Baru-baru ini Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menimbulkan kontroversi karena memberikan syarat vasektomi agar warga kurang mampu bisa mendapatkan bansos. Ditengah pro kontra soal KB steril untuk pria ini, seorang suami dengan bangga membagikan pengalaman vasektomi yang pernah ia jalani.
Melansir dari Mayo Clinic, vasektomi adalah salah satu jenis kontrasepsi yang berfungsi mencegah penis mengeluarkan sperma dalam cairan semen yang dikeluarkan saat berhubungan badan. Vasektomi dilakukan dengan sebuah operasi kecil, dimana dokter bedah akan memotong dan menutup saluran vas deferens yang berfungsi menyalurkan sperma.
Banyak mitos dan anggapan negatif tentang metode KB permanen ini, namun Didi Santosa, seorang ayah dua anak dengan mantap memutuskan untuk vasektomi, demi agar bisa fokus mengurus keluarganya.
Cerita Pengalaman Vasektomi Seorang Suami

Melalui akun media sosialnya @didistuck, pria yang baru saja menyambut kelahiran anak keduanya di Desember 2023 ini membagikan pengalaman vasektomi yang ia jalani belum lama ini.
“Mau cerita pengalaman pribadi, aku baru saja menjalani vasektomi beberapa waktu lalu. Buat yang belum tahu, vasektomi itu prosedur kecil untuk pria yang ingin ‘permanently done’ dalam urusan punya anak,” tulis Didi Santosa mengawali ceritanya.
Menurut Didi, ia dan istri sudah berdiskusi panjang sebelum menjalani prosedur vasektomi. Dan mereka sepakat bahwa ini adalah pilihan paling bertanggung jawab untuk keluarga mereka. Apalagi istri Didi sudah melahirkan dua anak, perempuan dan laki-laki, jadi mereka merasa keluarga mereka telah lengkap.
“Kenapa aku mutusin vasektomi? Sederhana, keluarga kami sudah lengkap. Dan setelah diskusi panjang dengan istri, kami merasa ini langkah yang paling bertanggung jawab buat masa depan. Spoiler, istri 100% support,” tambah Didi.
Pernah Coba KB Lain tapi Efek Sampingnya Terlalu Parah
Lebih lanjut, Didi tidak hanya menceritakan pengalaman vasektomi yang dijalani. Dirinya juga mengungkapkan pernah mencoba kontrasepsi jenis lain, sayangnya efek sampingnya cukup parah.
“Nggak coba KB lain dulu? Udah, istri sempat pakai IUD, tapi ternyata nggak cocok (IUD turun dan pendarahan). Setelah itu mulai mempertimbangkan rencana vasektomi dipercepat,’ tutur Didi.
Sebelum menjalani prosedur vasektomi, Didi dan istrinya lebih dulu melakukan riset bahkan berkonsultasi ke 4 dokter yang berbeda.
“Sudah riset selama 2 tahun terakhir dan konsultasi dengan 4 dokter berbeda. Awalnya mau dijalani 5 tahun lagi setelah IUD istri dilepas, tapi karena situasi berubah, ya dijalanin.”
Proses Vasektomi yang Dijalani Didi Cepat dan Tanpa Efek Samping yang Berarti
Kemudian Didi menceritakan kronologis prosedur vasektomi yang ia jalani, tidak disebutkan di rumah sakit mana Didi melakukannya. Namun ia dengan tegas mengatakan bahwa prosesnya tidak sulit dan bisa pulih dengan cepat.
“Prosesnya? Santai dan cepat. Konsultasi sebentar sama dokter urologi, cek kesehatan, prosedur cepat nggak berasa apa-apa karena dibius, pulang di hari yang sama.”
“Sakit nggak? Bro, nggak berasa sama sekali. Nyerinya pas ditusuk jarum infus aja. After effect? Sometimes ngerasa nggak nyaman di bagian testis. But it’s okay, cuma butuh rest 3 hari di rumah, makan makanan sehat, nonton netflix, selesai.”
Vasektomi membuat Impoten, Ternyata cuma Mitos bagi Didi
Didi juga membantah banyak mitos yang beredar soal vasektomi, dia membuktikan bahwa semua mitos itu salah.
“Mitos yang sering berseliweran: Nggak bisa ngapa-ngapain lagi dong? Salah, tetap bisa. Jadi impoten? Bro, coba riset lagi, semua normal,” kata Didi.
“Buat aku pribadi, ini keputusan yang penuh pertimbangan, bukan impulsif. Karena ini bukan cuma soal ‘nggak mau nambah anak’, tapi soal rasa aman, tanggung jawab, dan mutual respect sama pasangan,” tambahnya.
Pengalaman Vasektomi Telah Melewati Pertimbangan yang Matang
Banyak pertanyaan yang muncul saat Didi memutuskan untuk melakukan vasektomi, seperti bagaimana kalau salah satu anak mereka meninggal, atau bagaimana kalau Didi bercerai dan menikah lagi, bagaimana kalau mereka ingin menambah anak.
Didi pun dengan tegas bahwa semua kemungkinan itu telah dia pertimbangkan sebelum memilih menjalani prosedur vasektomi.
“Aku sudah mikir kemungkinan itu sejak lama, bahkan beberapa kemungkinan lainnya. Tapi setelah refleksi panjang, akhirnya aku sadar. Yang paling aku butuhin sekarang adalah hadir penuh untuk keluarga yang sudah ada. Daripada mikirin ‘what if’, aku pilih fokus ‘hari ini aku ada buat mereka’. Rasanya jadi lebih tenang dan lega.”
Bagi Didi, fokus dengan keluarganya saat ini adalah hal yang terpenting. Dia yakin bisa beradaptasi dengan apapun yang terjadi di masa depan.
“Kalau suatu hari hidup berubah gimana? Ya aku akan beradaptasi, tapi menyesal karena memilih bertanggung jawab sekarang, kayaknya sih enggak ya,” ujar Didi tegas.
“I do it for her, and one day, they will understand,” tutup Didi Santosa.
Hingga artikel ini ditulis, unggahan Didi terkait dengan pengalaman vasektomi yang ia lakukan telah mendapatkan lebih dari 80 ribu likes dan telah di-share sebanyak lebih dari 23 ribu kali. Bahkan sudah ada lebih dari 2200 komentar di unggahannya tersebut.
Pengejar mimpi yang hobi berimajinasi. Jago menulis dan berpuisi.











and then