Perkuat Keamanan Digital: Kemenko PMK, Google dan YouTube Luncurkan Program Baru, Seperti Apa?

keamanan digital

Di era ketika hampir seluruh aspek kehidupan terhubung dengan internet, memahami keamanan digital bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan mendasar yang perlu dipahami seluruh lapisan masyarakat.

Kita tentu sepakat bahwa dunia digital dan internet bisa diibaratkan seperti pasar yang sangat besar. Ramai karena terbuka untuk siapa saja untuk bisa masuk, selain itu tentu saja penuh peluang dan banyak informasi yang kita dapatkan. Namun di balik itu semua tentu saja ada risiko.

Lewat dunia digitan dan internet, kita bisa bisa belajar, bekerja, berjualan, sekaligus berinteraksi dengan orang lain. Bahkan tanpa batas, namun layaknya pasar, di sana juga ada kemungkinan terjadinya penipuan, pencopetan, atau informasi yang menyesatkan. Tanpa pemahaman tentang keamanan digital, kita bisa dengan mudah menjadi korban.

Karena itu, memahami keamanan digital sangat penting untuk bisa dipahami dengan baik. Alasanya tentu sangat beragam. Mulai untuk melindungi data pribadi agar tidak disalahgunakan untuk penipuan, pencurian identitas agar dapat mencegah kejahatan siber, memahami keamanan digital juga sangat diperlukan untuk melindungi anak dan remaja. Sebab dengan memahami keamanan digital bisamembantu orang tua dan anak mengenali risiko seperti cyberbullying, eksploitasi online, konten berbahaya, atau ajakan dari orang tak dikenal.

Keamanan Digital

Keamanan digital menjadi bagian penting dari kehidupan sehar-hari. Apalagi mengingat di era digital, hamper seluruh aktivitas berkaitan dengan teknologi dan interet. Mulai dari urusan kesehatan, hingga Pendidikan. Oleh karena itu, kehadiran platform digital yang bisa dimanfatkan tentu saja perlu harus diiringi tanggung jawab kuat dari semua pihak. Tidak cukup dengan memahami aturan screen time untuk anak atau edukasi dalam bentuk panduan, yang lebih penting adalah memastikan pemahaman tersebut benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Belum lama ini, dalam rangka memperingati Safer Internet Day sedunia, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Google dan YouTube mengumumkan serangkaian inisiatif penting yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan aman bagi jutaan masyarakat Indonesia. Program-program ini fokus pada kesejahteraan digital, ketahanan yang digerakkan oleh komunitas, serta perilaku daring yang positif sebagai bagian dari inisiatif AKSI Digital (Anak & Keluarga Sigap Digital) yang tengah berjalan.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan digital di tingkat komunitas, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Google meluncurkan dua program strategis.

Pertama, Program Percontohan Youth Champions, yang melatih para duta muda lokal untuk menjadi penggerak literasi dan keamanan digital di komunitasnya. Melalui pendekatan peer-to-peer, para youth champions dibekali kapasitas untuk membangun ketahanan digital berbasis komunitas yang relevan dengan konteks budaya setempat.

Kedua, melalui Seri Konten Edukasi, YouTube berkolaborasi dengan 10 kreator digital ternama seperti Kinderflix, Devina Hermawan, Kok Bisa, dan Parentalk. Rangkaian konten ini mengusung pendekatan storytelling yang dekat dengan keseharian masyarakat, guna mendorong perilaku positif di dunia maya serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental generasi muda.

keamanan digital

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul dan tangguh harus mencakup kesiapan menghadapi era digital. Ia mendorong agar inovasi teknologi terus dikembangkan sehingga perlindungan dan edukasi digital dapat berjalan secara otomatis dan mudah dipatuhi. Pemerintah juga mengapresiasi dukungan Google dan YouTube terhadap kebijakan Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI, serta mengajak seluruh pihak membangun ekosistem digital yang aman dan berpihak pada tumbuh kembang anak.

“Mandat pembangunan manusia adalah mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan tangguh. Anak-anak Indonesia harus sehat secara fisik, mental, moral, sosial, dan spiritual, karena kepintaran tanpa kesehatan nilainya menjadi nol. Di era digital, seluruh aspek pembangunan manusia, mulai dari urusan keluarga, kesehatan, dan pendidikan, tidak bisa dilepaskan dari peran teknologi digital. Karena itu, kehadiran platform digital merupakan sebuah keniscayaan, namun harus diiringi dengan tanggung jawab yang kuat. Tidak cukup hanya membuat panduan, tetapi memastikan panduan tersebut benar-benar digunakan dan sampai kepada masyarakat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.

Sejalan dengan itu, Danny Ardianto, Kepala Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara, menyampaikan bahwa YouTube ingin melindungi anak muda “di dalam” dunia digital, bukan memisahkan mereka “dari” dunia tersebut. Dengan 96% guru di Indonesia telah memanfaatkan YouTube dalam tugas sekolah, platform ini menjadi ruang kelas digital yang vital. Karena itu, penting memastikan transisi digital didukung oleh ekosistem kepedulian yang melibatkan seluruh lapisan komunitas.

Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai inovasi, seperti proses pendaftaran yang lebih ringkas, fitur penghitung waktu Shorts (Shorts timer), serta pengingat waktu tidur (Bedtime reminders) yang dapat membantu orang tua menetapkan batasan digital sehat bagi anak. YouTube juga terus meningkatkan standar rekomendasi konten remaja dengan prinsip kualitas baru dan panduan kreator agar konten yang ditampilkan sesuai usia serta memperkaya wawasan.

Lebih luas lagi, Google.org mengucurkan dana sebesar USD 5 juta untuk mendorong kesejahteraan digital kaum muda di Asia Tenggara. Di Indonesia, Yayasan Plan International Indonesia bersama ICT Watch menargetkan pemberdayaan lebih dari 300.000 remaja, orang tua, dan guru melalui berbagai sumber daya dan perangkat praktis. Kolaborasi dalam kerangka ID-COP ini bertujuan membangun hubungan yang sehat dan positif dengan teknologi di tingkat komunitas.

Pada akhirnya, memahami keamanan digital berarti membekali diri dengan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Ketahanan digital bukan hanya soal melindungi perangkat, tetapi juga melindungi masa depan generasi. Dengan kolaborasi pemerintah, platform teknologi, komunitas, dan keluarga, ekosistem digital yang aman dan memberdayakan bukanlah sekadar cita-cita, melainkan sebuah komitmen bersama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− one = nine