Jangan Asal Korek! Salah Bersihkan Telinga Bisa Sebabkan Congek, Ini Tips Amannya

cara membersihkan telinga

Membersihkan telinga anak memang terlihat sepele dan mudah dilakukan.  Tapi tahukah MamPap jika cara bersihkan telinga dilakukan sembarangan, bisa menimbulkan masalah serius seperti infeksi, penumpukan serumen, hingga gangguan pendengaran? Salah satu kondisi yang sering dikhawatirkan orang tua adalah munculnya ‘congek’, yaitu keluarnya cairan dari telinga anak.

Menurut dr. Ashadi, Sp.THT-KL, dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher di RS Pondok Indah, orang tua perlu memahami bahwa kotoran telinga (serumen) sebenarnya adalah bagian dari mekanisme alami perlindungan telinga.

“Serumen itu justru penting. Ia berfungsi untuk melindungi saluran telinga dari kotoran, debu, dan bakteri. Bahkan punya sifat antibakteri alami,” jelas dr. Ashadi.

Apa Itu Serumen dan Mengapa Tidak Perlu Sering Dibersihkan?

cara membersihkan telinga

Dijelaskan dr. Ashadi, salah satu masalah yang kerap terjadi pada bagian telinga luar terkait dengan kotoran telinga (ear wax). Perlu dipahami lebih dulu bahwa kotoran telinga merupakan kumpulan sel kulit mati yang bercampur dengan kelenjar minyak di kulit menjadi bentuk yang tampak seperti zat lunak berwarna kuning hingga cokelat.

Secara medis, kotoran telinga ini dikenal dengan istilah serumen, yang terdapat pada sepertiga liang telinga. Bukan berbahaya dan mengganggu pendengaran, serumen ini justru memiliki banyak fungsi. Mulai dari mencegah masuknya binatang kecil ke dalam telinga hingga menjaga agar liang telingat tetap  sterilisasi.  Serumen ini terbentuk secara alami di dalam saluran telinga dan biasanya akan keluar sendiri saat anak menggerakkan rahangnya saat makan atau berbicara.

Nah, serumen ini jika terlalu sering atau terlalu dalam membersihkan telinga justru bisa mendorong serumen masuk ke bagian lebih dalam dan menimbulkan sumbatan. “Serumen yang terlalu banyak bisa menyebabkan rasa penuh di telinga, gatal, hingga menurunnya pendengaran. Tapi ini tidak perlu dibersihkan sendiri secara agresif. Biarkan dokter THT yang menanganinya,” jelas dr. Ashadi.

Cara Bersihkan Telinga dengan Cotton Bud Justru Berisiko 

Sebut saja Mama Adinda, dirinya mengaku cukup rutin membersihkan telinga anaknya yang berusia 4 tahun. Bahkan, katanya, aktivitas membersihkan telinga ini dilakukan setiap dua hari sekali menggunakan cotton bud. Awalnya, ia ingin merasa telinga anaknya terlihat bersih. Namun, bukannya bersih, namun anaknya mulai mengeluh telinganya terasa ‘penuh’, merasa pendengarannya jadi berkurang, dan sesekali mengeluh nyeri.

cara bersihkan telinga

Apa yang terjadi? Untuk memastikannya, Mama Dinda pun segera membawa ke dokter THT. Setelah melakukan pemeriksaan ternyata bar diketahui kalua serumen di telinga anaknya justru terdorong semakin dalam dan mengeras, membentuk impaksi serumen yang menutup hampir seluruh saluran telinga. Kondisi inilah yang akirnya menyebabkan gangguan pendengaran sementara. Tidak itu saja, jika dibiarkan berlarut dan tidak segera dibersihkan secara medis dapat berisiko terjadi infeksi sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan pendengaran yang lebih parah.

Apa yang dialami Mama Adinda rasanya cukup sering dilihat diberbagai konten social media, ya. Nyatanaya, dr. Ashadi, Sp.THT-KL, dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher di RS Pondok Indah menegaskan bahwa kondisi seperti ini sering kali ditemui di ruang praktiknya.

“Ini memang jadi salah satu contoh yang sering ditemui. Memberisihkan telinga dengan cotton bud, tapi sebenarnya cotton bud ini bukan mengeluarkan, tapi justru mendorong serumen makin dalam. Bila sudah menumpuk dan keras, akan sulit keluar sendiri,” jelas dr. Ashadi.

Bagaimana Cara Membersihkan Telinga Anak yang Benar?

Pertanyaan ini tentu saja sering dipertanyakan. Jawabannya ternyata untuk memberiskan telinga dengan cara tidak dibersihkan. Lebih lengkapnya, berikut ini tips aman membersihkan telinga anak dari dr. Ashadi:

1. Cukup Bersihkan Bagian Luar

Bersihkan telinga di area daun telinga dan bagian luar liang telinga saja. Jangan sampai didorong atau memasukan cutton bud sampai terlalu dalam.

2. Hindari Penggunaan Cotton Bud

Cotton bud bisa mendorong kotoran masuk lebih dalam dan bahkan melukai saluran telinga. Ini juga salah satu penyebab umum infeksi telinga luar.

3. Bantu untuk Memberisihkan Telinga

Kotoran telingan tentu saja tidak bisa dilihat diri sendiri, pun jika dialami anak. Untuk itu, orang tua perlu membantu anak dalam membersihkannya.

4. Perhatikan Tanda-tanda Tidak Normal

Jika anak mengeluh sakit telinga, keluar cairan, pendengaran berkurang, atau sering menggaruk telinga, segera konsultasi ke dokter.

5. Periksa ke Dokter THT

Pemeriksaan berkala dapat mencegah penumpukan serumen dan deteksi dini gangguan pada telinga anak.

Waspadai Congek (Otitis Media Supuratif)

Congek menjadi salah satu kondisi yang sering kita dengar. Dikatakan dr. Ashadi, congek sebenarnya istilah awam untuk otitis media supuratif kronik yang terjadi ketika gendang telinga robek atau berlubang dan infeksi. Biasanya, infeksi telinga tengah ini ditandai dengan keluarnya cairan dari telinga.

Otitis media ini terbagi menjadi dua, ada yang aman dan tidak aman. Otitis media yang aman berarti tidak ada kolesteatoma atau semacam kista kulit yang lama-lama akan menggerogoti organ pendengaran. Sedangkan Otitis media yang tidak aman ini bisa terjadi jika tipe aman yang diabaikan, sehingga lama-lama jadi merusak. Pada sebagian besar kasus robekan atau lubang di telinga bisa menutup sendiri. Namun ada beberapa kasus kondisi lubannya menetap cukup lama dan memerlukan perawatan tambahan.

Untuk robekan yang sudah parah atau memiliki kolesteatoma, bisa dilakukan pengobatan berupa tindakan timpanoplasti, sebuah Tindakan bedah minimal invasif dengan sayangan kecil yang bertujuan untuk menambal robekan di gendang telinga. “Tindakan ini diharapkan bisa memperbaiki pendengaran pasien, membersihkan koleastoma, mengurangi infeksi telinga berulang, dan meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujarnya.

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × = twelve