Terapi untuk Anxiety Disorder, Ketika Ibu Dilanda Cemas Berlebih

terapi untuk anxiety disorder

Umumnya, seseorang yang mengalami anxiety disorder (gangguan kecemasan) melakukan konsultasi (psikoterapi) dengan profesional kesehatan mental. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk membantu mengidentifikasi, memahami, dan mengatasi masalah perilaku, pikiran, dan emosi yang mempengaruhi kesejahteraan mentalnya. 

Sejauh ini, psikoterapi efektif dalam mengelola gangguan kejiwaan dan gejala kesehatan mental lainnya. Tapi Ma, selain psikoterapi, ada beberapa pendekatan lain yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yakni dengan terapi untuk anxiety disorder

Apa Itu Anxiety Disorder?

Laman Psychiatry menjelaskan bahwa kecemasan merupakan reaksi normal dari stres. Tingkat kecemasan yang ringan, sejauh ini bisa bermanfaat dalam beberapa situasi. Diantaranya, mengingatkan akan bahaya dan membantu mempersiapkan diri agar lebih waspada. 

Berbeda dari gugup atau rasa cemas yang normal, nih, Ma, anxiety disorder (gangguan kecemasan) lebih melibatkan rasa takut atau cemas yang berlebihan dengan ketegangan otot dan perilaku menghindar (melawan atau lari), juga mengacu pada antisipasi kekhawatiran di masa depan.

Read More

Anxiety disorder sebagai gangguan mental yang paling umum terjadi, yang mempengaruhi hampir 30% orang dewasa. Umumnya gangguan ini bisa berdampak buruk pada kinerja pekerjaan, kegiatan sosial, dan mempengaruhi hubungan pribadi dengan orang-orang di sekitar. 

Kabar baiknya, gangguan ini dapat diobati, kok, Ma, dimana penderitanya dapat menjalani kehidupan normal dan produktif. Caranya, selain dengan obat-obatan, juga melakukan perawatan terapi. 

7 Terapi untuk Anxiety Disorder

terapi untuk anxiety disorder, ibu stres

Melansir Healthline, berikut ini 7 terapi untuk mengatasi gangguan kecemasan yang paling umum dan bagaimana cara memilih mana yang cocok untuk Anda.

1. Cognitive Behavioral Therapy

Terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy/CBT) merupakan salah satu intervensi yang paling banyak digunakan untuk mengobati anxiety disorder.

Sebuah tinjauan di tahun 2018 menemukan bahwa CBT merupakan intervensi yang efektif untuk gangguan terkait kecemasan dibandingkan dengan plasebo (obat-obatan). 

Secara khusus juga, para peneliti menemukan bahwa CBT paling efektif untuk mengobati:

  • Gangguan obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder/OCD)
  • Gangguan kecemasan umum (Generalized Anxiety Disorder/GAD)
  • Gangguan stres akut (Acute Stress Disorder/ASD)

CBT biasanya digunakan dalam jangka pendek (sekali seminggu selama 3-5 bulan), dan berfokus pada masalah spesifik lain yang ingin diatasi pasien. Namun, jangka waktu tersebut bisa lebih cepat-lama didasarkan pada penilaian terapis.

2. Acceptance and commitment therapy

Terapi penerimaan dan komitmen (Acceptance and Commitment Therapy/ACT) didasarkan pada gagasan bahwa pikiran dan perasaan yang menyakitkan adalah bagian dari kondisi manusia, dan bahwa mencoba menghindari atau mengendalikannya hanya akan menyebabkan lebih banyak kerugian.

ACT dapat membantu pasien mengembangkan fleksibilitas psikologis yang lebih besar dengan mengajarkan pasien menerima pikiran dan perasaan sulit dengan cara yang tidak menghakimi. Pasien juga belajar untuk mengambil tindakan berdasarkan nilai-nilai yang diyakininya, bahkan di tengah perasaan menyakitkan yang dirasakannya.

Terapis ACT nantinya akan menggunakan berbagai teknik mindfulness, serta strategi perubahan perilaku.

Terapi ini sering digunakan bersamaan dengan bentuk terapi lain dan dapat diberikan secara individu atau kelompok. ACT dapat digunakan sebagai intervensi jangka pendek atau diperpanjang dalam jangka waktu yang lebih lama.

3. Exposure Therapy

Terapi paparan (exposure therapy) merupakan jenis CBT yang secara bertahap memaparkan pasien pada ide atau objek yang memicu kecemasan atau ketakutannya. Ini dilakukan dalam lingkungan yang terkontrol dan mendukung,  sehingga pasien dapat belajar mengelola kecemasannya dan mengurangi perilaku menghindar.

Exposure therapy sangat efektif untuk kondisi-kondisi seperti:

  • Fobia spesifik (specific disorder)
  • Gangguan panik (panic disorder)
  • Gangguan kecemasan sosial (social anxiety disorder)
  • OCD
  • Gangguan stres pasca trauma (post-traumatic stress disorder/PTSD)

Dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th edition, text revision (DSM-5-TR), OCD dan PTSD sudah tidak lagi dikategorikan sebagai anxiety disorder Ma. Melainkan sudah masuk dalam tingkat kecemasan yang lebih tinggi lagi.

4. Mindfulness-Based Cognitive Therapy

Terapi kognitif berbasis kesadaran (Mindfulness-Based Cognitive Therapy/MBCT) adalah jenis CBT yang menggabungkan meditasi kesadaran dengan teknik CBT tradisional untuk membantu pasien mengelola pikiran dan emosi negatif, seperti kecemasan.

Terapi ini biasa dilakukan dalam kelompok –bisa juga dilakukan secara individual.

Selama MBCT, pasien akan belajar bagaimana:

  • Memperhatikan momen saat ini tanpa menghakimi.
  • Mengidentifikasi dan menantang pola pikir negatif.
  • Mengenali dan mengelola gejala kecemasan, seperti pernapasan cepat, ketegangan, dan pikiran yang berpacu.

MBCT dapat efektif untuk berbagai jenis gangguan kecemasan dan sering digunakan bersamaan dengan perawatan, terapi, dan pengobatan lainnya.

5. Psychodynamic Therapy

Terapi psikodinamik (psychodynamic therapy) didasarkan pada gagasan bahwa banyak pikiran, perasaan, dan perilaku pasien didorong oleh kekuatan bawah sadar, termasuk pengalaman masa lalu dan emosi yang menyertainya.

Selama terapi psikodinamik, pasien akan berupaya untuk menyelesaikan konflik, perasaan, dan perilaku bawah sadar ini, dan belajar untuk membuat keputusan yang lebih disengaja dan sehat. 

Oleh karenanya, terapi ini umumnya melibatkan eksplorasi pikiran, perasaan, dan perilaku, serta mimpi dan proses bawah sadar lainnya.

6. Dialectical Behavior Therapy

Terapi perilaku dialektik (Dialectical Behavior Therapy/DBT) adalah jenis terapi yang menggabungkan terapi individu dengan pelatihan keterampilan kelompok. DBT membantu pasien mengembangkan regulasi emosi, keterampilan hubungan interpersonal, dan kemampuan memecahkan masalah.

Terapis DBT menggunakan teknik mindfulness, seperti pernapasan dalam dan relaksasi otot progresif, untuk membantu mengurangi kecemasan yang dirasakan saat ini.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa DBT efektif juga untuk mengelola berbagai kondisi, seperti:

    • Gangguan kepribadian ambang (Borderline Personality Disorder/BPD)
    • Depresi
    • Anxiety disorder
    • Gangguan penggunaan zat
    • PTSD

7. Interpersonal psychotherapy

Psikoterapi interpersonal (Interpersonal Psychotherapy/IPT) adalah jenis terapi yang berfokus pada peningkatan hubungan dan fungsi sosial pasien. 

Meskipun tidak dirancang khusus untuk mengobati kecemasan, IPT dapat menjadi intervensi yang efektif jika kecemasan pasien terkait dengan hubungan atau interaksi sosialnya.

IPT dapat membantu mengidentifikasi dan mengatasi masalah terkait keterampilan komunikasi dan fungsi sosial pasien, yang dapat mengurangi kecemasan dan masalah kesehatan mental lainnya.

Cara Memilih Terapi untuk Anxiety Disorder yang Tepat

Memilih jenis psikoterapi yang tepat mengelola anxiety disorder Mama mungkin sulit, terutama karena beberapa faktor yang sering terlibat dalam kecemasan.

Spesialis kesehatan mental, seperti psikolog dan psikiater, juga sering menggunakan kombinasi pendekatan selama sesi terapi, sehingga sulit untuk memilih jenis terapi tertentu tanpa keahlian klinis.

Misalnya, jika kecemasan disebabkan oleh stres hubungan dan trauma masa lalu yang belum sembuh, maka kombinasi IPT, terapi psikodinamik, dan CBT besar kemungkinan akan diberikan kepada pasien.

Untuk mencari tahu mana terapi anxiety disorder yang tepat bagi Mama, segera konsultasikan dengan profesional kesehatan mental saja, ya

Di awal konsultasi, para ahli ini akan menanyakan alasan Mama menghubungi mereka dan jenis dukungan apa yang Mama harapkan. Mereka juga akan membicarakan mengenai pengobatan yang akan diberikan dan hal-hal lain yang akan dilakukannya untuk mendukung Mama.

Beberapa orang dengan anxiety disorder melalui proses ‘coba-coba’ sebelum benar-benar menemukan terapis kesehatan mental dan jenis terapi yang cocok untuknya –bisa jadi itu juga terjadi pada Mama.

Intinya, jika Mama mengalami anxiety disorder, terapi sangat efektif dalam membantu mengatasi pola pikir negatif dan mengajari Mama keterampilan dalam mengatasi masalah dengan cara yang baru.

Selamat mencari!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

forty seven − forty three =