Penting Dilakukan, Ini 5 Cara Mengajarkan Self Love pada Anak

cara mengajarkan anak self love

MamPap mungkin familiar dengan istilah ‘self love’, yaitu pikiran dan emosi yang dimiliki seseorang tentang dirinya sendiri. Ketika anak-anak memiliki tingkat self love yang sehat, mereka akan memiliki harga diri yang tinggi dan cenderung memiliki pandangan hidup lebih positif. Yuk, kita cari tahu bagaimana cara mengajarkan self love pada anak dalam artikel berikut. 

Mengapa Mengajarkan Self Love pada Anak Itu Penting?

Alicia Wheelington, Ph.D. Laura Kuper, Ph.D., APBB, psikolog anak di Children’s Health, menjelaskan mengapa rasa cinta diri atau self love penting bagi kesehatan mental anak. Menurutnya, hal ini secara signifikan memengaruhi kemampuan mereka untuk mengatasi kesulitan dan bangkit kembali dari situasi yang menantang. 

Sebuah survei dari CDC terhadap lebih dari 7.000 remaja pada tahun 2021 menemukan bahwa 4 dari 10 merasa terus-menerus sedih atau putus asa, sementara 1 dari 5 pernah mempertimbangkan bunuh diri. 

Dengan meningkatnya masalah kesehatan mental pada anak-anak ini, semakin penting bagi orang tua untuk mengetahui apa yang dipikirkan anak mereka tentang diri mereka sendiri.

Read More

Persepsi anak Anda tentang citra tubuh, kemampuan, nilai, dan harga diri mereka sangat penting bagi kesehatan mental dan pandangan hidup mereka. Ketika seorang anak dapat menghargai apa yang membuat mereka unik, hal itu membangun kepercayaan diri, ketahanan, dan meningkatkan suasana hati mereka.

“Kita tidak selalu bisa mengubah pengalaman yang dialami anak-anak di dunia, tetapi kita dapat membantu mereka mengelola respons mereka terhadap situasi tersebut dan membantu mereka membangun ketahanan,” jelas Dr. Wheelington. “Dalam menghadapi perilaku negatif seperti ejekan atau perundungan, seorang anak dengan harga diri yang sehat akan mengingat bahwa mereka memiliki sifat-sifat positif dan mampu mengatasi situasi negatif tersebut.”

Anak yang memiliki tingkat self love yang tinggi juga cenderung tidak mudah menyerah ketika menghadapi kemunduran dan percaya pada kemampuan mereka untuk menangani situasi sulit, termasuk ketika terjadi perundungan dan pelecehan. 

Sebaliknya, ketika anak-anak mengalami harga diri rendah, mereka cenderung berjuang dengan perasaan tidak mampu. Mereka lebih cenderung memendam kegagalan, sehingga lebih sulit untuk pulih dari kemunduran.

Tanda-tanda Rendahnya Harga Diri pada Anak

Penting bagi orang tua dan keluarga untuk mengenali masalah rendahnya harga diri pada anak-anak mereka karena masalah tersebut mungkin merupakan tanda dari masalah kesehatan mental yang lebih besar, seperti depresi atau kecemasan. 

Tanda utama rendahnya harga diri pada anak-anak dan remaja adalah membuat komentar negatif tentang diri mereka sendiri, seperti ungkapan-ungkapan “Aku tidak cukup pintar.”, “Aku bodoh.”, “Wajahku terlihat jelek.”, “Tidak ada yang menyukaiku.”, “Ini tidak cocok untukku.”

Anak-anak dengan harga diri rendah akan kesulitan menunjukkan hal-hal yang mereka sukai dan akan fokus pada hal-hal negatif. 

Penyebab harga diri rendah bisa kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor positif dan negatif. Beberapa penyebab harga diri rendah mungkin termasuk:

  • Perundungan dan penolakan sosial
  • Kritik dan komentar negatif
  • Pengalaman sosial di masa lalu
  • Pengalaman traumatis
  • Harapan yang tidak realistis
  • Perbandingan dengan orang lain
  • Media sosial dan citra tubuh
  • Menginternalisasi keyakinan negatif. 

Cara Mengajarkan Self Love pada Anak 

cara mengajarkan anak self love, agar anak mencintai diri sendiri

Meningkatkan harga diri anak dapat berdampak positif pada bagaimana mereka menghadapi tantangan hidup. Berikut adalah beberapa cara Anda dapat membantu anak Anda mengembangkan rasa cinta diri.

1. Fokus pada Penerimaan Diri dan Welas Asih Terhadap Tubuh

Penerimaan diri adalah bagian dari cinta diri yang berkaitan dengan bagaimana seseorang berpikir tentang tubuh yang mereka miliki. Cara seseorang berpikir tentang tubuhnya mencakup penampilan tubuh, berat badan, dan apa yang mungkin dikatakan atau dipikirkan orang lain tentangnya. 

Jika Anda mendengar anak berbicara negatif tentang tubuhnya, misalnya mengeluhkan berat badan atau warna kulitnya, ajarkan ia cara berpikir positif tentang tubuhnya. 

2. Berikan Contoh Self Love kepada Anak

Cara yang sangat baik bagi orang tua dan keluarga untuk mengajarkan anak mencintai diri sendiri adalah dengan mengembangkan harga diri, penerimaan tubuh, dan welas asih terhadap diri sendiri. 

Orang tua harus dengan bebas dan terbuka mengomentari hal-hal yang mereka sukai tentang diri mereka sendiri. MamPap harus berhati-hati dalam memberikan contoh pembicaraan negatif tentang tubuh atau diri sendiri di sekitar anak-anak. Sekali lagi, fokuslah pada kemampuan atau fungsi tubuh daripada penampilannya.

3. Tegaskan Kembali Identitas Anak dengan Afirmasi Positif

Sepanjang perkembangan mereka, beri tahu dan tunjukkan kepada anak bahwa Anda ada untuk mereka dan mencintai mereka apa adanya, tanpa syarat. Pastikan anak tahu bahwa tidak ada yang dapat menghentikan Anda untuk mencintai mereka.

Selain itu, jika mendengar anak berbicara negatif tentang diri mereka sendiri, Anda dapat membuat afirmasi positif bersama mereka. Misalnya, jika mendengar mereka berkata, “Saya tidak suka penampilan saya,” Anda dapat mendorong mereka untuk menerima afirmasi positif seperti, “Saya sempurna apa adanya.”

4. Kembangkan Pola Pikir Berkembang

Cara lain untuk membangun harga diri pada anak adalah dengan mengembangkan pola pikir berkembang. Keluarga harus berfokus pada pertumbuhan dan perkembangan. Alih-alih memberikan pujian kepada anak seperti, “Kamu berhasil karena kamu sangat pintar,” cobalah sesuatu seperti, “Kamu bekerja sangat keras. Kamu mengerjakan proyek itu untuk waktu yang lama, dan itu sulit, tetapi kamu berhasil menyelesaikan tugas tersebut.”

Dengan cara ini, ketika seorang anak menghadapi tantangan di masa depan, mereka memiliki kepercayaan diri untuk terus maju dan terus berjuang. Pola pikir ini berfokus pada pertumbuhan dan pengembangan keterampilan daripada pada sifat kepribadian.

5. Membangun Kebiasaan Sehat

Seringkali, makanan dan citra tubuh berjalan beriringan. Cobalah meluangkan waktu untuk merawat diri sendiri secara fisik dan emosional, untuk memberikan role mode pada anak. Luangkan juga waktu untuk menciptakan banyak kesempatan bagi anak-anak Anda untuk konsumsi makanan dengan cara yang sehat. Beberapa tips di antaranya: 

  • Biarkan anak-anak bereksplorasi dengan makanan mereka. 
  • Biarkan mereka memberi tahu kapan mereka kenyang. 
  • Berikan contoh dengan membiasakan makan buah dan sayuran. 
  • Ajari mereka tentang pentingnya vitamin dan mineral. 
  • Masak bersama anak, dan belajarlah untuk menyukai cita rasa yang dapat didapat dengan bahan-bahan makanan sehat. 

Mengajarkan self love pada anak juga dapat dimulai dari hal sederhana seperti memberikan kasih sayang tanpa syarat, membantu anak mengenali dan mengekspresikan emosinya, serta memberi ruang bagi mereka untuk mencoba, gagal, dan bangkit kembali. 

MamPap juga perlu memberi contoh melalui sikap positif, menggunakan kata-kata yang membangun, serta memberikan pujian yang tulus agar anak belajar menghargai dirinya sendiri. Dengan pembiasaan ini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu menerima kelebihan dan kekurangannya dengan sehat, serta menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. 

Pada akhirnya, self love yang ditanamkan sejak dini akan menjadi fondasi kuat bagi kebahagiaan dan kesehatan mental anak di masa depan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

÷ two = three