Semua orang tua tentu memiliki keinginan yang sama, anak tumbuh cerdas, tanggap, dan siap menghadapi masa depan. Nyatanya, kecerdasan kognitif anak tidak terbentuk secara instan begitu saja. Pada usia 1 hingga 3 tahun, otak anak mengalami masa perkembangan yang sangat pesat. Di fase inilah fondasi daya ingat, kemampuan berpikir, konsentrasi, hingga daya tangkapnya dibentuk.
Untuk mendukung proses tumbuh kembang kognitif yang optimal, ada beberapa upaya yang perlu dilakukan kita sebagai orang tua. Utamanya, otak membutuhkan keberagaman nutrisi gizi yang lengkap setiap harinya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia, kebutuhan energi dan zat gizi anak berbeda sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya. Pada rentang usia 1–3 tahun, tubuh dan otak anak membutuhkan asupan gizi makro dan mikro yang seimbang.
Hal ini pun ditegaskan Dokter Spesialis Anak, dr. Leonirma Tengguna, M.Sc., Sp.A., CIMI, dalam sesi talk show ‘Di Balik Tumbuh Kembang Si Kecil: Sudah Cukupkah Nutrisi Hariannya?’ sekaligus peluncuran MILKOW ActiGrow.
“Tidak ada satu nutrisi tunggal yang bisa bekerja sendiri. Butuh kolaborasi dari berbagai nutrisi. Gimana caranya agar anak punya otak yang cerdas? Nah, yang pastinya kita tentu saja perlu memenuhi zat gizi anak-anak kita baik makro dan mikro. Selama ini yang paling kita sering dengar anak itu butuh DHA, lalu Omega 3, Omega 6, tapi masih jarang yang bahas soal Kolin, padahal Kolin ini juga penting.”
Mengapa Kolin Sangat Penting Bagi Kecerdasan Anak?
Bicara mengenai nutrisi perkembangan otak, banyak orang tua sudah akrab dengan DHA atau Omega 3. Namun, ada satu nutrisi kunci yang tak kalah penting tetapi kerap terlewatkan, yaitu kolin. dr. Leonirma menyampaikan bahwa kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan penting dalam pembentukan asetilkolin, yaitu senyawa kimia di otak yang bertugas dalam pembentukan sel saraf baru, membantu komunikasi antar sel otak, serta mendukung daya ingat dan konsentrasi pada anak.
Otak anak mengalami pertumbuhan paling pesat dalam dua tahun pertama kehidupannya, menjadikan asupan kolin sangat vital pada periode ini. “Namun, kolin tidak bekerja sendiri, ya, ia membutuhkan sinergi dengan DHA, Omega-3, dan Omega-6 untuk mendukung tumbuh kembang otak secara optimal,” tegasnya.
Ada beberapa sumber makanan yang kaya akan kandungan kolin:
- Kuning Telur
- Hati Ayam dan Hati Sapi
- Daging Ayam dan Daging Sapi
- Ikan
- Tahu dan Tempe
- Brokoli dan Kembang Kol
- Susu
Mendukung mimpi setiap orang tua yang mengingkan buah hatinya tumbuh cerdas, WINGS Nutrition menghadirkan solusi berupa MILKOW ActiGrow untuk anak usia 1–3 tahun.
Produk ini dirancang dengan NutriTotal Formula yang memadukan Triple Nutrients yang berfokus pada kecerdasan anak, yaitu kombinasi Kolin, DHA, serta Omega 3 dan Omega 6. Selain nutrisi otak, MILKOW ActiGrow juga diperkaya Protein, Kalsium, FOS, Vitamin C, D, E, dan Zinc untuk memastikan daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan anak tetap terjaga.
Head of Marketing WINGS Nutrition, Preeti Chopra Bhatnagar, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendampingi tumbuh kembang anak Indonesia. Preeti menjelaskan bahwa MILKOW ActiGrow hadir untuk membantu memenuhi empat komponen penting pertumbuhan anak, yaitu kemampuan belajar, kesehatan pencernaan, tumbuh kembang optimal, dan daya tahan tubuh.

“Dilengkapi Triple Nutrients—DHA, Kolin, Omega 3 & 6—yang dapat mendukung perkembangan kognitif anak, kami juga menghadirkan inovasi kemasan yang praktis dan relevan menyesuaikan kebutuhan keluarga sehari-hari. Melalui inovasi tersebut, kami ingin menghadirkan nutrisi berkualitas yang mudah diakses, demi mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045,” ujar Preeti.
Sebagai pelengkap kemudahan, MILKOW ActiGrow juga menghadirkan inovasi kemasan toples berteknologi Airtight Technology yang menjaga higienitas serta kesegaran produk setelah dibuka, di samping pilihan kemasan saset siap saji 25 gram hingga ukuran 925 gram. Tersedia dalam varian rasa kesukaan anak seperti Madu dan Vanila, produk ini kini sudah dapat diperoleh dengan mudah di berbagai minimarket, supermarket, serta toko tradisional terdekat.
Tak Cuma Nutrisi, Anak Tumbuh Cerdas Juga Butuh Stimulasi yang Tepat
Lebih lanjut, dr. Leonirma Tengguna juga mengingatkan kalau stimulasi tumbuh kembang anak merupakan salah satu pondasi penting dalam agar anak tumbuh cerdas.
“Selain itu jangan lupa juga anak perlu diberikan stimulasi yang tepat karena anak juga membutuhkan paparan interaksi, baik dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya. Anak sehat juga tentu saja perlu vaksin yang lengkap, lingkungan juga bersih bebas asap rokok sehingga tumbuh kembang anak juga dapat optimal,” tegasnya.
Meskipun kolin dan nutrisi otak lainnya bisa didapatkan dari bahan makanan sehari-hari seperti telur, daging, atau ikan, kenyataan di lapangan sering kali tidak sedemikian mudah. Tantangan berupa anak yang picky eater atau hanya mau makanan tertentu menjadi kendala tersendiri bagi banyak orang tua.
Enfa A+ Indonesia
Aktris sekaligus Brand Ambassador MILKOW ActiGrow, Ardina Rasti, membagikan pengalamannya sebagai seorang ibu dalam menghadapi tantangan ini. Rasti mengakui bahwa ada kalanya buah hatinya pilih-pilih makanan atau hanya mau mengonsumsi makanan tertentu, sehingga tidak selalu mudah untuk memastikan seluruh kebutuhan nutrisinya terpenuhi secara konsisten setiap hari.
Untuk menyiasati kekhawatirannya, Rasti mengandalkan asupan pendamping yang kaya akan nutrisi kognitif. “Saya memilih susu pertumbuhan yang dapat menjadi pendamping pemenuhan nutrisi sekaligus mendukung perkembangan kognitif Si Kecil. Dengan begitu, saya bisa lebih tenang mendampingi pertumbuhannya, karena saya percaya landasan agar anak tumbuh optimal dan berhasil di masa depan dimulai dari pemenuhan nutrisi yang lengkap sejak dini,” ungkap Rasti.
Hai, salam kenal 🤗, panggil saya Adis. ‘Terlahir’ jadi ibu, menjadi sadar kalau menjadi orang tua merupakan tugas seumur hidup. Meski banyak tantangan, semua tentu bisa dijalani jika ada dukungan dari lingkungan sekitar. #MamaSquads









and then