BB Naik Belum Tentu Tumbuh Optimal, Ini Cara Membaca Kurva Pertumbuhan Anak 

kurva pertumbuhan anak

Banyak orang tua merasa lega ketika berat badan anak terus bertambah. Namun, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), angka pada timbangan saja tidak cukup untuk memastikan anak tumbuh dengan optimal. Yang jauh lebih penting adalah melihat pola pertumbuhan anak dari waktu ke waktu melalui kurva pertumbuhan anak.

Mengapa Kurva Pertumbuhan Anak Penting?

Pemantauan pertumbuhan menjadi salah satu cara paling efektif untuk mendeteksi lebih dini apakah anak mengalami masalah gizi, gangguan kesehatan, atau bahkan berisiko mengalami stunting.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K), menegaskan bahwa pertumbuhan anak tidak boleh dinilai hanya dari satu kali pengukuran.

“Kalau masuk dalam kurva tidak bisa satu kali, supaya kelihatan trennya. Nah, trennya harus dimasukkan dalam kurva. Kalau tidak sesuai, berarti ada sesuatu yang harus dicari penyebabnya,” ujar Dr. Piprim.

Read More

Kurva pertumbuhan merupakan alat untuk memantau status gizi sekaligus melihat kecenderungan pertumbuhan anak dari waktu ke waktu. Dengan melakukan pencatatan rutin, tenaga kesehatan maupun orang tua dapat mengetahui apakah pertumbuhan anak berjalan sesuai harapan atau justru mulai menunjukkan tanda perlambatan.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Dr. dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, Sp.A., Subsp.T.K.P.S.(K) menjelaskan bahwa pemantauan pertumbuhan bukan hanya melihat angka berat badan, tetapi juga membandingkan berbagai parameter seperti berat badan menurut umur, panjang atau tinggi badan menurut umur, berat badan menurut tinggi badan, hingga lingkar kepala.

Menurutnya, penggunaan kurva pertumbuhan WHO masih menjadi standar yang direkomendasikan karena menggambarkan bagaimana anak seharusnya tumbuh dalam kondisi yang optimal.

Namun, kesalahan yang masih sering terjadi adalah orang tua hanya melihat hasil penimbangan saat itu juga tanpa memperhatikan apakah grafik pertumbuhan anak mengikuti jalur yang seharusnya.

Dr. Trisna menjelaskan bahwa setiap hasil pengukuran harus dipetakan (plotting) ke dalam kurva pertumbuhan. Dari sana akan terlihat apakah pertumbuhan anak stabil, meningkat sesuai usia, atau justru mulai melambat.

“Kita tidak bisa hanya memakai satu kurva atau satu kali pengukuran. Yang harus dilihat adalah kecenderungannya atau trennya, apakah pertumbuhan anak tetap mengikuti garis pertumbuhan atau justru mulai menjauhi median,” jelas Dr. Trisna.

Apabila garis pertumbuhan mulai mendatar, turun, atau memotong beberapa garis persentil ke bawah, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal awal terjadinya growth faltering atau perlambatan pertumbuhan yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Berat Badan Naik Belum Tentu Pertumbuhannya Baik

kurva pertumbuhan anak, anak makan

Tidak semua kenaikan berat badan berarti anak tumbuh sehat. Sebaliknya, anak yang berat badannya tetap juga belum tentu mengalami masalah apabila sebelumnya mengalami kelebihan berat badan.

Karena itu, dokter akan menilai pertumbuhan secara menyeluruh, termasuk:

  • Berat badan menurut umur
  • Tinggi badan menurut umur
  • Berat badan menurut tinggi badan
  • Lingkar kepala
  • Kecepatan pertambahan berat dan tinggi badan

Penilaian tersebut membantu membedakan apakah anak mengalami kekurangan gizi, berisiko overweight, stunting, atau masih berada dalam rentang normal.

Menurut Dr. Trisna, stunting tidak terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya diawali dengan perlambatan kenaikan berat badan (weight faltering), kemudian berlanjut menjadi gangguan pertumbuhan tinggi badan apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting agar intervensi dapat dilakukan sebelum gangguan pertumbuhan menjadi kronis.

Dr. Piprim menekankan bahwa pada dua tahun pertama kehidupan, faktor nutrisi memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan faktor genetik.

“Di bawah dua tahun, faktor nutrisi dan tumbuh kembang itu sangat penting sekali. Kita jangan berpikir keturunan dulu. Kalau nutrisinya bagus, biasanya pertumbuhannya juga akan baik,” kata Dr. Piprim.

Ia menjelaskan bahwa setelah usia dua hingga tiga tahun, barulah faktor genetik mulai lebih terlihat terhadap tinggi badan anak. Oleh karena itu, periode awal kehidupan menjadi kesempatan emas untuk mengoptimalkan pertumbuhan.

Selain asupan gizi, pertumbuhan anak juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti:

  • aktivitas fisik yang cukup,
  • stimulasi dan interaksi dengan orang tua,
  • kualitas tidur,
  • kondisi kesehatan,
  • serta minimnya paparan gadget pada usia dini.

Apabila salah satu faktor tersebut terganggu, pertumbuhan anak juga dapat ikut terhambat meskipun kebutuhan gizinya sudah terpenuhi.

Pantau Tumbuh Kembang Melalui Buku KIA

IDAI mengingatkan agar orang tua memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) sebagai alat pemantauan pertumbuhan dan perkembangan yang praktis. Buku tersebut telah dilengkapi kurva pertumbuhan WHO sehingga memudahkan orang tua mengikuti perkembangan anak setiap bulan bersama tenaga kesehatan.

Dr. Trisna juga mengingatkan bahwa pemantauan tidak hanya dilakukan saat anak sakit, melainkan secara rutin sejak lahir, terutama pada dua hingga tiga tahun pertama kehidupan.

Pemantauan pertumbuhan bukan sekadar mencatat berat badan, melainkan upaya mendeteksi lebih awal berbagai masalah kesehatan yang mungkin dialami anak. Semakin cepat perlambatan pertumbuhan dikenali, semakin besar peluang untuk melakukan intervensi sebelum berdampak pada tumbuh kembang dan kemampuan belajar anak di masa depan.

Sebagaimana disampaikan Dr. Trisna, periode awal kehidupan merupakan masa yang sangat menentukan.

“Lakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara teratur menggunakan Buku KIA. Untuk mendapatkan tumbuh kembang yang optimal, penuhi kebutuhan nutrisi, aktivitas fisik, tidur yang cukup, serta hindari paparan gadget berlebihan. Fondasi yang kuat di awal kehidupan akan menentukan kualitas tumbuh kembang anak ke depannya,” ujar Dr. Trisna menegaskan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = eight