berubah. Data kesehatan global menunjukkan kasus kanker usus besar semakin banyak ditemukan pada usia 20–40 tahun. Bahkan, laporan dari World Health Organization menyebutkan tren kanker kolorektal (usus) pada usia muda terus meningkat di berbagai negara.

Artinya, para ibu muda pun perlu mulai lebih peduli, bukan hanya menjaga kesehatan anak dan keluarga, tapi juga diri sendiri.

Dikutip dari laman The Guardian, data menunjukkan peningkatan tajam di banyak negara maju di antara orang-orang di bawah usia 50 tahun. Hal ini karena skrining yang lebih luas atau diagnosis yang lebih baik, dan tidak hanya ditemukan di satu negara atau komunitas tertentu. 

Apa yang menyebabkan peningkatan kasus pada usia muda? Ternyata, penyebabnya tidak selalu karena faktor genetik. Faktanya, perlu diketahui diperkirakan 75% kasus terjadi pada seseorang tanpa riwayat keluarga sebelumnya atau predisposisi genetik yang diketahui. 

Para ilmuwan telah mulai meneliti faktor lingkungan yang terkait dengan peningkatan kanker usus besar sejak tahun 1960-an, dengan setiap generasi lebih mungkin terkena kanker daripada generasi sebelumnya.

Salah satu faktor yang juga muncul sebagai penyebab utama kanker usus besar, adalah makanan olahan, termasuk makanan siap saji, sereal manis, minuman kemasan, daging olahan, dan sejenisnya.

Pola makan tinggi makanan ultra-olahan telah dikaitkan dengan gangguan sinyal insulin, peradangan kronis tingkat rendah, dan perubahan mikrobioma usus, yang semuanya merupakan mekanisme yang terlibat dalam perkembangan kanker. 

Apa yang kita makan memengaruhi bagaimana sel-sel kita tumbuh, bagaimana sistem kekebalan tubuh kita berfungsi, dan bagaimana kondisi bakteri usus kita, yang membantu mengatur peradangan dan kekebalan. 

Sementara itu, kurangnya serat dan fitokimia pelindung (senyawa penunjang kesehatan yang ditemukan dalam tumbuhan) dalam makanan ini dapat mengubah mikrobioma usus yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi secara optimal.

Peningkatan kasus kanker sendiri cukup nyata secara global,yaitu meningkat dari sekitar 94.700 kasus pada tahun 1990 menjadi 225.736 pada tahun 2019. 

Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker kolorektal sepenuhnya, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risikonya: 

  1. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. 
  2. Konsumsi lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian utuh. 
  3. Kurangi konsumsi daging merah dan daging olahan. 
  4. Berolahraga secara teratur. 
  5. Pertahankan berat badan yang sehat. 
  6. Hindari merokok. 
  7. Hindari dan batasi konsumsi alkohol. 

Itulah penyebab kanker usus besar yang ternyata sudah cukup banyak terjadi peningkatan kasusnya di bawah usia 50 tahun. Ini bisa menjadi “alarm” bagi MamPap untuk mulai menjaga gaya hidup dan pola makan yang bisa menjadi salah satu penyebab kanker usus besar.

Mulailah dari langkah kecil hari ini, makan lebih sehat, lebih aktif bergerak, dan jangan abaikan sinyal tubuh. Karena orangtua yang sehat akan melahirkan anak-anak yang kuat dan sehat pula.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × seven =