Tak Hanya Menyerang Dewasa, Kenali Gejala Kanker Ginjal pada Anak Sejak Dini

kanker ginjal pada anak

Kabar meninggalnya penyanyi tanah air Vidi Aldiano pada 7 Maret lalu setelah berjuang melawan kanker ginjal membuat isu kanker jenis ini kembali menjadi perhatian publik. Banyak yang mengira penyakit ini hanya menyerang orang dewasa, padahal faktanya kanker ginjal juga dapat terjadi pada anak. Salah satu jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan pada anak adalah tumor Wilms atau nefroblastoma, yang umumnya menyerang anak usia di bawah lima tahun.

Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala serta memahami fakta tentang kanker ginjal pada anak, agar deteksi dan penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.

Memahami Kanker Ginjal pada Anak

Sebelum memahami apa itu kanker ginjal, kita bedakan terlebih dahulu perbedaan antara tumor dan kanker. Menurut dr. Nur Melani Sari, Sp.A, Subsp.HO(K), Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Hemato Onkologi IDAI, tumor adalah istilah umum untuk pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Tumor sendiri bisa bersifat jinak maupun ganas.

Sementara itu, kanker adalah tumor yang ganas, yaitu sel-selnya tumbuh tidak terkendali, merusak jaringan di sekitarnya, dan dapat menyebar ke organ lain. 

Read More

“Karena itu, penting dipahami bahwa tidak semua tumor adalah kanker, tetapi semua kanker merupakan tumor ganas,” ungkap dr. Sari dalam seminar media IDAI

Pada anak, kanker biasanya terjadi karena gangguan perkembangan sel sejak awal kehidupan dan umumnya tidak berkaitan dengan gaya hidup. Sementara itu, pada anak jenis kanker ginjal yang paling sering adalah Wilms tumor atau nephroblastoma.

Penyebab Umum Kanker Ginjal pada Anak

Pada anak, penyebabnya umumnya bukan karena gaya hidup. Namun terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya Wilms tumor, antara lain:

  • Kelainan genetik tertentu.
  • Kelainan perkembangan ginjal. 
  • Beberapa sindrom bawaan seperti WAGR syndrome, Beckwith-Wiedemann syndrome, dan Denys-Drash syndrome.

“Jadi walaupun organ yang terkena sama-sama ginjal, kanker ginjal pada anak dan dewasa sangat berbeda. Pada dewasa, jenis kanker ginjalnya juga berbeda, yaitu renal cell carcinoma. Faktor risikonya juga umumnya karena gaya hidup, selain memang ada faktor genetik,” tambah dr. Sari. 

Seberapa Banyak Kasus Kanker Ginjal pada Anak?

kanker ginjal pada anak, kanker ginjal

Tumor ini biasanya muncul pada anak usia 2 hingga 4 tahun dengan sebagian besar kasus terdiagnosis sebelum usia 5 tahun. 

Dokter Sari juga menambahkan, sebagian besar tumor ginjal ganas muncul sebagai massa abdomen, biasanya ditemukan oleh pengasuh, dan dikonfirmasi dengan pencitraan. 

“Jadi kalau kita lihat semakin usianya menjelang remaja, jenis sel yang tadi tumor ginjal yang sifatnya dari sel-sel yang belum matang, justru lebih sedikit. Jadi pick atau puncaknya itu berada di usia 5-9 tahun,” ungkap dr. Sari.  

Sebanyak 90% tumor yang paling sering terjadi pada anak adalah jenis Wilms atau nephroblastoma. 

Bagaimana Cara Mengenali Kanker Ginjal pada Anak?

Untuk mendeteksi kanker ginjal lebih dini, penting bagi orang tua untuk mengetahui gejala atau tanda yang muncul pada anak. 

Beberapa tanda yang dapat muncul, antara lain:

  • Perut membesar atau terdapat benjolan di perut. 
  • Nyeri perut. 
  • Darah pada urine. 
  • Demam
  • Tekanan darah meningkat.
  • Anak tampak pucat atau mudah lelah.
  • Penurunan berat badan.
  • Kehilangan selera makan

“Bedakan dengan perut kembung. Kalau perut kembung itu isinya udara, kalau tumor itu isinya keras dan sulit sekali digerakkan. Gejala lainnya juga adalah adanya buang air kecil serta darah. Itu karena ada infiltrasi sel tumor ke ginjal, yang ikut terbawa dalam proses pembuatan urin,” kata dr. Sari. 

Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • USG abdomen
  • CT scan
  • Pemeriksaan darah
  • Pemeriksaan urine
  • Evaluasi oleh dokter spesialis.

Cara Mengobati Kanker Ginjal pada Anak

Pengobatan kanker ginjal pada anak umumnya menggunakan pendekatan multidisiplin, yang dapat meliputi:

  • Operasi untuk mengangkat tumor
  • Kemoterapi
  • Pada beberapa kasus radioterapi.

Penanganan ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari dokter anak, dokter bedah, dokter onkologi, serta tenaga kesehatan lainnya.

“Tindakan akan tergantung kondisi pasiennya. Apakah diperlukan operasi terlebih dahulu, baru ditentukan pengobatan lanjutannya seperti apa,” ungkap dr. Sari. 

Peluang Kesembuhan

“Kabar baiknya, tumor ginjal pada anak termasuk kanker dengan peluang kesembuhan yang tinggi, terutama jika ditemukan pada stadium awal. Dengan terapi yang tepat, sekitar 80–90% anak dapat sembuh, tergantung pada stadium dan kondisi penyakit,” tambah dr. Sari.

Diagnosis lebih dini dan pengobatan yang optimal sangat penting untuk meningkatkan peluang hidup pasien. 

Peluang bertahan hidup pasien menurun seiring waktu setelah diagnosis. Setelah sekitar 3 tahun, diperkirakan hanya 15–28 dari setiap 100 pasien yang masih bertahan hidup. Apalagi, jika pasien memutuskan pengobatan. 

Apakah Kanker Ginjal pada Anak Bisa Dicegah?

Orang tua perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja faktor risiko atau kondisi yang meningkatkan risiko kanker anak, di antaranya: 

  • Kelainan genetik tertentu. 
  • Riwayat keluarga
  • Paparan radiasi tinggi
  • Paparan bahan kimia tertentu
  • Infeksi tertentu (jarang)

Namun tidak semua kanker pada anak ditemukan faktor risiko tersebut. Yang artinya, belum tentu faktor risiko di atas bisa menjadi pemicunya. 

“Artinya memang bisa dinyatakan bahwa sayangnya kanker anak ini tidak bisa benar-benar dicegah. Atau tidak ada karakteristik tertentu di dalam tubuh anak yang bisa di kemudian hari secara pasti memiliki risiko yang sangat tinggi mengalami kanker anak. Namun, kalau sudah ada kecurigaan terjadinya tumor, harus dilakukan pemeriksaan secara rutin,” ungkap dr. Sari

Apa yang Bisa Dilakukan Orang tua?

Walaupun tidak bisa dicegah sepenuhnya, orang tua dapat:

  • Menjaga kesehatan anak
  • Imunisasi lengkap
  • Pola makan sehat
  • Aktivitas fisik cukup
  • Menghindari paparan asap rokok

Ini penting untuk kesehatan anak secara umum. Itulah yang menjadi inti dari deteksi dini. Karena kunci utama pada kanker anak adalah deteksi lebih cepat = peluang sembuh lebih tinggi. 

“Jika ditemukan lebih awal, pengobatan jadi lebih efektif, komplikasi lebih sedikit dan peluang sembuh lebih besar”. Yang bisa dilakukan orang tua adalah meningkatkan kesadaran kanker anak, tidak menunda pemeriksaan, dan mengikuti pengobatan secara lengkap. 

Kanker pada anak sebenarnya memiliki peluang sembuh yang tinggi jika ditemukan lebih dini. Karena itu, orang tua perlu peka terhadap tanda kanker seperti perut yang tiba-tiba membesar atau muncul benjolan pada perut anak. Semoga membantu dan sehat-sehat selalu, MamPap sekeluarga.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

36 ÷ six =