Ibu Juga Butuh Jeda: Mengapa Rehat Penting untuk Kesehatan Emosional

bunda butuh jeda

Menjadi ibu sering kali berarti hadir tanpa henti. Bangun paling pagi, tidur paling akhir, dan tetap sigap bahkan ketika tubuh maupun hati sedang tidak baik-baik saja. Di tengah tuntutan ini, kebutuhan ibu untuk berhenti sejenak kadang dilupakan, dianggap tidak penting. Sedihnya, terkadang masih disalahartikan sebagai bentuk egoisme. Padahal, jeda untuk bunda bagian penting dari perjalanan pengasuhan.

Kampanye “Jeda untuk Bunda”: Pengingat Hangat di Tengah Kota

Menyambut Hari Ibu, Cussons Baby menghadirkan kampanye bertajuk “Jeda untuk Bunda”, yang ditampilkan melalui pesan visual di area OOH Ratu Plaza, Jakarta, pada 19–31 Desember 2025. Kampanye ini menangkap potongan realitas keseharian para ibu yang hadir penuh dalam perannya, namun nyaris tanpa ruang untuk beristirahat.

jeda untuk bunda

Lewat visual sederhana namun menyentuh, Cussons Baby mengajak para ibu untuk jujur pada diri sendiri dan mengingat kebutuhan dasarnya untuk beristirahat. Bahwa di balik peran pengasuhan yang panjang, semua ibu juga berhak mengambil jeda. Bukan untuk menjauh dari peran, melainkan agar bisa kembali menjalaninya dengan lebih utuh dan bermakna.

Data YouGov & Halodoc 2025 turut memperkuat pesan ini. Sebagian besar ibu tetap menjalankan peran caregiving bahkan saat kondisi tubuh dan mental tidak optimal. Fakta ini menunjukkan bahwa budaya “ibu harus selalu kuat” masih begitu melekat, sering kali mengorbankan kesejahteraan ibu sendiri.

Ibu Terlalu Sering Disalahkan

Faktanya, sampai saat ini tekanan pada ibu tidak hanya datang dari rutinitas harian, tetapi juga dari ekspektasi sosial, atau mungkin jutsru dari lingkungan terdekatnya sendiri. Ketika anak mengalami masalah perilaku atau emosional, ibu kerap menjadi pihak pertama yang disalahkan. Hal inilah yang akhirnya membuat ibu memiliki tekanan untuk menjadi sempurna

Laporan dari Psychology Today mengungkap bahwa anggapan ini telah lama mengakar. Profesor psikologi Vicky Phares dan Bruce Compas menemukan bahwa selama puluhan tahun, sebagian besar penelitian tentang psikopatologi anak lebih banyak menyoroti peran ibu, sambil mengabaikan faktor lain yang juga berpengaruh.

Dalam tinjauan terhadap 577 penelitian, sekitar setengahnya hanya meneliti ibu, sementara hanya satu persen yang secara khusus meneliti ayah. Akibatnya, ratusan studi mengaitkan ibu dengan puluhan gangguan pada anak, seolah-olah ibu adalah satu-satunya penentu tumbuh kembang anak.

Padahal, bukankan membersami anak merupakan tanggung jawanb bersama? Tidak hanya ibu, namun juga ayah. Psikologi perkembangan menegaskan bahwa anak dipengaruhi oleh banyak faktor, temperamen bawaan, dinamika keluarga, kondisi sosial, stres lingkungan, serta peran kedua orang tua.

Ketika narasi menyalahkan ibu terus berulang, banyak ibu akhirnya menyimpan rasa bersalah yang berlapis dan sehingga mereka tidak pantas untuk beristirahat.

Jeda untuk Bunda adalah Bentuk Cinta

Melalui kampanye “Jeda untuk Bunda”, Cussons Baby ingin menyampaikan pesan bahwa rehat bukanlah kemewahan. Seperti disampaikan oleh Eva Arisuci Rudjito, Marketing Director PZ Cussons Indonesia, mengambil jeda bukan bentuk egoisme, melainkan cara untuk kembali hadir dengan hati yang lebih penuh. Rehat adalah bagian dari cinta dan bagian dari perjalanan menjadi ibu yang hebat.

Jeda tidak harus besar atau lama. Dalam keseharian, jeda bisa hadir dalam bentuk yang sangat sederhana.

Cara Sederhana Ibu Mengambil Jeda

jeda untuk bunda

Beberapa bentuk jeda kecil yang bisa dilakukan ibu di tengah rutinitas antara lain:

  • Tidak perlu ragu apalagi malu jika membutuhkan bantuan atau support sistem. Ya, tidak ada salahnya untuk melibatkan orang terdekat secara emosional. Berbagi peran pengasuhan, dengan pasangan atau anggota keluarga lain, tanpa rasa bersalah.
  • Sesekali menghubungi sahabat untuk bertukar berbagi cerita juga bisa sedikit meringankan beban.
  • Mengambil waktu sunyi, meski hanya 10–15 menit, tanpa multitasking atau distraksi. Misalnya, nikmati waktu sendiri sambil menyeruput minuman gegemaran di teras rumah. Atau, mandi lebih lama tanpa ada ganguan?

Menguatkan Ibu, Menguatkan Generasi

Sebagai bagian dari kampanye ini, Cussons Baby juga mengajak para ibu untuk membagikan momen jeda versi mereka melalui akun Instagram @cussonsbabyid. Momen-momen terpilih akan ditampilkan di area OOH sebagai penutup rangkaian Hari Ibu, sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi kisah nyata para ibu.

Cussons Baby berharap pesan ini menjadi pengingat bahwa ibu layak didengar, dihargai, dan didukung, bukan hanya pada Hari Ibu, tetapi setiap hari. Karena ketika ibu diberi ruang untuk bernapas, keluarga pun tumbuh lebih sehat secara emosional.

Percayalah, ibu yang bahagia,  sehat jiwa dan raga tentu akan akan lebih mampu menjaga keluarga dengan baik. Dan dari jeda kecil itulah, kekuatan baru bisa tumbuh. Jadi, jeda untuk bunda jangan sampai disepelekan diabaikan, ya!

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × = 50