Hubungan Tetap Mesra Setelah Punya Anak, Memang Bisa?

hubungan tetap mesra setelah punya anak
Foto: 1shot Production/Getty Images Signature

Apa iya kehadiran seorang anak dapat merusak keintiman suami-istri? Bisa banget, Ma. Ada banyak faktor yang membuat hal ini bisa terjadi. Ini cara ampuh agar hubungan tetap mesra setelah punya anak. 

Kehidupan Sebelum Ada Anak

Sebelum menjadi orang tua, hubungan Anda dengan pasangan terasa lebih ‘bebas’. Yes, Anda dengan pasangan bisa berhubungan seks kapan saja, bebas mau tidur jam berapa, dan bisa hangout sepuasnya di luar tanpa mengkhawatirkan ada yang menunggu di rumah. 

Bisa dibilang, poros kehidupan hanya berpusat pada Anda dan pasangan. Anda dan pasangan adalah prioritas. 

Kehidupan Setelah Ada Anak

Namun setelah ada anak, segala halnya berubah dalam rumah tangga. Tidak hanya jadwal tidur dan makan yang berubah, tapi juga kebiasaan Anda dengan pasangan dalam memadu kasih. 

Read More

Semua kebiasaan di rumah berubah menyesuaikan dengan kehidupan si Kecil. Energi dan gairah Anda dan pasangan juga menurun beberapa tingkat oleh karena lebih dari setengahnya digunakan untuk mengurus si Kecil. 

Coba saja tanyakan pada yang berpengalaman, apakah gairah mereka saat bercinta masih sama seperti sebelum ada bayi? 

Laman Raising Children mengatakan, minat dan gairah para ibu akan seks umumnya pulih kembali 1-3 bulan pasca melahirkan –bahkan ada yang lebih dari itu. 

Seks kemudian menjadi formalitas saja. Syukur-syukur masih bisa dilakukan –meski sekadar seks kilat– di sela-sela bayi tertidur.

Dalam hal ini banyak orang tua baru yang stres karena tidak sanggup memenuhi ‘tujuan’ seks tertentu lalu merasa gagal.  

Terapis Pernikahan dan Keluarga berlisensi Emma K. Viglucci, LMFT mengatakan bahwa norma tertentu dalam seks itu tidak ada, semua bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasangan itu sendiri. 

jadi Anda tidak ingin berusaha keras untuk memenuhi norma tertentu, karena itu tidak ada.” Meskipun penting untuk meluangkan waktu saat Anda menemukan alur pengasuhan, masih ada cara untuk menemukan keintiman dan merasa terhubung dengan pasangan Anda setelah bayi lahir. Berikut ini, beberapa kiat tentang cara mengembalikan gairah pasca melahirkan, langsung dari para ahli.

7 Tips Agar Hubungan Tetap Mesra Setelah Punya Anak

hubungan tetap mesra setelah punya anak, suami istri mesra
Foto: Prostock-Studio/Getty Images

Berikut ini, beberapa kiat agar hubungan tetap mesra setelah punya anak dari para ahli melansir laman The Bump.

1. Lupakan Peran Anda sebagai Orang tua

Sejenak, minta pengasuh atau kakek-nenek si Bayi untuk menjaga bayi setidaknya satu jam saja, baik itu siang atau malam hari –sepakati dengan pasangan. Lupakan sejenak peran Anda sebagai orang tua dan gunakanlah waktu itu untuk berduaan saja dengan pasangan. 

Jangan terlalu fokus untuk melakukan seks yang hebat. Di waktu itu, “Perlakukan pasangan seperti pertama kali Anda bertemu dan tertarik padanya,” kata Justin Kelly McClure, pendiri OnlineDatingCritic.net dan penulis Pray Your Kids Are Ugly: Thoughts on Online Dating and the Future of Human Interactions.

Mengingat hal-hal yang Anda berdua sukai sebelum menjadi orang tua lah, kata Justin, yang dapat membawa Anda dan pasangan kepada seks yang hebat. 

2. Lakukan Perlahan

Beberapa ibu merasa traumatis fisik pasca persalinan, terutama di bagian payudara, perut dan alat kelamin. Jika Mam juga mengalaminya, komunikasikanlah dengan suami sehingga ia bisa melakukan pendekatan secara perlahan. 

“Setelah melahirkan, saya tidak suka jika suami tiba-tiba memegang payudara saya. Entah kenapa saya marah dan kesal sekali. Dan kalau sudah begitu, biasanya aktivitas ranjang terhenti,” kata Stella menceritakan pengalamannya kepada Parentsquad. 

Lisa Terrell, MA, DHS, terapis seks dan pendiri Sensovi Institute di North Carolina, merekomendasikan agar sebelum seks suami-istri melakukan suatu kegiatan ‘mesra’ bersama, seperti nonton atau mandi bersama. 

“Lakukanlah hal-hal yang benar-benar Anda berdua nikmati yang memiliki semacam komponen fisik alih-alih hanya fokus pada hubungan intim dan orgasme,” saran Lisa. 

3. Jadilah Kreatif 

Sebagai ibu kemampuan Anda berkembang banyak, seperti menggendong sambil bercerita, menyiapkan makanan keluarga sambil memperhatikan bayi bermain, dan menyuapi bayi sambil membayar tagihan. Anda tidak takut lagi melakukan sesuatu di luar kebiasaan normal (out of the box). 

Seperti cerita Emma B pada The Bump ini, “Suami dan saya dulu berhubungan seks di dalam lemari. Jangan tanya mengapa, tetapi di situlah kami biasa melakukannya saat bayi tertidur. Kami merasa bahwa itu adalah satu-satunya ruangan di rumah yang tidak dipenuhi mainan dan selimut. Ruangan itu tidak terlalu besar, dan kami biasa menggunakannya untuk seks kilat. Itu adalah tempat yang bebas dari anak-anak.”

Kimberly Ford, penulis Hump: True Tales of Sex After Kids, mengatakan, sekalipun itu kilat, tapi jika dilakukan dengan tepat, seks dapat menghilangkan rasa frustrasi dan membuat Anda lebih dekat dengan pasangan. Selanjutnya itu akan membuka jalan menuju kehidupan seks yang lebih baik. 

4. Beri Waktu untuk Tubuh Anda Terurus dan Beristirahat

Bukan hanya kelelahan, melahirkan dapat membuat kelamin Anda sakit, kering, dan kurang terlumasi. Hal tersebut normal dan disebabkan perubahan hormon (penurunan estrogen). Kondisi ini memungkinkan Anda siap kembali berhubungan seks beberapa bulan kemudian. 

Cukup lama memang, karena pasca bersalin, tubuh ibu tidak pernah benar-benar diam. Ia masih melakukan hal-hal luar biasa seperti merawat bayi, mengurus pekerjaan rumah, juga kantor (jika ibu bekerja). 

Oleh karena itu, delegasikan pengurusan bayi ke pengasuh, suami atau keluarga yang Anda percaya, lalu ambil me time sehari. Anda bisa spa di salon atau sekadar nongkrong di kafe sambil nonton drakor. Jangan lupa bawa breastpump, ya, Mam.  

Ini memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tapi paksa diri Anda untuk bisa melakukannya. Ingat, merawat kebutuhan fisik dan mental Anda sangat berperan besar dalam meningkatkan keintiman bersama pasangan. 

5. Jangan Jadikan Bayi Alasan

Jangan abai atau menolak ajakan suami untuk berhubungan intim dengan alasan bayi. Bayi Anda memang yang utama saat ini, tapi menjaga hubungan tetap mesra setelah punya anak juga penting. 

6. Ekspresikan Diri 

Seperti apa contohnya? Selain merawat diri, Anda juga perlu mengkomunikasikan kebutuhan Anda. 

“Anda tidak akan mendapatkan apa yang Anda inginkan jika hal tersebut hanya terjebak dalam pikiran Anda sendiri. Suarakanlah rasa frustrasi dan segala hal yang Anda pikirkan kepada pasangan Anda,” kata Justin. 

Tidak hanya dalam hal bicara. Jika Anda merasa perlu untuk menangis, lakukanlah. Jika Anda kesal karena pasangan tidak mau mencuci piring atau menyapu lantai, utarakan!

7. Lakukan Pemeriksaan Mingguan

Saran dari Ana Hernandez, LMFT, terapis keluarga dan guru di Ackerman Institute for the Family di New York City, cari waktu setiap minggu di mana Anda dan pasangan dapat duduk dan berbicara berdua saja tanpa kehadiran bayi. 

Gunakan waktu tersebut untuk mengajukan pertanyaan, seperti: “Apa kabar?” “Bagaimana kabar pekerjaanmu di kantor?” “Ke mana kita kencan weekend ini?”, dan lain sebagainya. 

Kata Ana, ketika suami-istri menjadi orang tua baru, mereka lupa akan identitas utamanya sebagai istri dan suami. Kealpaan ini disebabkan keduanya hanya fokus pada bayi –lupa bahwa ada sosok ‘suami’ atau ‘istri’ di sampingnya. 

Pemeriksaan mingguan ini tak hanya sekadar menanyakan kabar, tapi juga memberi ruang bagi Anda dan pasangan untuk mencari masalah (jika ada) dan mengatasinya serta menyamakan ritme dari tujuan kehidupan berumah tangga Anda berdua. 

Hubungan Tetap Mesra Setelah Punya Anak Itu Mungkin

Penelitian Psychology Today pada orang tua baru menunjukkan, kehadiran bayi dapat meningkatkan risiko depresi pada ayah di bulan-bulan awal kelahiran bayi. 

Ya, transisi menjadi orang tua memang menegangkan dan menjadi tantangan tersendiri tidak hanya bagi ibu tapi juga ayah. Ini biasa terjadi pada hampir semua orang tua baru di bulan-bulan awal kehadiran bayi. 

Penyebabnya, pembagian tugas (antara suami dan istri) yang tidak memuaskan, juga kesulitan orang tua beradaptasi dengan kebiasaan bayi.

Hal ini dibenarkan Psychology Today karena sesuai dengan penelitiannya. Yakni dikatakan bahwa sekitar 92% pasangan mengalami konflik setelah kelahiran anak dari sebelum menjadi orang tua. Disebutkan juga, 50% kondisi ini menjadi penyebab perceraian di Amerika Serikat.

Ini fakta, tapi Anda sangat bisa menghindarinya. Bagaimana caranya? 

Berdamailah dengan situasi ini dan beradaptasilah dengan baik dengan kehadiran si Kecil. Jangan terlalu dalam terjebak dalam frustrasi Anda, lalu lakukanlah tips-tips di atas. 

Jika Anda dan pasangan bisa melakukan hal-hal tadi, Anda dan pasangan pasti selalu punya cara agar hubungan tetap mesra setelah punya anak.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + 1 =