Setiap anak punya potensi yang berbeda. Namun, di tengah banyaknya informasi tentang parenting, orang tua terkadang tanpa sadar menjadikan nilai akademik atau IQ sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan tumbuh kembang anak.
Padahal, kemampuan anak untuk belajar dan berkembang jauh lebih luas dari sekadar angka. Perhatian, memori, kemampuan berpikir, memecahkan masalah, hingga kemampuan beradaptasi juga menjadi bagian dari perkembangan kognitif yang penting untuk diperhatikan.
Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam talkshow Bebelac di Ideafest 2026 bertajuk “Growing Little Minds: The Science Behind Every Child’s Potential”. Lewat diskusi tersebut, orang tua diajak melihat dan dukung potensi anak secara lebih utuh, sekaligus memahami fondasi yang menunjang kesiapan anak untuk belajar dan bereksplorasi.
Jangan Jadikan IQ sebagai Satu-satunya Ukuran
Menurut Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, perkembangan kognitif anak perlu dilihat secara menyeluruh. IQ memang merupakan salah satu aspek, tetapi bukan satu-satunya gambaran kemampuan anak.
“Nutrisi yang tepat, kesehatan saluran cerna yang baik, dan stimulasi yang sesuai merupakan bagian dari fondasi yang saling mendukung untuk membantu anak lebih siap belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan berbagai kemampuan kognitifnya,” ujarnya.
Artinya, orang tua tidak perlu buru-buru membandingkan kemampuan anak dengan anak lain. Yang lebih penting adalah memastikan si kecil mendapatkan lingkungan yang mendukung proses belajarnya, baik melalui nutrisi, stimulasi, maupun kesempatan untuk mencoba berbagai hal.
Salah satu hal yang menarik dari pembahasan tersebut adalah pentingnya kesehatan saluran cerna atau gut health. Kondisi saluran cerna yang baik membantu tubuh menyerap nutrisi yang dibutuhkan anak.
Dr. Ray menjelaskan, asupan yang mengandung prebiotik dan serat pangan, seperti FOS, GOS, dan Inulin, dapat mendukung kesehatan saluran cerna dan microbial diversity. “Kesehatan saluran cerna yang baik membantu mendukung penyerapan nutrisi, sehingga tubuh si kecil dapat memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung proses belajar dan perkembangannya.”
Jadi, membangun fondasi perkembangan anak bukan hanya soal memberikan stimulasi atau aktivitas edukatif. Kebutuhan dasar seperti asupan nutrisi yang seimbang dan kesehatan saluran cerna juga perlu diperhatikan secara bersamaan.
Dukung Potensi Anak Bisa Dimulai dari Aktivitas Sederhana
Lalu, apakah stimulasi harus selalu berupa aktivitas edukatif yang sengaja dibuat orang tua? Belum tentu.
Cynthia, Momfluencer yang dikenal melalui akun @janelleandmom, berbagi bahwa stimulasi justru bisa dilakukan melalui kegiatan sederhana sehari-hari. Mengajak anak bermain, berbicara, membangun sesuatu bersama, memasak, atau memberi kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan bisa menjadi bagian dari pengalaman belajar anak.
Bagi Cynthia, orang tua juga perlu memahami kapan harus mendorong anak dan kapan perlu memberikan ruang untuk berhenti sejenak. Menurutnya, ada perbedaan antara pushing dan pressuring. “Perkembangan kognitif anak tidak hanya dibentuk dari stimulasi, tetapi juga dimulai dari kebutuhan dasar seperti nutrisi tepat yang mendukung kesehatan pencernaan si kecil.”
Pengalaman bersama anak pun tidak harus selalu menghasilkan pencapaian tertentu. Justru dari aktivitas sehari-hari, anak bisa belajar mengikuti instruksi, mempertahankan perhatian, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan berani mencoba.
Selain nutrisi dan stimulasi, lingkungan tempat anak tumbuh juga tidak kalah penting. Anak membutuhkan ruang yang membuatnya merasa aman untuk bertanya, mencoba, bahkan mengalami kegagalan.
Cynthia menekankan bahwa anak bukanlah proyek yang harus selalu sempurna. Orang tua perlu memberikan kesempatan bagi anak untuk berproses dan belajar dari pengalamannya. “The goal tuh bukannya anak ini tidak pernah gagal, tapi goalnya adalah anak ini cukup aman untuk bisa merasa gagal, tapi cukup berani untuk bisa mencoba lagi,” kata Cynthia.
Dengan lingkungan yang suportif, anak dapat belajar bahwa gagal bukan berarti dirinya tidak mampu. Ia justru punya kesempatan untuk mencoba kembali, menemukan cara lain, dan semakin mengenali dirinya sendiri.
Nutrisi, Stimulasi, dan Kesiapan Biologis Saling Berkaitan
Pada akhirnya, mendukung potensi anak bukan tentang mengejar satu pencapaian tertentu. Ada berbagai fondasi yang perlu berjalan beriringan, mulai dari nutrisi yang tepat, kesehatan saluran cerna, stimulasi yang sesuai, hingga kesiapan biologis anak.
Bebelac, sebagai bagian dari komitmennya mendukung tumbuh kembang anak, memiliki formulasi yang dilengkapi 3 Serat Penting (FOS, GOS, dan Inulin), 2x DHA lebih tinggi, serta 0 gram sukrosa*. Kombinasi tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kesehatan saluran cerna sebagai bagian dari fondasi yang mendukung anak lebih siap belajar dan bereksplorasi.
Karena setiap anak punya perjalanan yang berbeda, tugas orang tua bukan menciptakan anak yang sempurna. Lebih dari itu, orang tua dapat membantu menyiapkan fondasi yang baik agar si kecil punya kesempatan untuk tumbuh, belajar, mencoba, dan berkembang sesuai potensinya.
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.










and then