Lima tahun pertama kehidupan merupakan masa yang sangat penting bagi perkembangan anak. Pada fase yang dikenal sebagai golden period ini, otak anak berkembang sangat cepat dan menjadi fondasi bagi berbagai kemampuan yang akan ia butuhkan sepanjang hidupnya.
Di masa ini pula, jutaan koneksi antarsel saraf terbentuk untuk mendukung kemampuan berpikir, berbahasa, mengingat, hingga memecahkan masalah. Tak heran jika golden period disebut sebagai waktu yang tepat bagi orang tua untuk memberikan nutrisi dan stimulasi yang optimal.
Meski begitu, masih banyak orang tua yang menganggap proses belajar baru dimulai saat anak masuk sekolah. Padahal, sejak bayi anak sudah belajar dari berbagai pengalaman sehari-hari, seperti diajak berbicara, bermain, membaca buku, hingga mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Semua pengalaman tersebut membantu membangun fondasi perkembangan otak dan kemampuan belajarnya.
Kenalan dengan Mielinisasi, Proses Penting yang Membantu Anak Belajar di Masa Emasnya

Tahu nggak, MamPap? Saat anak mulai mengucapkan kata pertama, mengenali warna, menyusun balok, atau mengingat cerita yang dibacakan sebelum tidur, ada proses penting yang sedang berlangsung di dalam otaknya, lho. Proses tersebut disebut mielinisasi, yaitu pembentukan lapisan pelindung (mielin) pada serabut saraf yang membantu penghantaran sinyal di otak berjalan lebih cepat dan efisien.
Semakin optimal mielinisasi berlangsung, semakin baik pula kemampuan otak dalam menerima, mengolah, dan menghubungkan informasi. Hal inilah yang membuat mielinisasi berperan penting dalam mendukung kemampuan anak belajar, berpikir, mengingat, hingga memecahkan masalah.
Mielinisasi berlangsung sangat pesat pada lima tahun pertama kehidupan atau golden period. Di masa inilah otak anak berkembang dengan sangat cepat dan membentuk jutaan koneksi antarsel saraf. Karena itu, golden period menjadi waktu yang penting bagi orang tua untuk mendukung perkembangan otak melalui nutrisi yang tepat, stimulasi yang konsisten, serta lingkungan yang positif.
Menurut dr. Yoga Yandika, Sp.A., dokter spesialis anak sekaligus Founder Yo Clinic, mielinisasi tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan perlu didukung berbagai faktor yang saling melengkapi, “Mielinisasi adalah pembentukan lapisan mielin yang membantu penghantaran informasi antarsel saraf berlangsung lebih cepat dan efisien. Agar proses ini berjalan optimal, anak membutuhkan kombinasi nutrisi yang tepat sebagai bagian dari pola makan seimbang, yang diimbangi dengan stimulasi yang sesuai, pengalaman belajar yang beragam (multi-learning), serta lingkungan yang positif.”
Beberapa nutrisi seperti sphingomyelin, fosfolipid, alfa-laktalbumin, AA, DHA, kolin, dan zat besi diketahui berperan dalam mendukung proses mielinisasi sebagai bagian dari pemenuhan gizi seimbang.
Setiap Anak Belajar dengan Caranya Sendiri
Dalam rangka memperingati World Brain Day 2026, Wyeth Nutrition melalui S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain yang digelar pada 24–26 Juli lalu di Senayan City, mengajak orang tua memahami pentingnya mendukung perkembangan otak anak sejak dini.
Melalui pengalaman edukatif yang interaktif, orang tua dapat melihat visualisasi aktivitas lima fungsi otak anak secara real-time melalui S-26 Exceptional Brain Visualizer, mulai dari fokus, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, hingga memori. Selain itu, tersedia pula berbagai area eksplorasi seperti Logic Lab, Vision Pod, Neuron Express, Neuron Dance, dan Photo Booth yang dirancang untuk membantu orang tua mengenal lebih dekat proses belajar dan perkembangan otak si Kecil.
Lewat berbagai pengalaman tersebut, orang tua juga diajak memahami bahwa perkembangan otak anak tidak hanya dipengaruhi oleh nutrisi, tetapi juga oleh stimulasi dan pengalaman belajar yang diterimanya setiap hari. Karena itu, tidak ada satu cara belajar yang paling tepat untuk semua anak. Setiap anak memiliki kecepatan, minat, dan gaya belajar yang berbeda-beda.
Ada anak yang lebih mudah memahami sesuatu melalui cerita atau gambar, ada juga yang senang bereksplorasi lewat permainan atau mencoba pengalaman baru. Semakin beragam pengalaman yang diterima anak, semakin banyak juga kesempatan otaknya membangun koneksi baru yang mendukung kreativitas, kemampuan berpikir kritis, hingga keterampilan memecahkan masalah.
Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Vera Niki Gozali, mengatakan bahwa setiap anak memiliki perjalanan belajar yang unik. Menurutnya, orang tua perlu memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar melalui beragam pengalaman atau multi-learning.
“Di tengah dunia yang terus berubah, kita belum tahu persis tantangan yang akan dihadapi anak-anak di masa depan. Namun, kami percaya bahwa setiap anak bisa jadi hebat karena setiap anak memiliki perjalanan exceptional yang unik. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mendukung proses belajar anak melalui pengalaman yang beragam atau multi-learning, sehingga mereka mampu menghubungkan berbagai pengalaman menjadi wawasan baru dan lebih siap menghadapi masa depan (future-ready),” ujar Vera.
Cara Mengoptimalkan Golden Period Anak
Meski perkembangan otak dipengaruhi oleh banyak faktor, peran orang tua tetap menjadi salah satu yang paling besar. Aktivitas sederhana seperti mengajak anak berbicara, membaca buku bersama, bermain, hingga memberi kesempatan anak mencoba hal-hal baru merupakan bentuk stimulasi yang sangat berarti bagi perkembangan otaknya.
Hal ini juga dirasakan oleh Marlene dan Budi Fung, orang tua Ashton Alexander Fung yang telah meraih berbagai prestasi dalam olimpiade matematika internasional. Menurut keduanya, keberhasilan anak bukan hanya hasil dari latihan atau pendidikan formal, tetapi juga dari konsistensi orang tua dalam memberikan dukungan, stimulasi, serta memenuhi kebutuhan nutrisi sejak usia dini.
Pada akhirnya, golden period bukan hanya tentang seberapa cepat anak tumbuh, tetapi juga tentang bagaimana orang tua memanfaatkan setiap momen untuk mendampingi proses belajarnya. Dengan nutrisi yang tepat, stimulasi yang konsisten, dan lingkungan yang penuh dukungan, setiap anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi terbaiknya sesuai dengan perjalanan belajarnya masing-masing.










and then