Tumbuh kembang anak ternyata tidak hanya bergantung pada perkembangan otak dan fisik tapi juga kesehatan saluran cerna anak. Hal ini penting sebagai fondasi kesehatan mereka, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Di dalam saluran cerna seorang anak, terdapat sekitar 100 triliun mikrobiota yang menjadi bagian dari ekosistem alami tubuh dan berperan dalam menjaga fungsi saluran cerna serta sistem imun tubuhnya.
Menurut Prof. Yvan Vandenplas, MD., Ph.D., Pakar Gastroenterologi dan Nutrisi Anak dari University Hospital Brussels (UZ Brussel), Belgia, dalam pemaparannya di acara Global Advances and Insight on Biotics for Child Health, 1000 HPK anak merupakan periode penting dalam pembentukan mikrobiota usus. Menjaga keseimbangan mikrobiota menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung kesehatan Si Kecil.
Kesehatan Saluran Cerna Anak Berkaitan dengan Alergi hingga Kesehatan Mental
Tahukah MamPap, kesehatan saluran cerna ternyata memiliki hubungan yang lebih luas dengan kesehatan anak? Ketika keseimbangan mikrobiota terganggu, maka bisa berdampak pada berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan sistem imun dan alergi.
Prof. Yvan menjelaskan, sejumlah studi menunjukkan bahwa ketidakseimbangan mikrobiota dapat berhubungan dengan meningkatnya risiko masalah kesehatan seperti alergi, termasuk asma, serta infeksi dan penyakit inflamasi. Ia juga menjelaskan adanya perubahan pada mikrobiota usus yang sedang berkembang di masa awal kehidupan anak dapat memengaruhi perkembangan saraf dan berpotensi menyebabkan dampak buruk terhadap kesehatan mental di kemudian hari.
Hal ini bisa terjadi sebab adanya hubungan antara saluran cerna dan otak atau yang dikenal sebagai gut-brain axis. Komunikasi antara saluran cerna dan otak membuat para peneliti terus mempelajari bagaimana mikrobiota dapat berkaitan dengan fungsi otak, suasana hati, perilaku, hingga kesehatan mental seperti yang dijelaskan Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia.
“Ada banyak penelitian yang makin sering membuktikan bahwa memang ada pengaruh antara ketidakseimbangan gut microflora atau bakteri baik yang harusnya bertumbuh baik di sistem pencernaan si kecil yang kalau tidak terpenuhi maka dapat memberikan gangguan perilaku, gangguan kecemasan bahkan sampai depresi tingkat awal. Ini semua dapat dijelaskan penelitian bahwa karena bakteri baik menghasilkan metabolit-metabolit yang dapat menginisiasi crosstalk dengan brain, jadi sistem pencernaan dan otak itu saling ngobrol, kalau obrolan mereka terganggu, gejala yang paling keliatan adalah potensi gangguan perilaku pada si kecil,” ujarnya menjelaskan.
Ia juga menambahkan, bahkan ada penelitian di surabaya dari Profesor Wawan, yang mengatakan bahwa ketika anak-anak mengalami gangguan gut microflora maka banyak juga yang mengalami gangguan atau defisit attention. Jadi di sini penting sekali untuk memastikan supaya gut microflora, bakteri baik di usus harus distimulasi.
Lalu, bagaimana cara kita menjaga kesehatan saluran cerna si kecil? Kesehatan saluran cerna anak perlu dijaga sejak dini. Menurut Prof. Yvan, ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi komposisi dan fungsi mikrobiota di saluran cerna, salah satunya adalah pemberian ASI.
“Menyusui adalah salah satu yang paling berdampak terhadap pembentukan mikrobiota,” jelas Prof. Yvan.
Memasuki masa MPASI, orang tua dapat mulai memperkenalkan beragam sumber serat seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan umbi-umbian sebagai bagian dari pola makan Si Kecil. Selain kaya nutrisi, makanan tersebut juga mengandung prebiotik yang dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus.
Selain prebiotik, ada pula probiotik, yaitu bakteri baik yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Kombinasi keduanya dikenal sebagai sinbiotik, yang juga terus diteliti manfaatnya dalam membantu menjaga keseimbangan mikrobiota.
“Sejumlah studi menunjukkan bahwa biotik seperti prebiotik, probiotik dan sinbiotik dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna,” ujar Dr. dr. Ray.
Menurutnya, menjaga keseimbangan mikrobiota penting bukan hanya untuk mendukung kesehatan pencernaan, tetapi juga karena saluran cerna memiliki kaitan dengan berbagai fungsi tubuh lainnya, termasuk komunikasi antara usus dan otak. Dengan menjaga kesehatan saluran cerna sejak dini, orang tua dapat membantu membangun menjaga kesehatan Si Kecil sekaligus mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.
Riset Mikrobiota Masih Terus Berkembang
Hubungan antara mikrobiota, sistem imun, nutrisi, hingga kesehatan otak masih menjadi bidang yang terus dipelajari oleh para peneliti. Karena itu, semakin banyak riset dilakukan untuk memahami bagaimana biotik seperti prebiotik, probiotik, dan sinbiotik dapat mendukung kesehatan anak.
Vera Saw, Healthcare Nutrition Director Danone SN Indonesia, mengatakan bahwa Danone akan terus mendukung penelitian mengenai mikrobiota dan biotik serta berkolaborasi dengan peneliti dan tenaga kesehatan agar hasil riset dapat diterapkan menjadi solusi gizi berbasis bukti bagi kesehatan anak.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan si kecil bukan hanya tentang memastikan ia tumbuh tinggi dan berat badannya bertambah. Tapi juga menjaga keseimbangan mikrobiota di dalam tubuhnya. Sebab, salah satu fondasi tumbuh kembang yang sehat ternyata dimulai dari saluran cerna.










and then