Mata sering kali disebut sebagai jendela dunia. Namun, ironisnya, banyak dari kita yang justru kurang berhati-hati dalam menjaga “jendela” tersebut. Saat mata memerah akibat debu, kelelahan menatap layar, atau alergi, langkah pertama yang sering diambil adalah membeli obat tetes mata secara sembarangan. Misalnya, obat tetes mata steroid yang dipercaya ampuh menyembuhkan berbagai keluhan mata.
Padahal, di balik rasa lega instan yang ditawarkan, tersimpan ancaman serius yang bisa berisiko terjadinya katarak akibat penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid.
Jebakan “Efek Instan” Obat Tetes Mata Steroid
Obat tetes mata yang mengandung steroid sering kali dianggap sebagai ‘obat dewa’ oleh sebagian orang. Hal ini dikarenakan kemampuannya yang sangat cepat dalam menghilangkan gejala mata merah, gatal, dan bengkak dalam waktu yang relatif singkat.
Namun, di dunia medis, steroid adalah obat keras yang penggunaannya harus diawasi dengan ketat. Hal ini ditegaskan Dokter Spesialis Mata Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah dr. Amir Shidik, Sp M, Subsp K B R saat media diskusi beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan bahwa penggunaan obat tetes mata bersteroid tanpa kontrol dapat memicu percepatan terjadinya katarak. Menurut beliau, zat kimia dalam steroid dapat mengganggu keseimbangan metabolisme di dalam lensa mata.
Penggunaan obat tetes mata yang tidak tepat terutama yang mengandung steroid untuk mengobati indikasi alergi justru bisa menyebabkan katarak. “Obat steroid memang enak buat (mengobati mata) gatal, tapi penggunaan obat tetes mata bersteroid yang tidak sesuai indikasi medis atau dilakukan secara sembarangan dalam jangka panjang bisa memicu terjadinya katarak, bahkan memperparah kondisi mata yang sudah ada sebelumnya,” jelas dr. Amir Shidik.
Bagaimana Obat Tetes Mata Steroid Merusak Lensa Mata?
Secara biologis, lensa mata manusia bersifat transparan agar cahaya dapat masuk dan difokuskan ke retina. Steroid yang masuk ke dalam jaringan mata secara berlebihan dapat mengubah komposisi protein pada lensa. Proses ini menyebabkan protein menggumpal dan membentuk kekeruhan. Inilah yang disebut dengan katarak.
Selain katarak, bahaya lain yang mengintai adalah Glaukoma. Steroid dapat menghambat saluran pembuangan cairan di dalam mata, sehingga tekanan bola mata meningkat (TIO). Jika tekanan ini tinggi dalam waktu lama, saraf optik bisa rusak permanen. Jadi, risiko menggunakan steroid sembarangan bukan hanya lensa yang keruh, tapi juga saraf mata yang mati.
Memahami Mata Katarak: Lebih dari Sekadar Pandangan Kabur
Banyak yang mengira katarak hanya menyerang lansia karena faktor penuaan (katarak senilis). Namun, dengan tren penyalahgunaan obat tetes mata, katarak kini bisa menyerang usia yang lebih muda.
Katarak merupakan kondisi berubahnya kejernihan lensa mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan. Kondisi itu umumnya berkembang secara perlahan dan tidak terasa mengganggu pada tahap awal penyakit.
Kondisi mata katarak bisa dianalogikan saat kita melihat melalui kaca mobil yang berembun atau kaca jendela yang kotor berminyak. Cahaya yang masuk menjadi terpecah, tidak fokus, dan mengakibatkan bayangan yang sampai ke otak menjadi tidak jelas.
Dipaparkan dr. Amir Shidik, ada beberapa gejala yang sering dikeluhkan pasien meliputi:
- Pandangan Berkabut: Seperti ada selaput putih yang menghalangi mata.
- Silau (Glare): Terutama saat melihat lampu kendaraan di malam hari atau sinar matahari yang terik.
- Warna Memudar: Dunia tampak lebih kuning atau kecokelatan.
- Sering Ganti Ukuran Kacamata: Karena fokus lensa berubah drastis akibat kekeruhan.
Bahaya Obat Tetes Mata Steroid
dr. Amir mengingatkan bahwa penggunakaan obat mata yang mengandung steroid memiliki efek samping yang menyebabkan tekanan bola mata naik. Hal inilah yang dapat menyebabkan katarak lebih cepat terjadi.
Secara medis, katarak tidak bisa disembuhkan dengan obat tetes mata. dr. Amir Shidik menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan ada cairan tetes yang mampu mengembalikan kejernihan lensa yang sudah keruh secara struktural.
“Katarak tidak bisa sembuh hanya dengan obat tetes mata. Obat tetes mata ini hanya menghambat progresivitasnya. Satu-satunya cara untuk memulihkan penglihatan akibat katarak adalah melalui prosedur pembedahan atau operasi, tegas dr. Amir.
Hal ini dikarenakan katarak adalah perubahan fisik pada protein lensa. Mengobati katarak dengan obat tetes ibarat mencoba menjernihkan telur rebus yang sudah memutih menjadi bening kembali hanya dengan meneteskan air di atasnya, secara molekuler, itu tidak mungkin dilakukan.
Tidak sedikit masyarakat yang merasa was-was saat mendengar kata operasi untuk mengobati mata kataraknya. Padahal, dengan kemajuan , teknologi kedokteran mata saat ini telah berkembang sangat pesat. Prosedur operasi katarak modern, seperti fakoemulsifikasi, hanya membutuhkan sayatan yang sangat kecil (sekitar 2–3 mm) dan waktu pengerjaan yang relatif singkat (15–30 menit).
Dalam operasi ini, lensa yang keruh dihancurkan dengan gelombang ultrasonik, dikeluarkan, lalu diganti dengan Lensa Intraokular (IOL). Lensa buatan ini akan tertanam permanen di dalam mata dan berfungsi menggantikan peran lensa alami yang sudah rusak. Hasilnya, pasien sering kali merasakan penglihatan mereka jauh lebih cerah dan tajam sesaat setelah operasi.
Langkah Preventif bagi Masyarakat
Untuk menghindari komplikasi serius akibat obat tetes mata, berikut adalah panduan yang perlu diingat:
1. Cek Label Obat Tetes Mata
Perhatikan simbol pada kemasan. Jika terdapat lingkaran merah dengan huruf “K”, itu adalah obat keras yang hanya boleh dibeli dengan resep dokter. Jangan pernah menggunakannya untuk jangka panjang tanpa kontrol.
2. Kenali Jenis Obat
Kebanyakan obat tetes mata yang bebas, dapat dibeli di warung hanya bersifat dekongestan (mengecilkan pembuluh darah mata sementara). Ini tidak mengobati penyebab utama mata merah.
3. Hentikan Penggunaan Mandiri
Jika mata merah tidak membaik dalam 2-3 hari, segera temui dokter spesialis mata. Dengan begitu, penyebab adanya keluhan pada mata yang dirasakan dapat diketahui dengan pasti. Apakah dikarenakan mata kering, reaksi alergi atau hal lainnya. Jika ada keluhan mata merah tidak kunjung membaik dalam satu hingga dua hari, sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter.
4. Edukasi Keluarga
Beritahu orang tua atau kerabat yang lebih tua agar tidak mudah percaya pada iklan obat tetes herbal atau alternatif yang mengklaim bisa menyembuhkan katarak.
Kesehatan mata adalah aset yang tak ternilai harganya. Penggunaan obat tetes mata secara serampangan, terutama yang mengandung steroid, adalah tindakan berisiko tinggi yang dapat merusak kualitas hidup Anda di masa depan.
Sesuai pesan dari dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp.K.B.R, katarak bukanlah akhir dari penglihatan, asalkan ditangani dengan benar melalui jalur medis yang tepat. Jangan menunda operasi hanya karena takut, dan jangan memperparah kondisi mata dengan obat-obatan yang tidak terukur. Lindungi mata Anda, karena cahaya dunia terlalu indah untuk dibiarkan redup oleh katarak yang sebenarnya bisa diatasi.
Hai, salam kenal 🤗, panggil saya Adis. ‘Terlahir’ jadi ibu, menjadi sadar kalau menjadi orang tua merupakan tugas seumur hidup. Meski banyak tantangan, semua tentu bisa dijalani jika ada dukungan dari lingkungan sekitar. #MamaSquads









and then