Tak Hanya Perempuan, Program Hamil Juga Perlu Dilakukan Pria, Ini Caranya

Tahu tidak, kalau baik istri ataupun suami punya peran yang sama dalam menyebabkan infertilitas? Artinya, program hamil untuk suami dan istri tentu saja perlu dilakukan bersama-sama. 

Sayangnya, sampai saat ini masih banyak masyarakat maupun para suami yang cenderung menyalahkan istri. Ketika sang buah hati belum juga datang, pihak perempuanlah yang kerap disalahkan, bahkan dicap mandul.

Sudah bukan saatnya lagi bilang, “Istri duluan, deh, yang periksa kesuburan. Suaminya nanti saja karena masih sibuk kerja”. Pemahaman tentu saja perlu dihentikan karena memang program hamil untuk suami ataupun istri memang harus dijalankan bersama-sama.

Kondisi seperti ini tentu saja memprihatinkan, seperti yang diutarakan dr. William Timotius Wahono Sp. OG, bahwa faktor pria juga menyumbang infertilitas atau ketidaksuburan juga datang dari pihak laki-laki. 

Program Hamil untuk Suami

Program Hamil untuk Suami, Apa yang Perlu Dilakukan?

Ditegaskan dr. William, pada prinsipnya program hamil untuk suami dan istri tidak jauh berbeda. Berikut 5 langkah yang perlu dilakukan. 

1. Melakukan gaya hidup sehat

Faktor penting untuk keberhasilan program hamil tentu saja perlu dimulai dengan melakukan gaya hidup sehat. Peluang kehamilan ini akan semakin besar apabila suami mengonsumsi makanan bernutrisi dan menghindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebih, berhenti merokok, serta hindari stres.

2. Konsumsi Makanan Meningkatkan Kesuburan

Selanjutnya, jangan lupa rutin asup beberapa makanan yang akan membantu meningkatkan kesuburan. Sayuran hijau yang kaya akan vitamin dan mineral, wortel, alpukat, dan tauge bisa sangat membantu.

Selain itu, makanan lainnya adalah ikan yang mengandung zat yang baik dan dapat mengoptimalkan kinerja reproduksi, yaitu omega-3. Jenis ikan yang banyak mengandung omega-3 adalah salmon, tuna, sarden, dan lele. 

Jangan lupa makanan yang tinggi antioksidan seperti buah-buahan beri seperti blueberry atau  stroberi, termasuk sayuran hijau seperti bayam dan brokoli serta alpukat, kacang-kacangan. Makanan ini baik untuk program hamil karena membantu untuk menangkal radikal bebas, meningkatkan kualitas sel telur atau sperma, serta menjaga kesehatan reproduksi

3. Rutin Melakukan Aktivitas Seksual

Kebayang tidak jika pernikahan tanpa seks? Tujuan program kehamilan tentu saja sulit untuk tercapai. Meskipun tidak ada jadwal khusus dalam melakukan aktivitas seks, namun idealnya frekuensi berhubungan intim juga diperhatikan. Para dokter kandungan menyarankan agar aktivitas seksual dilakukan 2 atau 3 hari sekali. “Baik pada saat masa subur atau pun tidak, saat tidak sedang mentruasi,” ungkap dr. William lagi.

4. Pemeriksaan Fisik dan Alat Reproduksi

Keberhasilan program hamil juga perlu diawali dengan melakukan pemeriksaan fisik. Testis suami perlu diperiksa untuk mengetahui kondisi spermanya. Sebab, masalah yang biasa terjadi pada pihak suami adalah jumlah sperma yang rendah, pergerakan yang lambat, atau bentuk yang tidak normal, juga saluran sperma yang terblok.

Oleh karena itu, penting bagi suami untuk melakukan analisis cairan sperma. Pemeriksaan ini juga bisa memperlihatkan jumlah dan kualitas dari sperma pada saat pemeriksaan. Keinginan mendapatkan buah hati, tentu saja perlu usaha dari kedua belah pihak, baik istri maupun suami.  Pasalnya, keduanya memiliki faktor risiko yang sama terkait masalah reproduksi.

Sebuah studi menemukan bahwa 30-40 persen kasus kemandulan berasal dari pria, 40 persen lagi dari pihak wanita. Sisanya, 20-30 persen, merupakan kombinasi masalah kesuburan dari keduanya atau disebut juga dengan ketidaksuburan yang tidak bisa dijelaskan (unexplained infertility). 

Oleh karena itulah, pemeriksaan fertilitas seharusnya dilakukan oleh oleh kedua belah pihak. “Program hamil bertujuan bukan untuk mencari siapa yang salah, namun utamanya mencari permasalahannya ada di mana. Dengan begitu bisa dilakukan pengobatan yang tepat sehingga bisa dilakukan pengobatan yang tepat. kehamilan pun dapat tercapai.

Biar bagaimana pun keberhasilan untuk mencapai kehamilan yang sehat merupakan tanggung jawab berdaa, baik pihak perempuan dan pria. Artinya program hamil untuk suami dan istri perlu dilakukan bersama-sama. Bagi pasangan yang sedang program hamil, semoga perjalanan menuju dua garis birunya lancar, ya. 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + five =