Wujudkan Pendidikan Inklusif, Ini Alasan Program Seru Jadi Kunci Belajar bagi Generasi Alpha

sistem belajar yang seru

Mama Papa tentu setuju ya, kalau sistem pembelajaran satu arah yang monoton sudah tidak relevean lagi diterapkan untuk anak masa kini, para Generasi Alpa? Anak-anak yang lahir di era digital ini tidak lagi bisa didekati dengan sistem pembelajaran konvensional dan kaku. Justru sebaliknya, mereka membutuhkan sistem belajar yang seru.

Sebab, anak-anak Generasi Alpha membutuhkan ruang eksplorasi yang dinamis, di mana teknologi dan kreativitas berpadu untuk menciptakan pengalaman belajar yang benar-benar hidup. Sayangnya, konsep pembelajaran yang menyenangkan atau joyful learning ini sering kali masih menjadi “kemewahan” yang hanya dinikmati di kota-kota besar. Padahal, anak-anak di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) memiliki hak yang sama untuk merasakan serunya memecahkan teka-teki sains atau memahami literasi melalui metode belajar sambil bermain.

Menyadari kesenjangan tersebut, OREO hadir membawa misi besar melalui program “OREO Berbagi Seru”. Inisiatif ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah gerakan untuk mendemokratisasi kebahagiaan dalam belajar. Dengan menggandeng Indonesia Mengajar, OREO berupaya memastikan bahwa 7.000 siswa di tujuh provinsi Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah marginal dapat tumbuh menjadi Generasi SERU yang solutif, eksploratif, responsif, dan unggul.

Sistem Belajar yang Seru Dibutuhkan untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Kesenjangan pendidikan di Indonesia memang masih menjadi tantangan nyata. Data PISA 2022 menunjukkan posisi Indonesia yang masih perlu dipacu dalam hal literasi, numerasi, dan sains. Di wilayah 3T, tantangannya berlipat ganda: mulai dari keterbatasan fasilitas hingga akses media pembelajaran yang minim. Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata dari komitmen berkelanjutan yang telah dimulai sejak tahun lalu.

“Komitmen ini antara lain terwujud melalui penyelenggaraan program ‘OREO Berbagi’ sejak 2024, berupa rangkaian inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas, khususnya orang tua, guru dan anak, melalui kegiatan edukasi serta penyaluran donasi,” ungkapnya saat jumpa perd di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

sistem belajar yang seru

Tahun ini, fokusnya semakin tajam pada pemerataan akses. OREO ingin memastikan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh koordinat geografis. Anggya menambahkan bahwa tujuan utamanya adalah memberikan kesempatan setara bagi semua anak untuk menjadi “Generasi SERU” yang siap menghadapi masa depan (future-ready).

Program OREO Berbagi Seru juga selaras dengan visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Dr. Rita Pranawati, Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, mengapresiasi langkah ini sebagai upaya memperkuat kapasitas pendidikan di wilayah dengan tantangan geografis.

“Saat ini, berbagai upaya terus dilakukan untuk memperluas akses terhadap fasilitas pendidikan, media pembelajaran, serta penguatan kapasitas guru agar mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif dan menyenangkan (joyful),” jelas Rita.

Melalui kerja sama dengan Indonesia Mengajar, program ini mendistribusikan alat pembelajaran di bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris yang dirancang khusus dengan prinsip deep learning, yaitu pembelajaran yang meaningful, mindful, dan joyful. Seluruh alat ini dikembangkan agar mampu memberikan pengalaman belajar yang seru bagi seluruh ekosistem, baik siswa, guru, maupun orang tua.

Alasan Sistem Belajar yang Seru di Butuhkan Generasi Alpha

Mengapa sistem belajar yang seru begitu ditekankan? Dari sudut pandang perkembangan anak, pendekatan ini bukan sekadar cara agar anak tidak bosan, melainkan kebutuhan mendasar bagi otak mereka untuk berkembang. Irma Gustiana A., A.Psi., M.Psi., seorang Psikolog Anak dan Keluarga, menekankan bahwa perubahan zaman yang cepat menuntut anak memiliki keterampilan yang lebih kompleks.

Psikolog yang akrab disapa Ayank Irma menjelaskan bahwa keterlibatan aktif dalam proses belajar adalah kunci utama pembentukan pengetahuan. Dalam pemaparannya, ia merujuk pada prinsip fundamental psikologi perkembangan.

sistem belajar yang seru

“Dalam hal belajar, teori psikologi dari Piaget menekankan bahwa anak bukan hanya menerima informasi, tetapi mereka membangun pengetahuan secara internal melalui interaksi dan eksplorasi. Untuk itu, dibutuhkan dukungan pendidikan yang relevan dengan dunia mereka yaitu melalui serunya bermain, sekaligus peka terhadap perkembangan zaman agar anak dapat mengasah kemampuan kognitif, sosial, dan emosional secara seimbang serta tumbuh menjadi individu yang tangguh dan berdaya saing.”

Itulah mengapa Ayank Irma mengingatkan anak-anak Generasi Alpa yang hidup di tengah perkembangan teknologi yang pesat, arus globalisasi, serta perubahan sosial bergerak jauh lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya dituntut untuk bisa memiliki keterampilan yang lebih kompleks. Mulai dari seperti penguasaan karakter-karakter yang ada pada Generasi SERU yaitu: Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul. Semua ini dibutuhkan agar mereka mampu bertahan dan berkembang di masa depan.

Diakui Ayu Dewi sebagai Celebrity Mom yang memiliki 3 orang anak, kebutuhan sistem belajar yang seru memang dibutuhkan anak-anaknya.  Kebutuhannya sangat berbeda dibandingkan dengan zaman orang tuanya dibesarkan.

“Mereka hidup di dunia yang sangat dinamis dan full of challenges. Contohnya anak-anakku yang juga jadi bagian dari Generasi SERU. Di sekolah, mereka didorong untuk memahami konsep secara menyeluruh, dibimbing untuk mampu menerapkan pengetahuan secara berkelanjutan, membuat pilihan yang bertanggung jawab, sekaligus mampu berdiskusi serta berpikir kritis agar tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, penuh empati dan toleransi terhadap sekitar.” Ditambahkan Ayu Dewi, di rumah dirinya juga mengutamakan proses belajar dua arah yang lebih interaktif, contohnya dengan menerapkan pembelajaran sambil bermain supaya anak-anak dibiasakan berperan aktif dan kritis bertanya.

Tidak bisa dipungkiri untuk meningkatkan kualitas pendidikan Generasi Alpha tentu tidak hanya berhenti di bangku sekolah. Semua lini perlu terlibat untuk bisa menyukseskan sistem belajar yang seru. Hal ini pun disadari oleh OREO, melalui School Roadshow, OREO juga memberdayakan para guru dan orang tua agar mampu menciptakan ekosistem belajar yang interaktif di rumah.

Keistimewaan lain dari program ini adalah keterbukaan bagi masyarakat luas untuk ikut berkontribusi. Setiap keping OREO yang dibeli oleh konsumen mengandung misi sosial, di mana sebagian keuntungan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung pendidikan di pelosok negeri.

Melalui sinergi antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat, OREO Berbagi Seru membuktikan bahwa mengubah masa depan bisa dimulai dengan hal sederhana: memberikan keceriaan dalam setiap proses belajar. Karena pada akhirnya, anak-anak yang belajar dengan bahagia adalah mereka yang akan paling siap menghadapi tantangan dunia yang terus berubah.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + 1 =