Masalah infertilitas kini menjadi tantangan berat bagi sekitar 10-15% pasangan di seluruh dunia. Namun, kemajuan teknologi mampu menghadirkan beragam metode untuk mencapai kehamilan yang sukses, salah satu yang paling menonjol adalah in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung. Apa saja faktor penentu keberhasilan bayi tabung? Simak ulasannya dalam artikel berikut ya, MamPap!
Mengenal Prosedur Bayi Tabung
Di antara berbagai prosedur teknologi reproduksi berbantuan lainnya, bayi tabung menjadi paling menonjol sebagai teknik revolusioner yang telah mengubah lanskap perawatan infertilitas di Indonesia.
IVF atau bayi tabung sendiri adalah perawatan untuk masalah infertilitas, yaitu ketika tidak terjadi kehamilan setelah setidaknya satu tahun mencoba bagi sebagian besar pasangan menikah. Dalam beberapa kondisi, IVF atau bayi tabung juga dapat digunakan untuk mencegah pewarisan masalah genetik kepada anak nantinya.
Prosedur bayi tabung melibatkan serangkaian langkah yang diatur dengan cermat, dimulai dengan stimulasi ovarium untuk mendorong perkembangan beberapa sel telur. Sel telur yang matang kemudian diambil dari ovarium dan dibuahi dengan sperma dalam lingkungan laboratorium yang terkendali. Hasilnya, embrio dikultur dan dipantau dengan hati-hati sebelum dipindahkan ke rahim wanita, tempat implantasi dan berikutnya kehamilan akan dinantikan dengan penuh harap.
Satu siklus penuh bayi tabung memakan waktu sekitar 2 hingga 3 minggu. Terkadang, langkah-langkah ini juga dibagi menjadi beberapa bagian dan prosesnya bisa memakan waktu lebih lama.
Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung di Indonesia

Meski sangat populer di Indonesia, namun tingkat keberhasilannya masih bervariasi. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Sriwijaya Journal of Obstetrics and Gynecology memaparkan, tingkat kelahiran hidup per transfer embrio secara keseluruhan adalah 32,7%. Usia perempuan merupakan prediktor signifikan kelahiran hidup, dengan tingkat keberhasilan menurun secara bertahap setelah perempuan berusia 35 tahun.
Faktor Penentu Keberhasilan Bayi Tabung atau IVF di Indonesia
Tingkat keberhasilan bayi tabung sendiri dipengaruhi oleh interaksi yang kompleks antara faktor-faktor. Secara luas, faktor-faktor ini dapat dikategorikan menjadi faktor wanita, faktor pria, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perawatan.
-
Faktor Wanita
- Usia ibu. Semakin muda usia Mama, semakin besar kemungkinan Mama untuk hamil dan melahirkan bayi yang sehat menggunakan sel telur Anda sendiri selama IVF. Seringkali, wanita berusia 40 tahun ke atas disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan sel telur donor selama IVF guna meningkatkan peluang keberhasilan.
- Penyebab fertilitas. Memiliki persediaan sel telur yang cukup rata-rata meningkatkan peluang Anda untuk hamil menggunakan IVF. Orang yang menderita endometriosis parah lebih kecil kemungkinannya untuk hamil melalui IVF dibandingkan mereka yang mengalami infertilitas tanpa penyebab yang jelas.
- Riwayat reproduksi. Orang yang pernah melahirkan sebelumnya lebih mungkin untuk hamil menggunakan IVF dibandingkan orang yang belum pernah melahirkan. Tingkat keberhasilan lebih rendah bagi orang yang telah mencoba IVF beberapa kali tetapi tidak berhasil hamil.
- Faktor gaya hidup. Merokok dapat menurunkan peluang keberhasilan IVF. Seringkali, orang yang merokok memiliki lebih sedikit sel telur yang diambil selama IVF dan mungkin lebih sering mengalami keguguran. Obesitas juga dapat menurunkan peluang untuk hamil dan memiliki bayi. Konsumsi alkohol, terlalu banyak kafein, dan obat-obatan tertentu juga dapat berbahaya.
Faktor wanita mencakup berbagai macam variabel, termasuk usia, cadangan ovarium, endometriosis, dan adanya kondisi ginekologis lainnya. Di antara faktor-faktor ini, usia paling menonjol sebagai penentu penting keberhasilan IVF. Penurunan kualitas dan kuantitas sel telur yang belum matang seiring bertambahnya usia ibu adalah fenomena yang berkontribusi pada tingkat pembuahan yang lebih rendah, perkembangan embrio yang terganggu, dan peningkatan tingkat keguguran.
2. Faktor Pria
- Faktor gaya hidup seperti merokok juga dapat menurunkan peluang keberhasilan IVF. Seringkali, orang yang merokok atau rentan terpapar asap rokok dapat menurunkan kualitas spermanya. Kualitas dan kuantitas sperma juga memainkan peran penting dalam hasil IVF atau prosedur bayi tabung ini.
- Kelainan pada sperma. Kelainan pada parameter sperma, seperti jumlah sperma rendah (oligozoospermia), motilitas sperma yang buruk (asthenozoospermia), atau morfologi sperma abnormal (teratozoospermia), dapat menghambat fertilisasi dan menurunkan kualitas embrio.
3. Faktor Perawatan
Ada juga faktor yang berhubungan pada prosedur perawatan, seperti penggunaan injeksi sperma intrasitoplasma (ICSI), transfer blastokista, dan jumlah sel telur belum matang yang lebih tinggi yang diambil. Riwayat kegagalan IVF sebelumnya juga dikaitkan dengan tingkat keberhasilan yang lebih rendah.
Selain itu, transfer embrio yang lebih berkembang dikaitkan dengan tingkat kehamilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan embrio yang kurang berkembang. Namun, tidak semua embrio dapat bertahan dalam proses perkembangan.
Terlebih lagi, IVF melibatkan prosedur yang dapat memakan waktu, mahal, dan invasif. Jika lebih dari satu embrio ditempatkan di dalam rahim, hal ini juga dapat mengakibatkan kehamilan dengan lebih dari satu bayi. Ini disebut kehamilan ganda.
Keahlian tim medis dan kondisi laboratorium tempat gamet dan embrio ditangani juga bisa menjadi faktor penentu. Pilihan protokol stimulasi ovarium, jenis dan dosis gonadotropin yang digunakan, serta waktu pemberian obat pemicu, semuanya dapat memengaruhi jumlah dan kualitas sel telur yang diambil. Selain itu, hari transfer embrio (tahap pembelahan atau blastokista) dan jumlah embrio yang ditransfer dapat memengaruhi tingkat implantasi dan hasil kehamilan.
Di Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara yang permintaan layanan IVF-nya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan infertilitas dan pilihan perawatannya, semakin banyak pasangan yang mencari IVF sebagai cara untuk mengatasi tantangan reproduksi mereka.
Brawijaya Hospital menjadi salah satu yang resmi mengumumkan transformasi layanan fertilitas unggulannya menjadi Benih IVF Center by Brawijaya Hospital. Nama ‘Benih’ sendiri melambangkan awal kehidupan dan harapan, serta pertumbuhan yang penuh makna.
Sejak berdiri pada September 2023, Benih IVF Center telah melayani lebih dari 2.000 pasien dengan tingkat keberhasilan kehamilan diatas rata-rata nasional.
Kali ini, Benih IVF Center menggandeng Dr. Robert Fischer, MD sebagai medical advisor untuk mengembangkan Fischer Concept Protocol, yaitu pendekatan fertilisasi in vitro (IVF) yang
dipersonalisasi yang berfokus pada penyesuaian perawatan hormonal dan waktu prosedur untuk masing-masing pasien. Dr. Robert sendiri adalah seorang pakar IVF dunia yang juga terafiliasi dengan Star Fertility Malaysia.
Menurut Dr. Fischer, ‘Benih’ adalah nama yang sarat makna yang emosional dan penuh harapan, yang mencerminkan dedikasi klinik ini dalam mendampingi setiap pasangan meraih impian menjadi orang tua.
Devin Wirawan, Presiden Direktur Brawijaya Hospital Group, dalam sambutannya menyampaikan, “Kolaborasi dengan Dr. Robert Fischer adalah langkah strategis yang memperkuat komitmen kami untuk menghadirkan keunggulan dunia bagi masyarakat Indonesia. Benih IVF Center lahir dari fondasi global excellence, namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal— kedekatan, empati, dan pelayanan yang holistik. Kami yakin, kolaborasi ini akan membawa harapan baru dan menjadi solusi terbaik bagi setiap pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati,”ungkapnya.
Itulah faktor-faktor penentu keberhasilan bayi tabung. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan IVF, dokter dapat memberikan konseling yang lebih efektif kepada pasien, menyesuaikan rencana perawatan dengan kebutuhan individu, dan pada akhirnya meningkatkan peluang untuk mencapai kehamilan yang sukses.
***
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.







and then